DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
RATU PEMUAS BIRAHI


__ADS_3

KODEL Baru saja tiba dilembah dekat air terjun tempat Noni Diandra tertangkap. ia diperintahkan oleh tuan nya untuk mencari jejak Noni Diandra disana dan sekaligus mencari dua rekan nya itu.


"disinikah tawanan cantik itu tertangkap!? bagaimana cara nya Nyai Lembah Asmara menangkap nya???" ujar batin Kodel, lalu ia pun meninggalkan air terjun itu dan pergi lagi untuk mencari dua rekan nya dengan menyusuri lembah jurang yang tinggi dan dalam itu.


Disamping itu, Noni Diandra sudah dikurung didalam penjara dan kali ini penjara nya didalam ruangan sempit yang hanya cukup dua orang saja. ruangan penjara itu memiliki lorong panjang dan penjara itu berada dikiri dan kanan lorong itu. penjara sempit itu ditutup denga pintu jeruji besi dan dikunci dengan selotan besi dari luar. kaki dan tangan Noni Diandra di ikat memakai rantai yang menempel di dinding penjara dan ternyata bukan dia saja yang menjadi tawanan didalam Penjara Bawah Tanah itu, ternyata banyak sekali berbagai mahluk dari wujud dan rupa yang berbeda-beda tertawan dengan posisi sama seperti Noni Diandra.


Semua yang tertawan sudah jelas itu semua adalah mahluk gaib dari golongan jin, siluman dan sukma manusia yang sudah meninggal atau yang masih hidup. mustahil jika ada manusia yang dipenjara di alam siluman dan belum ada didalam sejarah nya. kecuali orang itu memiliki ilmu taraf tinggi yang bisa masuk ke antar dimensi siluman dan jin.


Noni Diandra memperhatikan semua isi ruangan itu dan ia berpikir isi ruangan itu tak ada indah nya sama sekali. ia melihat banyak nya tulang belulang para tawanan yang mati ditempat, bahkan ada juga yang buang air ditempat nya dan semakin menjadikan ruangan itu kotor dan menjijikan. para prajurit yang sudah memborgol tangan dan kaki Noni Diandra pun segera menyingkir karena ratu mereka sudah berada diruangan penjara bawah tanah yang memiliki lorong panjang itu.


"cepat tinggalkan ruangan ini, aku ingin berbincang secara empat mata dengan nya!"


"baik nyai ratu." ujar para prajurit itu dan kini ia berada didepan penjara tempat Noni Diandra ditahan.


Tatapan mata Noni Diandra menatap benci kepada Nyai Lembah Asmara yang ternyata adalah orang ke empat dari tujuh abdi kerajaan kedaton sewu.


"cantik sekali kau wahai anak manusia. seperti nya kecantikan mu masih kalah jauh dengan cantik nya wajah ku ini." ucapan Nyai Lembah Asmara membuat Noni Diandra muak mendengar nya.


Noni Diandra tak menanggapi ucapan memuakan dari Nyai Lembah Asmara itu, tapi ia malah bertanya.

__ADS_1


"siapa kau!? dan mengapa aku ditangkap!? apa salahku sebenar nya kepada mu!?" pertanyaan Noni Diandra membuat Nyai Lembah Asmara tertawa keras dan suara tawa nya itu membuat telinga saja yang mendengar nya menjadi sakit.


Getaran energi tenaga dalam nya mengalir melalui suara nya itu dan para tawanan lain nya tak ada yang berani melihat Nyai Lembah Asmara karena mereka sudah takut dan trauma. Nyai Lembah Asmara yang mendengar ucapan dari pertanyaan Noni Diandra tadi segera menjawab nya,


"kau ingin tahu siapa aku dan apa masalah mu sampai tertangkap hah!?" Noni Diandra mengangguk dan kemudian Nyai Lembah Asmara berkata.


"perkenalkan nama ku adalah Nyai Ratu Lembah Asmara. aku menangkap mu hanya karena satu alasan, yaitu kau adalah tawanan berharga nya si Rumpak Balung yang berhasil meloloskan diri."


"siapa itu Rumpak Balung???" tanya Noni Diandra.


"Rumpak Balung adalah seorang lelaki kurus setengah tua dan berpakaian dukun. ia tinggal di dalam gua bersama para setan-setan rendahan bawahan nya itu."


"oh jadi itu nama si Dukun Ceking berwajah menyeramkan itu???"


Lalu Noni Diandra bertanya lagi soal dirinya ditangkap itu.


"kau ditangkap karena kau akan aku jadikan jaminan untuk menukar nya dengan cincin mahkota iblis itu!" Noni Diandra pun tersentak kaget mendengar cincin yang dipakai oleh Dendi saat itu akan dijadikan barang pertukaran dengan diri nya.


"kau tahu darimana bahwa cincin itu ada??? lalu untuk apa kau menginginkan cincin itu!? itu hanyalah cincin yang tak ada kesaktian nya sama sekali!"

__ADS_1


"hei dengarkan aku perempuan sialan! kedatangan mu dan dua laki-laki itu sudah aku ketahui tahu! kalian sebenar nya telah dijebak oleh si Rumpak Balung untuk datang kemari. rencana itu sebenar nya hanya dia yang melakukan nya sendirian, tetapi tanpa dia sadari aku dan ke enam sisa rekan ku sama-sama mengincar cincin yang saat ini sedang di incar si Rumpak Balung juga!" Noni Diandra yang mendengar ucapan dari Nyai Lembah Asmara pun bertanya lagi.


"itu hanya cincin biasa dan tak berguna sama sekali!" Plakkk!! Noni Diandra ditampar dengan keras oleh Nyai Lembah Asmara dan Noni Diandra hanya bisa menggigit bawah bibir nya untuk menahan rasa sakit.


"kau tahu apa anak bodoh!? hidup ku ini sudah ribuan tahun dan aku lebih tahu dahsyat nya cincin kepunyaan nya si Nyai Kadita itu!"


"jika kau sudah tahu, buat apa cincin itu???" tanya Noni Diandra tak takut sama sekali.


"hahaha, aku akan menghancurkan musuh-musuh ku dan akan merebut wilayah kekuasaan mereka. dengan ada nya cincin mahkota iblis ditanganku, dengan mudah nya aku akan memporak-porandakan istana laut pantai selatan dan merebut nya untuk aku jadikan istana milik ku. hahahaha....!!!" suara tawa Nyai Lembah Asmara yang kegirangan itu menggema dan membuat seisi ruangan bergetar. suara tawa yang mengandung tenaga dalam cukup besar itu telah membuat para tawanan menjerit kesakitan sembari memegang telinga mereka.


Noni Diandra pun merasakan sakit juga, tetapi ia tetap bersikap biasa saja didepan perempuan setengah ikan itu.


"apakah kau sanggup melawan dua manusia itu???"


"kau meremehkan aku rupa nya! lihat saja nanti, aku akan merebut cincin itu dan membunuh dua manusia itu! oh jangan dulu, mereka berdua akan aku pakai dulu untuk memuaskan hasrat birahi ku. hahaha.....!!" lagi-lagi tawa Nyai Lembah Asmara membuat lorong itu bergetar dan suara jeritan terdengar lagi.


"diaam kalian!!" bentak Nyai Lembah Asmara dan membuat para tahanan itu seketika itu juga diam membisu.


Noni Diandra yang melihat kehebatan ilmu yang dimiliki Nyai Lembah Asmara itu, membuat nya khawatir akan keselamatan Dendi dan pak Alex. pada saat itu ia membatin,

__ADS_1


"kemana sebenarnya Dendi dan pak Alex??? apa mereka sudah pulang kembali dan meninggalkan ku??? ah kurasa tak mungkin mereka pergi begitu saja! pasti mereka sedang mencari keberadaan ku yang awal nya tertangkap oleh si genderuwo itu! semoga saja Dendi dan pak Alex baik-baik saja." ucapan batin Noni Diandra berhenti karena Nyai Lembah Asmara berkata kepada nya.


"aku pergi dulu, nanti aku akan kembali lagi jika sudah mendapatkan dua pejantan pemuas birahi ku itu bersama cincin mahkota iblis itu. hihihi!" ujar nya sembari tawa mengikik dan setelah itu ia pergi lagi dan membuat Noni Diandra semakin khawatir akan nasib Dendi dan pak Alex jika benar tertangkap oleh Nyai Lembah Asmara yang berjuluk Ratu Pemuas Birahi itu.


__ADS_2