DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
PERKELAHIAN DUA KSATRIA


__ADS_3

NYAI LEMBAH ASMARA Masih duduk bersila dihadapan Noni Diandra yang terbaring lemas dan tertotok itu. keadaan nya masih sadar dan ia mendengar apa yang sedang terjadi disekitar nya. Dendi, pak Alex dan kakek tua yang sejak tadi melihat kagum terhadap pertarungan antara Prabu Murdawira dan Raden Ambarawa itu tiba-tiba saja dibuat kaget dengan apa yang sedang dilakukan oleh Nyai Lembah Asmara.


Tiba-tiba badan Noni Diandra bergetar hebat dan membuat Dendi berteriak tanpa sadar.


"Noniiii....!" teriakan Dendi tadi membuat pertarungan silat tangan kosong antara Prabu Murdawira dan Raden Ambarawa pun terhenti. mereka menatap ke arah Nyai Lembah Asmara yang tiba-tiba saja menghilang dan raga nya masuk ke dalam tubuh Noni Diandra.


Dendi segera terbang melesat ke arah Noni Diandra yang sudah dirasuki oleh Nyai Lembah Asmara itu dan pak Alex segera ditahan tangan nya ketika ia ingin mengejar Dendi.


"biarkan saja anak itu nekat pergi kesana!"


"tapi kek! kalau cincin itu jatuh ke tangan mereka bagaimana!?"


"jangan khawatir, cincin mahkota iblis itu akan melindungi pemegang nya. percayalah kepada kakek." ujar kakek tua itu dan membuat pak Alex menjadi pasrah dan percaya saja.


Dendi yang sudah tiba didekat Noni Diandra segera membopong nya untuk membawa lari Noni Diandra kepada pak Alex. Prabu Murdawira segera melesat dengan berlari ke arah Dendi, tetapi langkah nya terhenti oleh Raden Murdawira yang segera menendang punggung nya. Prabu Murdawira tersungkur jatuh dan memaki kasar,


"bangsat kau!"


"jangan lari kau bedebah! lawanlah aku seperti istri mu membunuh ayah dan keluarga ku!" bentak Raden Ambarawa dan membuat Prabu Murdawira semakin panas hati nya. mereka pun bertarung lagi memakai ilmu kanuragan silat masing-masing dan senjata mereka berdua terlihat masih terselip di ikat pinggang pakaian mereka.


Dendi sudah tiba di dekat pak Alex dan kakek tua itu,

__ADS_1


"apa yang harus kita lakukan pak, kek!? ratu siluman itu tadi masuk ke dalam raga tubuh nya Noni Diandra!" pada saat itu tubuh Noni Diandra masih bergetar-getar hebat dan mata nya mendelik seakan ia sedang merasakan sakit yang teramat parah. tetapi aneh nya suara teriakan kesakitan tak terdengar sama sekali dari mulut Noni Diandra.


Kakek tua itu segera menotok jalur darah Noni Diandra yang ada dileher nya dan pada saat itu tubuh Noni Diandra tersentak sembari berteriak.


"hentikaaaaan! sakiiiiiit! hentikaaaaa!" teriakan tersebut membuat Dendi dan pak Alex semakin gelisah dibuat nya. kemudian kakek tua itu menyuruh Dendi dan pak Alex memegang tangan dan kaki Noni Diandra untuk menahan nya.


"bagaimana ini kek!? bagaimana cara kita mengeluarkan ratu siluman itu???" tanya pak Alex dan kakek tua itu berkata.


"sebentar kakek lihat dulu apa yang sebenar nya ingin dilakukan oleh ratu siluman air itu." kemudian kakek tua itu memfokuskan pandangan nya ke arah dada Noni Diandra. kemudian ia manggut-manggut dan berkata lagi,


"seperti nya ratu siluman itu sedang mencoba ingin merasuki tubuh wanita ini. tetapi ada sesuatu yang membuat nya tak bisa memasuki alam bawah sadar wanita ini." Dendi dan pak Alex masih belum jelas mendengar alasan dari kakek tua itu, tetapi kakek tua itu berkata lagi.


"seperti nya alam bawah Noni Diandra menolak nya ketika ratu siluman itu ingin merasuki nya. pegang erat-erat, kakek akan keluarkan ratu siluman itu." perintah kakek tersebut dan Dendi serta pak Alex pun segera mematuhi nya.


Prabu Murdawira yang semakin kesal karena serangan gerakan silat nya selalu ditahan terus oleh Raden Ambarawa pun segera berkata tanya disela perkelahian nya itu.


"siapa kau ini sebenar nya!? ada dendam apa kau sebenar nya kepada istriku?!!"


"aku adalah anak seorang raja dan pangkat ku adalah seorang pangeran disebuah kerajaan! aku mempunyai dendam kesumat kepada istri mu karena istri mu dan para prajurit nya telah membumihanguskan kerajaan ayah ku itu!"


"sejak kapan Lembah Asmara menyerang kerajaan ayah mu itu hah!? aku merasa Lembah Asmara tak pernah melakukan penyerangan peperangan lagi semenjak aku sakit!"

__ADS_1


"kau sudah dibohongi oleh istri mu! semenjak kau sakit dan dibawa ke atas puncak gunung himalaya, istri mu itu telah melanggar janji sumpah nya kepada mu untuk tidak bermain serong dibelakang mu! asal kau tahu, aku adalah bekas budak pemuas napsu istri mu itu sebelum aku membrontak karena aku tak tahan akan perlakuan nya itu!!"


"tidak mungkin!! tahu apa kau tentang istriku hah!? istri ku itu adalah orang yang setia!! tak mungkin istri ku akan bermain serong dengan lelaki lain seperti dirimu itu bajingan!!" bentak Prabu Murdawira yang sudah marah besar itu.


"terserah kau mau percaya atau tidak! yang jelas jangan halangi aku untuk membalaskan dendamku ini kepada istrimu!!" ucap Raden Ambarawa tak mau kalah gertak.


"langkahi dulu mayatku anak kemarin sore!!" bentak Prabu Murdawira dan Raden Ambarawa marah dibilang begitu,


"tutup mulut mu tua bangka!! aku tahu wujud asli mu itu tak semuda sekarang ini!! badan mu dan wajah mu asli nya sudah tua keropos seperti istri mu itu!!"


"jahanam kau bangsat!!" ucap Prabu Murdawira semakin emosi dan tanpa sadar kemarahan nya itu membuat ia melepaskan serangan sinar tenaga dalam berwarna merah bara melalui punggung kanan tangan nya.


Raden Ambarawa kaget dan telat menghindar karena serangan tak disangka-sangka itu berjarak satu meter saja, ia hanya bisa menyilangkan tangan nya ke depan wajah nya seakan ia ingin menahan serangan tersebut.


Brusshhh!! terdengar suara hembusan angin kencang dari serangan sinar merah nya Prabu Murdawira terhadap pertahanan perisai gaib nya Raden Ambarawa dan membuat Raden Ambarawa terpental mundur hingga terguling-guling dirumput ditanah berumput itu. perisai gaib nya Raden Ambarawa kalah kuat dengan sinar tenaga dalam milik Prabu Murdawira yang menyebabkan dirinya terlempar kuat.


Raden Ambarawa memegang dada nya dan ia menyeringai kesakitan, tiba-tiba ia memuntahkan darah segar berkali-kali. pada saat itu Prabu Murdawira berjalan mendekati Raden Ambarawa yang duduk setengah berbaring itu, lalu terdengar Prabu Murdawira berkata tanya.


"apa lagi yang kau ketahui tentang istri ku itu ketika aku tak ada diistana hah!?"


"setelah aku tak dibutuhkan lagi oleh istri mu itu, ia terus saja mencari lelaki muda yang tampan untuk ia jadikan budak napsu nya. hoeeekk!!" Prabu Murdawira masih diam menatap Raden Ambarawa yang muntah darah dan tak berdaya dihadapan nya itu.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2