
KEADAAN Kerajaan istana banyu jiwa itu nampak hancur sebagian. pasal nya ledakan sebelum nya itu telah mengakibatkan hancur nya keadaan di danau bening dan ternyata itu ledakan itu berefek ke dalam dimensi siluman juga dan pun terkena imbas nya juga. Nyai Lembah Asmara sudah tak memikirkan istana nya hancur, bahkan para prajurit nya kian habis terbunuh pun sudah pasti ia tak memikirkan nya.
Yang ia pikirkan hanyalah cincin mahkota iblis yang dianggap nya adalah sebuah cincin pusaka berkekuatan iblis yang mampu menjadikan pemegang nya menjadi kebal dan sakti. tetapi anggapan tersebut ada benar nya dan ada salah nya, benar nya memang dapat membuat pemegang nya kebal serangan dan senjata tajam. tetapi salah nya adalah tak bisa membuat pemegang nya menjadi sakti mandraguna. anggapan tersebut ia dapat dari peristiwa Nyai Mawar Seruni dan Ki Lembu Ireng yang terkena kutukan oleh Nyai Roro Kidul menggunakan cincin mahkota iblis tersebut.
Nyai Lembah Asmara sudah tiba dilorong penjara bawah tanah, suara para tawanan nampak berisik sekali karena mereka merasakan guncangan dari ledakan sebelum nya.
"berisiiiik setaaan!! aku hancurkan kalian!!" bentak Nyai Lembah Asmara dan ia segera meludahi tawanan yang berteriak-teriak seakan sedang memaki-maki Nyai Ratu yang kejam itu.
Ludahan air liur Nyai Lembah Asmara ternyata membuat para tawanan itu seketika terdiam, karena air liur yang memiliki racun itu mampu menewaskan mahluk apapun dalam hitungan detik.
"siapa lagi yang ingin mati hah!? siapaaa....!!?" bentak Nyai Lembah Asmara kepada para tawanan itu dan akhir nya tawanan itu semua nya diam tak ada yang berani berisik lagi. Noni Diandra yang mendengar suar Nyai Lembah Asmara itu masih dalam keadaan setengah sadar.
Akibat tamparan keras oleh Nyai Lembah Asmara sebelum nya itu, telah membuat Noni Diandra sedikit pusing dan setengah sadar. Nyai Lembah Asmara tiba di depan sell tahanan Noni Diandra dan ia berkata membentak.
"hei perempuan lacur! tatap mata ku ini!" bentakan tersebut tetap tak membuat Noni Diandra menuruti perintah nya.
Lalu rambut Noni Diandra yang disanggul itu segera dijambak dan Noni Diandra merasakan kesakitan.
__ADS_1
"tatap mataku bajingan! wajah ku cantik apa tidak hah!?" Noni Diandra berusaha membuka mata nya untuk melihat wajah Nyai Lembah Asmara. ternyata wajah Nyai Lembah Asmara sudah sangat berbeda dari sebelum ia bertemu dengan Nya Lembah Asmara. wajah itu nampak separuh hitam gosong dan kulit yang gosong itu nampak keras. badan nya memang sudah normal lagi, tak setua ketika ia berada dikamar nya. ramuan yang ia minum memang manjur, tetapi tetap tak mampu mengatasi luka pukulan dari kakek tua yang bernama Ki Yudha Angsana itu.
Nyai Lembah Asmara lalu berkata membentak lagi kepada Noni Diandra.
"cepat katakan sialan! aku masih cantik tidak hah!?!"
"kau masih cantik." ujar Noni Diandra berkata pelan, ia tak mau mengatakan hal yang sebalik nya karena takut ditampar keras seperti sebelum nya.
"benarkah!? kalau aku masih cantik, mengapa ketiga lelaki itu tak ada yang tertarik kepada ku hah!? jawab sialan!!" pertanyaan tersebut segera dipahami oleh Noni Diandra, lalu Noni Diandra berkata menjawab nya.
"seperti nya mereka tak berselera terhadap wanita seperti mu. mereka itu manusia dan tak mungkin mereka akan suka terhadap dirimu yang berwujud siluman ini."
"kalau aku tak ingat akan dirimu yang akan aku jadikan bahan pertukaran dengan cincin mahkota iblis itu, sudah ku bunuh kau!!" lalu Nyai Lembah Asmara segera membuka sell penjara itu.
Noni Diandra saat itu sudah pingsan, karena tamparan yang di aliri tenaga dalan itu telah membuat Noni Diandra pingsan total. pertarungan liar antara ketiga manusia dan prajurit siluman itu masih berlanjut, Dendi dan pak Alex dengan gesit nya membunuh satu persatu para prajurit itu. Ki Yudha Angsana pun melakukan hal yang sama, ia sudah tak memikirkan Nyai Lembah Asmara yang melarikan diri itu.
Tetapi lari nya Nyai Lembah Asmara ke dalam istana nya itu membuat ketiga pengintai tadi membuat rencana baru. mereka bertiga berencana akan membunuh Nyai Lembah Asmara yang mereka sangka saat itu Nyai Lembah Asmara pasti sedang sekarat. jika mereka berhasil membunuh Nyai Lembah Asmara, baru mereka merebut Noni Diandra untuk dibawa kembali ke dalam gua tempat tuan mereka memberi perintah.
__ADS_1
Ketiga penguntit itu sudah masuk ke dalam dimensi siluman dan sedang menuju ke arah istana kerajaan banyu asmara berada. keadaan disekitaran istana itu nampak sepi, karea semua prajurit nya dikerahkan semua untuk menggempur ketiga manusa itu. para pelayan istana semua nya sudah melarikan diri ketika guncangan keras tadi terasa oleh mereka. jadi ketiga penguntit itu masuk ke dalam istana terlihat aman-aman saja karena tak ada yang menghadang nya.
Nyai Lembah Asmara saat itu sedang memanggul tubuh Noni Diandra yang dalam keadaan pingsan itu. tiba dipelataran teras istana nya, ia berpas-pasan dengan tiga sosok yang ia kenali.
"siapa suruh kalian datang ke dalam istana ku tanpa izin hah!?" tanya Nyai Lembah Asmara kepada Santeba, yang berwujud buto ijo. Gandaria, yang berwujud genderuwo dan Kodel yang berwujud raja tuyul.
Pertanyaan dari Nyai Lembah Asmara tersebut segera dijawab oleh Santeba.
"kami bertiga datang kemari atas izin tuan Rumpak Balung! kami diperintahkan untuk merebut kembali tawanan kami yang kau curi itu!"
"apa!? tawanan kalian?! perempuan ini adalah tawanan ku!! aku yang menangkap nya ketika ia sedang berada di air terjun asmara itu!!"
"perempuan itu melarikan diri dari penjara sangkar mantera akibat ulah si Kodel ini! kau jangan mengada-ngada Nyai Lembah Asmara!!" bentak Gandaria dan Kodel pun menambahkan.
"lebih baik kau serahkan saja perempuan itu Nyai! daripada nanti kau mati konyol menghadapi kami bertiga!!" Nyai Lembah Asmara pun tertawa terbahak-bahak, lalu ia berkata kasar dengan lantang.
"dengar ucapan ku para cecunguk!! kalian bertiga ini hanyalah kroco-kroco yang tak sebanding ilmu nya dengan ku!! si Rumpak Balung saja hampir tewas dan kewalahan ketika dia bertarung dengan ku memperebutkan hutan selangor yang kini sudah menjadi milik si sepasang mahluk terkutuk itu!! apa kalian ingat dengan ilmu ajian rawa asmara ku yang mampu mengalahkan tuan kalian itu hah?! ada baik nya kalian menyingkir dan pergi kembali ke hadapan tuan kalian dan katakan, jika aku berhasil merebut cincin mahkota iblis itu. aku akan memporak-porandakan gua tempat kalian tinggal itu dan memenggal kepala si Rumpak Balung itu!!" ucapan pedas menyepelekan dari Nyai Lembah Asmara itu pun membuat ketiga penguntit itu semakin murka terhadap nya, karena tuan mereka yang selalu mereka agungkan itu dihina dan disepelekan seperti itu.
__ADS_1
...*...
...* *...