DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
RITUAL PENGHANCURAN CINCIN MAHKOTA IBLIS


__ADS_3

ORANG-ORANG Yang ada didalam ruangan pemujaan itu pun ikut tegang juga, mereka langsung merasakan getaran aneh dibatin mereka masing-masing mendengar suara lelaki setengah tua yang terdengar sangat berwibawa itu. mereka semua menatap ke arah patung yang berdiri didepan mereka itu dan meyangka bahwa yang bersuara tadi adalah suara asli ayahanda nya Nyai Ratu Kadita melalui media perantara patung ayahanda Nyai Kadita tersebut. kemudian dari patung itu terdengar bersuara lagi.


"anandaku sayang, ayah baik-baik saja. maafkan ayah yang telah membebankan mu karena cincin mahkota iblis itu." Nyai Kadita mengerutkan dahi nya dan terdengar suara gaib itu terdengar lagi,


"sebenar nya, ayah dulu menitipkan cincin tersebut kepadamu bukan untuk dihancurkan nak. melainkan untuk melindungi mu dari musuh-musuh Ayah yang masih mempunyai dendam terhadap Ayah dan mencoba ingin melukai mu anandaku. mereka tahu jika ayah akan mengasingkan diri dan tanpa ada ayah di istana ini, mereka akan semena-mena menyerang istana ini. sebelum semua itu terjadi, maka ayah sebelum pergi untuk mengasingkan diri ayah menitipkan cincin tersebut agar bisa berguna untuk kau pakai melawan musuh-musuh yang ingin menyerang istana laut kidul ini. ayah yakin, kau tak akan sampai hati untuk menghancurkan cincin tersebut karena kau adalah orang yang bijak anandaku. kebijakan mu itu tak akan mungkin menghancurkan cincin itu tanpa ada sebab nya karena ayah tak menceritakan apa sebab nya ayah menyuruh mu menghancurkan cincin itu, sekarang tanpa ayah ceritakan kau sudah mengetahui penyebab ayah menyuruh mu untuk menghancurkan cincin itu dengan kejadian yang kau alami semenjak ayah pergi bukan? anandaku Kadita?"


"iya ayahandaku, aku sudah tahu penyebab ayah berkata agar aku menghancurkan cincin ini ketika banyak nya orang-orang yang berambisi ingin merebut cincin ini hingga banyak nya para musuh yang ingin mengajak ku berperang ayahandaku."


"itulah alasan ayah menyuruh mu untuk menghancurkan cincin itu. sekarang hancurkan cincin itu sebelum korban semakin bertambah banyak lagi anandaku."


"baiklah ayahandaku, aku akan menghancurkan nya."


"kalau perlu lenyapkan sampai tak tersisa lagi anandaku, perintahkan orang-orang yang ada didekat mu untuk membantu menyalurkan energi tenaga dalam nya ke tubuh mu. karena kekuatan cincin itu sangat dahsyat dan besar, ayah yakin kau tak akan bisa melakukan nya sendirian anandaku."


"baiklah ayahanda, aku akan meminta bantuan mereka." lalu Nyai Ratu pun meminta bantuan kepada Ki Yudha Angsana, Ki Agung Maha Sakti, Nyai Blorong dan Nyai Lanjar.


"semoga kau bisa melakukan nya anandaku, ayah pamit kembali dan jaga diri mu baik-baik."


"baik ayahandaku." ujar Nyai Ratu dan ia akan memulai ritual tersebut


Tetapi saat itu Noni Diandra sudah sadar dan terbangun dengan pelan, ia menatap ke arah Nyai Ratu Kadita dan yang lain nya. kemudian terdengar Nyai Ratu Berkata,


"kau sudah sadar rupa nya, sekarang kau sudah menjadi dayang di istana ini Diandra."

__ADS_1


"baik Nyai Ratu." ujar Noni Diandra sembari mengusap air mata nya karena ia masih teringat akan pertemuan terakhir nya dengan Dendi. kemudian Noni Diandra turun dari atas meja perak itu dan menunduk hormat kepada Nyai Ratu dengan tangan merapat di dada. Nyai Ratu tersenyum dan berkata,


"semoga kau betah Diandra, sekarang kau sudah terbebas dari kutukan banyu jiwa dan sekarang kau pergilah ke belakang. kami akan menghancurkan cincin mahkota iblis itu supaya kau tak terkena efek negatif dari cincin itu lagi."


"baik Nyai Ratu." ujar Noni Diandra dan kini ia berjalan menjauhi Nyai Ratu dan ke empat orang yang ada dibelakang nya.


Ke empat orang yang ada dibelakang Nyai Ratu Kadita pun segera memainkan jurus pembuka hawa murni mereka masing-masing dan kemudian dari telepak tangan mereka keluar sinar berbeda warna seperti aliran listrik ke tubuh Nyai Ratu Kadita. dari Ki Yudha Angsana berwarna putih keperakan, dari Ki Agung Maha Sakti berwarna kuning ke emasan, dari Nyai Lanjar berwarna ungu pekat dan dari Nyai Blorong berwarna merah jambu.


Ke empat sinar tenaga dalam berbeda warna masuk ke dalam tubuh Nyai Ratu melalui punggung nya. seketika itu juga Nyai Ratu tersentak sejenak dan kemudian ia melakukan jurus pembuka energi tenaga dalam. kemudian ia menunjukan jari telunjuk nya ke arah cincin mahkota iblis yang sebelum nya sudah ditaruh didalam ceruk perak itu.


Dari telunjuk jari Nyai Ratu keluar sinar berwarna hijau tua sebesar pergelangan tangan nya ke arah cincin mahkota iblis itu. lalu tiba-tiba terdengar suara letupan kecil didalam ceruk itu dan terdengar seperti suara rentetan petasan yang dibakar secara berulang-ulang.


pletakk! pletakk! takk! pletakk!


Ke empat orang yang mengalirkan energi tenaga dalam nya ke tubuh Nyai Ratu itu mulai bergetar dan keringat mulai membasahi pakaian yang mereka kenakan. tubuh Nyai Ratu pun ikut bergetar juga dan kemudian suara letupan dari dalam ceruk itu menghilang dengan suara seperti bara api terkena air.


joossssssss!


asap hitam pekat mengepul dari dalam ceruk itu dan Ritual tersebut pun segera dihentikan,


"sudah selesai, terima kasih atas bantuan kalian." ujar Nyai Ratu kepada ke empat orang yang membantu nya itu dan mereka pun berkata 'Sama-Sama Nyai Ratu' secara bersamaan.


Kemudian Nyai Ratu menengok ke arah ceruk perak anti panas itu dan cincin mahkota iblis itu sudah menjadi bubuk halus. kemudian Nyai Ratu menatap Ki Yudha Angsana dan berkata,

__ADS_1


"aku membutuhkan bantuan mu Pangeran Yudha Angsana."


"baik Nyai Ratu, apa yang harus saya lakukan?" tanya Ki Yudha yang sudah berada didekat Nyai Ratu.


"gunakan ilmu sihir mu untuk melenyapkan ceruk ini bersama abu dari cincin mahkota iblis itu."


"baiklah Nyai Ratu, lalu harus saya buang kemana?" Nyai Ratu merenung dan kemudian berkata,


"apa Pangeran bisa membuang nya ke dalam lautan di palung mariana? soal nya mata cincin itu berasal dari sana dan aku berniat ingin mengembalikan nya kesana. apa kau sanggup Pangeran???"


"baiklah Nyai Ratu, saya sanggup." lalu Ki Yudha Angsana segera memfokuskan pikiran nya terhadap ceruk itu. tiba-tiba ceruk itu lenyap dalam satu kedipan dan Ki Yudha Angsana berhasil melenyapkan nya ke tempat asal nya.


Semua orang yang ada didalam ruangan pemujaan itu kini sudah keluar dari dalam ruangan pemujaan dan berada ditempat singgasana Nyai Ratu lagi. posisi mereka sudah seperti sebelum nya dan kini Noni Diandra sudah diajak oleh ketua dayang untuk didandani layak nya dayang istana laut kidul. pada saat itu mereka sedang berbincang,


"terima kasih kalian sudah membantu ku dalam menghancurkan cincin mahkota iblis. atas rasa terima kasih ku, aku akan mengajak kalian makan bersama."


"terima kasih atas tawaran nya Nyai Ratu." ujar Ki Yudha Angsana dan Ki Agung Maha Sakti berkata,


"maaf Nyai Ratu, terima kasih atas tawaran nya. tetapi apakah saya saat ini masih bisa menjaga cucu saya yang bernama Dendi itu???"


"hmm, seperti nya kau sudah bebas tugas Ki Agung."


"maksud Nyai Ratu?" tanya Ki Agung Maha Sakti lagi.

__ADS_1


"tugas Ki Agung sudah selesai dalam bertanggung jawab atas cincin mahkota iblis itu, sekarang Ki Agung Maha Sakti tinggalah saja disini untuk menambah kekuatan istana ini lagi." ujar Nyai Ratu dan Ki Agung Nampak bingung untuk menjawab nya.


__ADS_2