DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
NYAI RATU RORO KIDUL


__ADS_3

KI Yudha Angsana Dan Ki Agung Maha Sakti sudah tiba didepan pintu gerbang istana laut kidul yang ada dikedalaman laut pantai selatan dialam dimensi siluman. kedatangan mereka berdua disambut baik oleh para prajurit istana tersebut dan terlebih lagi, seorang perempuan cantik yang menjabat sebagai panglima perang nya istana tersebut pun menyambut kedatangan mereka dengan sopan.


"selamat datang kembali, Pangeran Yudha Angsana dan Ki Agung Maha Sakti dikerajaan istana laut kidul ini." ujar Nyai Blorong yang menjabat sebagai panglima perang istana pantai selatan.


"terima kasih telah menyambut kami dengan baik, Nyai Blorong." ujar Ki Yudha Angsana dan Ki Agung Maha Sakti yang sudah kenal siapa Nyai Blorong itu bertanya,


"bagaimana kabar Nyai Ratu?"


"beliau baik-baik saja Ki." jawab Nyai Blorong dan mata nya sesekali menatap wajah Ki Yudha Angsana dengan kagum, karena dulu ia pernah naksir dan sempat menculik Ki Yudha Angsana ketika ia masih berpacaran dengan Putri Mustika Ayu. Ki Yudha Angsana yang ditatap sepertu itu merasa tak enak hati dan ia segera berkata,


"apa kita sudah diperbolehkan untuk masuk ke dalam istana dan bertemu dengan Nyai Ratu Kadita, Nyai Blorong?"


"oh silahkan-silahkan, aku sampai lupa akan kedatangan kalian berdua yang sedang ditunggu oleh Nyai Ratu." lalu Nyai Blorong memerintahkan anak buah nya untuk membuka pintu gerbang istana tersebut.


Setelah pintu terbuka, mereka pun masuk. Nyai Blorong mengantar Ki Yudha Angsana dan Ki Agung Maha Sakti menuju Istana Laut Kidul. istana tersebut sangat besar dan tembok gerbang istana nya membentang luas dari ujung kiri sampai kanan mengelilingi istana besar dan tinggi itu. para prajurit yang sedang berjaga pun menunduk hormat kepada ketiga orang yang berjalan masuk menuju istana. dayang-dayang istana pun nampak memberi hormat dan diantara nya ada dayang yang sering menampakan diri kepada Dendi dan Pak Alex ketika mereka berada dikampung terbengkalai dan hutan bekas kerajaan Kedaton Sewu.


Pintu besar istana laut selatan terbuka lebar dan ketiga orang itu masuk ke dalam istana tersebut. didalam istana, para prajurit pilihan menunduk berbaris memberi hormat kepada ketiga orang itu. di ujung ruangan, ada singgasana tempat sang Ratu duduk memberi perintah kepada bawahan nya. pada saat itu sang ratu belum ada dikursi singgasana itu dan Nyai Blorong berkata,


"kalian berdua duduk dan tunggu disini dahulu, aku ingin memberi tahu Nyai Ratu dulu bahwa kalian berdua sudah datang." Ki Yudha Angsana dan Ki Agung Maha Sakti hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Mereka berdua duduk dikursi panjang mirip sofa yang menghadap ke arah singgasana sang ratu. kursi tersebut memang sudah disiapkan sebelum nya untuk dua tamu itu atas perintah Nyai Ratu kepada pelayan nya. mereka berdua masih terdiam membisu dan tak bicara macam-macam karena suatu aturan yang harus dilaksanakan jika ada tamu yang berkunjung ke istana laut selatan. mereka mulai bisa berbincang lagi jika sang ratu sudah ada dan memulai pembicaraan dari awal. tak seberapa lama mereka menunggu, munculah sang Nyai Ratu Kadita yang mereka tunggu itu. Nyai Blorong yang berpakaian seorang panglima perang serba ketat yang terbuat dari perak murni.


Nyai Blorong berada dibelakang Nyai Ratu Roro Kidul yang mempunyai nama asli Nyai Kadita itu dan disamping kanan Nyai Ratu ada Nyai Lanjar yang menjadi sang penasihat Ratu Kadita. pakaian nya Nyai Lanjar m serba ungu dan memakai kemben berlapis sulaman emas. berbeda dengan pakaian Nyai Kadita yang serba hijau itu. mahkota kecil nampak anggun terpasang dirambut Nyai Kadita yang dikonde itu. wangi bunga melati bercampur wangi cendana tercium sangat pekat dan menandakan kehadiran Nyai Ratu telah tiba.


Nyai Ratu duduk disinggasana itu dan Nyai Lanjar dan Nyai Blorong berdiri disamping kiri dan kanan kursi singgasana tersebut.


"aku pikir kalian tak akan segera datang kemari..., bagaimana kabar kalian berdua??? Pangeran Yudha Angsana sang raja kerajaan gulingan. apa istri dan anak-anak mu dalam keadaan sehat?"


"mereka dalam keadaan sehat Nyai Ratu." ujar Ki Yudha Angsana menjawab dengan sopan.


Lalu bagaimana kabar mu sang mantan panglima perangku, Ki Agung Maha Sakti???" tanya Nyai Ratu Roro Kidul kepada Ki Agung Maha Sakti.


"syukurlah kalau begitu, lalu apakah kalian datang kemari ingin memberikan cincin mahkota iblis itu kepada ku?"


"benar Nyai Ratu." ujar Ki Yudha Angsana dan Ki Agung Maha Sakti menimpali ucapan tersebut.


"maaf sebelum nya nyai ratu, saya mohon maaf atas kesalahan anak cucu saya yang telah membuat menyalahgunakan kekuatan dan kesucian cincin mahkota iblis ini menjadi kotor Nyai Ratu." ujar Ki Agung Maha Sakti seraya menyerahkan cincin mahkota iblis yang ia bawa itu.


Nyai Ratu Roro Kidul menerima cincin mahkota iblis itu dari tangan Ki Agung Maha Sakti. ia bergumam dan berkata,

__ADS_1


"hmmm..., sebenar nya cincin mahkota iblis ini dari dulu sudah tercemar dan kotor, ayahanda ku lah yang telah membersihkan kotoran yang berada didalam cincin mahkota iblis ini."


"maaf Nyai Ratu, apa saya boleh mengetahui dari mana asal muasal cincin itu berasal dan sampai dijadikan bahan rebutan oleh ketujuh abdi nya kerajaan kedaton sewu?" Nyai Roro Kidul pun menjawab pertanyaan Ki Yudha Angsana itu.


"hmm baiklah, biar aku jelaskan. asal kalian tahu, cincin ini menjadi bahan rebutan oleh ketujuh abdi itu karena ilmu kesaktian yang terkandung didalam mata cincin ini mampu membunuh ku dan menghancurkan ku." semua mata yang ada situ saling tatap, dan Nyai Ratu tertawa pendek.


"aku hanya bercanda, sebenar nya ketujuh abdi sesat itu salah pengertian akan cincin ini yang bisa membuat ku mati. mereka masih mempunyai dendam kesumat kepada ku dan berniat ingin mencuri cincin ini untuk melawan ku. padahal, akulah yang telah mengendalikan kekuatan cincin ini dan mantera nya aku dapatkan dari ayanandaku." ujar Nyai Ratu dan Ki Agung Maha Sakti bergumam,


"pantas perisai gaib dicincin itu tak berpungsi ketika aku melawan Mandulangi."


"benar Ki Agung, memang aku yang membuat cincin mahkota iblis itu tak berpungsi."


"apa ada alasan nya Nyai Ratu???" tanya Ki Agung Maha Sakti lagi.


"alasan nya karena aku ingin melihat kesaktian mu tanpa mengandalkan kekuatan cincin mahkota iblis ini Ki Agung. ternyata, ketuaan mu ini telah membuat kesaktian mu berkurang dan hampir dikalahkan oleh musuh bebuyutan mu itu bukan?"


"benar Nyai Ratu, jika nak mas Yudha tak segera datang menyelamatkan ku dan cucu cicit ku, mungkin riwayat hidup kami sudah tamat saat itu juga."


"bersyukurlah kalau begitu Ki Agung." ujar Nyai Ratu, kemudian Ki Yudha Angsana yang penasaran itu mulai bertanya.

__ADS_1


__ADS_2