DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
CERITA TENTANG SEBUAH KERAJAAN


__ADS_3

NONI Diandra yang melarikan diri itu sudah berada di tepi jurang yang lumayan dalam. disana ada air terjun berair jernih dan ia langsung terjun ke bawah air terjun itu. disana ia segera masuk ke dalam genangan air terjun untuk bersembunyi. tetapi ketika ia sudah berada didalam dasar genangan air terjun itu, kaki nya ada yang menarik dengan cepat dan Noni Diandra tak bisa melawan karena ia lemah jika berada di dalam air.


Noni Diandra ada yang menyeret nya sampai masuk ke dinding air terjun yang deras itu. mungkin jika Noni Diandra adalah seorang manusia, ia pasti tak akan bisa menembus batuan runcing air terjun itu. tetapi sebagai jin qorin, ia masuk ke dalam dinding cadas runcing itu tanpa terluka sedikit pun. Noni Diandra kini berada didalam ruangan yang amat lebar dan gelap. ia tak bisa melihat apa yang ada disekitat nya dan kemudian ia mencoba berteriak sekuat tenaga nya, tetapi suara nya bagai tak keluar sama sekali ia pun mencoba berulang kali dan tetap saja suara nya tak keluar.


"mengapa suara ku tak keluar!? lalu mahluk apa yang sebenar nya menarik ku masuk ke dalam ruangan gelap ini???" ujar batin Noni Diandra.


Ia terus saja memakai kepekaan indera nya dan mencari sesuatu yang mencurigakan disekitar nya. ruangan itu bagai hampa, tak ada angin atau pun hawa. keadaan nya seperti berada diruangan kedap udara, hanya lembab yang terasa oleh Noni Diandra.


"sial! baru saja aku kabur, sudah ada yang menangkap ku lagi huh!" geram Noni Diandra dalam hati nya. lalu ia pun mencoba bangun dari duduk nya dan mencoba meraba-raba area sekitar nya sampai ia menemukan tepian dinding ruangan gelap itu.


Disamping itu, Pak Alex dan Dendi sudah sejak tadi selesai makan nya. tetapi, Ki Yudha Angsana tak kunjung kembali ke gubuk itu lagi.


"sudah berapa lama sekali kita menunggu kakek sakti itu Den?" tanya pak Alex yang bersandar didinding kayu.


"sudah hampir lima jam pak, ketika aku cek ponsel ku kala itu masih jam delapan pagi. sekarang sudah hampir jam dua belas siang."


"kemana sebenar nya kakek tua itu? bapak pun tak bisa mencari kepergian nya melalui ilmu terawangan batin." ujar pak Alex dan Dendi berkata tanya.


"sebenar nya kita ada dimana pak??? mengapa disini jaringan ponsel kita tetap tak muncu???"

__ADS_1


"entahlah Den, seperti nya kita berada dipedalaman hutan yang belum pernah dijamah oleh manusia." Rehan pun mengerutkan dahi nya seraya berkata,


"bukankah dukun wanita dan mahluk terkutuk yang kita lawan sebelum nya itu adalah manusia seperti kita juga pak???"


"ya memang benar, tetapi seperti nya mereka manusia yang berasal dari masa lalu."


"maksud bapak???" tanya Dendi tak mengerti.


Pak Alex pun menatap ke arah danau bening itu dan menatap jauh ke arah sana, lalu ia pun berkata menjawab keheranan Dendi.


"ketika kita tiba dihutan belantara itu, disana ada bekas reruntuhan kerajaan pada masa silam. apa kamu melihat nya?"


"benar Den, ketika kita dihadang oleh wanita setengah kuda itu. bapak sudah menerawang jauh hutan belantara itu dan ternyata, dulu nya kerajaan itu adalah kerajaan terbesar dan terkuat dimasa nya." Dendi yang mendengar ucapan pak Alex pun mulai tertarik.


"coba bapak teruskan Cerita nya itu, aku penasaran sekali." pak Alex hanya mengangguk saja dan kemudian ia melanjutkan Tentang Sebuah Cerita Kerajaan yang sudah ia lihat melalui terawang batin nya.


"menurut pengelihatan bapak, kerajaan itu dulu nya memiliki abdi orang-orang sakti sebanyak tujuh orang. diantara nya ada tiga perempuan dan empat orang laki-laki. ketujuh abdi itu adalah orang sakti yang bisa membunuh lawan nya tanpa menyentuh nya. singkat nya seiring berjalan nya waktu, sang raja yang haus kekuasaan dan harta itu selalu menyuruh ketujuh abdi nya itu untuk merebut suatu wilayah tanpa prajurit yang menyertai mereka. segala perintah selalu mereka turuti dan raja sangat senang dan bangga jika ketujuh abdi nya itu memenangkan pertarungan. tetapi lambat laun, ketujuh abdi itu mulai resah akan raja mereka yang terus menerus menyuruh mereka merampas harta dan menumpas prajurit kerajaan lain demi kepentingan pribadi nya." pak Alex berhenti sejenak dan meminum air kelapa dulu karena tenggorokan nya seret.


Dendi masih terbengong menunggu pak Alex meneruskan cerita nya. setelah meminum air kelapa tadi, pak Alex meneruskan cerita nya lagi.

__ADS_1


"ketujuh abdi itu mulai mempunyai pikiran jahat untuk membunuh raja nya dan merebut tahta kekuasaan itu. lalu mereka mulai bersepakat untuk memberontak perintah raja nya itu, ketika raja mereka memberi perintah seperti biasa. ketujuh abdi itu pun menolak dan raja pun murka terhadap mereka. raja segera menyuruh prajurit nya untuk membunuh ketujuh abdi nya itu, tetapi raja sudah lebih dulu dibunuh oleh ketujuh abdi itu. semua anggota keluarga raja beserta dewan penasihat raja pun habis dibantai oleh mereka dan kini kedudukan kerajaan menjadi milik ketujuh abdi itu. para prajurit kerajaan tersebut tak ada yang berani melawan mereka dan akhir nya prajurit kerajaan itu tunduk dan patuh terhadap ketujuh abdi raja itu." pak Alex berhenti bercerita dan Dendi pun berkata,


"sudah selesai kah cerita nya pak???" pak Alex menggelengkan kepala nya seraya berkata,


"cerita nya masih panjang, hanya saja bapak melihat ada kemiripan wajah dari ketujuh abdi itu dengan musuh yang sudah kita lawan itu." Dendi mengerutkan dahi nya dan bertanya.


"musuh yang mana pak? yang gaib apa yang sejenis manusia terkutuk itu?" pertanyaan Dendi segera dijawab oleh pak Alex.


"tiga diantara ketujuh abdi itu mirip sekali dengan wajah musuh dari yang sudah kita lawan, yaitu pertama dukun wanita yang bernama Nyai Kalong Asri. dia yang paling muda diantara enam abdi lain nya dan prajurit gaib yang telah kau kalahkan itu sebetul nya adalah arwah sisa prajurit terkuat di kerajaan yang sudah hancur itu. lalu Nyai Mawar Seruni yang berbadan setengah wanita setengah kuda dan Ki Lembu Irang yang berbadan setengah laki-laki setengah banteng. mereka berdua adalah dua diantara ketujuh abdi itu yang melakukan pernikahan sesama abdi nya. dari pernikahan mereka, tak sama sekali mereka melahirkan seorang anak sampai mereka setua itu." lalu Dendi berkata menyela ucapan pak Alex.


"lalu bagaimana awal nya sepasang abdi itu bisa menjadi mahluk setengah hewan pak???"


"menurut pengelihatan bapak, ketika mereka berhasil merebut kerajaan besar itu. mereka awal nya ingin bertarung demi untuk menduduki kekuasaan raja seorang diri. tetapi seorang abdi yang menurut ku ilmu nya lebih tinggi dari rekan nya pun menolak untuk melakukan itu. alasan nya ia menolak bahwa ia tahu bahwa ilmu nya lebih tinggi dari ke enam rekan nya, maka dari itu ia berkata untuk membagi wilayah saja karena kerajaan itu memiliki wilayah yang luas."


"lalu apa respon dari ke enam rekan nya itu???" tanya Dendi semakin penasaran.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2