
KI Yudha Angsana bertanya akan asal muasal dari mana cincin mahkota iblis itu berasal.
"kalau saya boleh tahu, apakah Nyai Ratu sudi untuk menceritakan Tentang Asal Muasal Cincin Mahkota Iblis itu???"
"hmm iya aku baru ingat, bukankah sebelum nya Ki Agung telah mengirim telepati kepadaku untuk menceritakan asal muasal cincin ini kepada mu bukan???" mereka pun mengangguk dan Nyai Ratu mulai bercerita,
"baiklah kalau begitu,.... pada masa yang telah berlalu. cincin ini ayahandaku dapatkan ketika ia melawan raja siluman kepiting yang ada dilautan terdalam palung mariana. kala itu, ayahandaku baru pulang bertandang dari kediaman sahabat nya dan tiba-tiba saja ia dicegat oleh raja siluman kepiting bermata tiga. ternyata, raja siluman kepiting itu menaruh dendam kepada ayahandaku karena ayah dari raja siluman itu mati akibat pertarungan nya dengan ayahandaku pada masa silam. maka mau tak mau ayahandaku harus menerima tantangan dendam dari raja siluman kepiting itu. singkat cerita, ayahandaku berhasil mengalahkan raja siluman kepiting itu dan dari mata yang ada didahi siluman kepiting itu meneteskan air mata. satu tetes air mata itu mengeras dan raja siluman kepiting itu mati dengan semua ilmu nya terserap habis ke dalam air mata nya yang telah membeku itu. lalu ayahandaku memungut air mata yang mengeras itu dan menjadikan nya mata cincin yang ia beri nama cincin mahkota iblis." ujar sang Ratu Nyai Roro Kidul menjelaskan asal muasal darimana cincin mahkota iblis itu berasal.
Ki Yudha Angsana manggut-manggut paham mendengar nya dan ia lalu bertanya,
"jadi semua kekuatan yang ada didalam cincin itu adalah murni dari kekuatan raja kepiting yang telah mati itu Nyai?"
"benar, Pangeran Yudha."
"saya pikir cincin tersebut ada kaitan nya dengan iblis, karena mamakai nama mahkota iblis."
"itu hanya sebutan nama saja, Pangeran." ujar Nyai Ratu dan Ki Yudha Angsana manggut-manggut paham.
__ADS_1
Kemudian Ki Agung Maha Sakti yang sudah tahu cerita soal asal-usul cincin mahkota iblis itu pun berkata,
"maaf jika saya menyela obrolan Nyai Ratu dan nak mas pangeran. saya ingin bertanya, apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh anak cucu saya itu akan diampuni oleh Nyai Ratu? jika tidak, hukumlah saya yang tak becus mendidik anak cucu saya dalam merawat cincin mahkota iblis itu Nyai Ratu." Nyai Ratu belum menjawab perkataan Ki Agung Maha Sakti itu, karena ia sedang memperhatikan mata cincin mahkota iblis yang berwarna merah darah itu.
Ki Agung Maha Sakti masih menunggu jawaban dari Nyari Ratu dan begitu pun dengan Ki Yudha Angsana. Nyai Blorong dan Nyai Lanjar ikut memperhatikan cincin yang dipegang oleh Nyai Ratu Kadita. tak lama mata cincin itu berpijar-pijar berwarna merah, cahaya nya sangat indah dilihat mata. mereka yang ada disitu, kecuali para dayang dan pelayan yang ada disitu sebelum nya memang sudah disuruh pergi.
Mereka yang ikut dalam obrolan itu menatap ke arah cincin yang menyala merah itu. tak lama nyala merah itu padam dengan sendiri nya, lalu terdengar Nyai Ratu Kadita berkata.
"aku menerima permintaan maaf mu itu Ki Agung Maha Sakti, kau sebenar nya tidak bersalah. kau telah melakukan apa yang seharus nya kau lakukan kepada anak cucu keturunan mu agar menjaga cincin mahkota iblis ini dengan baik. aku tak bisa menghukum mu atau pun anak cucu keturunan mu, karena sebenar nya ayahandaku pun menyuruh ku untuk menghancurkan cincin mahkota iblis ini." semua orang yang ada disitu menatap kaget ke arah Nyai Ratu Kadita.
Kemudian Nyai Ratu Kadita pun meneruskan ucapan nya lagi,
Ki Agung Maha Sakti merasa lega mendengar ucapan Nyai Ratu Kadita itu dan ia berkata,
"terima kasih atas penjelasan mu Nyai Ratu, terima kasih banyak karena sudah memaafkan kesalahan saya dan anak cucu saya juga." Nyai Ratu Kadita mengangguk seraya tersenyum. kemudian ia berkata,
"sekarang kutukan yang telah mendarah daging kepada keturunan Ki Agung akan aku hilangkan dengan cara menghancurkan cincin mahkota iblis ini. ayo kita pergi ke ruangan pemujaan." ujar Nyai Ratu Kadita dan ketika ia akan bangun, Ki Yudha Angsana berkata.
__ADS_1
"maaf Nyai Ratu, bagaimana dengan nasib gadis yang jiwa nya terperangkap didalam cincin mahkota iblis itu?"
"oh iya aku hampir lupa." ujar Nyai Ratu, kemudian ia menatap ke arah Nyai Blorong.
"Panglima Ayunda Tyas Blorong, tolong lepaskan salah satu tawanan perempuan yang memakai pakaian gaun putih. setelah itu bawa perempuan itu ke ruangan pemujaan."
"baik Nyai Ratu." ujar Nyai Blorong dan ia lalu pergi menjalankan tugas nya.
KI Yudha Angsana dan Ki Agung Maha Sakti mengikuti pergi nya Nyai Roro Kidul yang didampingi oleh penasihat nya Nyai Lanjar itu. tiba didalam ruangan pemujaan, Nyai Roro Kidul berkata kepada Nyai Lanjar.
"tolong siapkan air didalam ceruk."
"baik Nyai Ratu." ujar Nyai Lanjar dan ia segera pergi ke sebuah ruangan didalam ruangan pemujaan itu.
Isi ruangan pemujaan itu cukup lebar dan luas. wangi bunga melati bercampur cendana tercium memenuhi isi ruangan itu. lilin-lilin berwarna merah disetiap dinding diruangan itu tiba-tiba menyala setelah Nyai Roro Kidul menjentikan jari nya.
"ayo ikuti aku." ujar Nyai Roro Kidul dan dua orang tua yang berada di belakang nya mengikuti Nyai Roro Kidul sampai ke depan sebuah meja yang didepan nya ada sebuah patung ksatria memegang sebuah tongkat trisula bermata tiga.
__ADS_1
...*...
...* *...