
BRAAAKKK!! Suara keras itu berasal dari tubuh Santeba yang menabrak salah satu penjara sangkar itu. Ki Yudha Angsana telah berhasil melumpuhkan Santeba dengan serangan tipuan nya dan membuat Santeba terpental akibat tendangan keras yang menghantam pelipis kanan Santeba.
Noni Diandra dan Pak Alex menatap ke arah Santeba yang meringis kesakitan memegang pipi kanan nya yang legam membiru. pada saat itu kakek tua itu berjalan mendekati nya,
"katakan kepada ku! bagaimana cara membuka penjara sangkar ini!" ucap Ki Yudha Angsana bertanya dan Santeba menatap benci ke arah Santeba seraya menjawab nya,
"cara nya kau harus langkahi dulu mayatku! heaah!" Santeba menghentakan suara nya dan seberkas sinar jingga sebesar buah duku melesat dari dalam mulut Santeba.
wushh!! Ki Yudha Angsana segera menghindar dengan sangat cepat dan serangan tiba-tiba dari Santeba itu menghantam dinding dekat pintu ruangan itu berada.
duaaarrrr!! ledakan besar terjadi lagi dan membuat seisi gua itu bergetar hebat. Noni Diandra dan Pak Alex berusaha menyeimbangkan kaki mereka agar tak jatuh akibat guncangan ledakan tadi.
Ki Yudha Angsana tak mau membuang-buang waktu lagi, ia segera menghampiri Santeba lagi dengan melesat cepat.
plakkk!! tamparan keras mendarat dipipi kanan Santeba dan ia semakin berteriak kesakitan.
"jangan membuat ku marah! cepat katakan atau kau akan kehilangan kepalamu!" bentak Ki Yudha Angsana mengancam dan Santeba mulai ciut nyali nya ketika Ki Yudha Angsana hendak menampar Santeba lagi. telapak tangan Ki Yudha Angsana merah membara bagai arang api disisa pembakaran kayu bakar dan hal itulah yang membuat Santeba takut.
"baik..., baiklah! aku akan mengatakan nya!" ujar Santeba dan kini ia pun berkata,
"cara membuka pintu penjara sangkar mantera itu dengan membaca mantera yang tertera dipalang pintu penjara itu."
"hanya itu? apa ada lagi?"
"hanya itu saja cara nya."
__ADS_1
"jadi kunci nya memakai mantera seperti itu???"
"iya kek, coba saja kalau kau tak percaya." ujar Santeba meyakinkan. Kakek tua itu menatap ke Arah Noni Diandra dan pak Alex sejenak, kemudian ia berkata lagi seraya menatap Santeba kembali.
"aku tak mempercayai ucapan mu itu! tetapi jika kau yang melakukan nya, aku akan mempercayai mu!"
"aku tak bisa melakukan nya.."
"kalau begitu kau ingin hilang kepalamu!?" ancam Ki Yudha Angsana lagi.
"tidak mau kek! ba..baiklah, yang mana dulu yang harus aku buka?" tanya Santeba yang kini sudah dipaksa bangun oleh Ki Yudha Angsana.
"buka kan penjara yang didekat dua orang itu dulu."
"baiklah." ujar Santeba menurut dan kini ia berjalan duluan dan kakek tua itu mengikuti nya dari belakang.
"asal kau tahu, aku adalah panglima perang nya Nyai Ratu Roro Kidul."
"hah!?" Rumpak Balung tersentak kaget dan terdengar Dendi berkata lagi,
"berabad-abad lama nya, telah dihebohkan dengan ada nya surat tantangan pertarungan adu jago dari berbagai kerajaan di tanah jawa ini. surat tantangan itu dibuat oleh Nyai Ratu Roro Kidul untuk mencari seorang panglima perang untuk memimpin para prajurit bagi kerajaan nya. apa kau masih ingat ketika kala itu kau dan ke enam rekan abdimu itu datang menghadiri pertarungan adu jago dipantai laut selatan dengan mendampingi raja kalian itu???"
"ya aku masih mengingatnya, tetapi aku tak mengenali mu siapa." jawab Rumpak Balung lagi dan Dendi menjawab nya.
"aku adalah orang yang berhasil menjuarai pertarungan adu jago itu, dari ribuan peserta yang mendaptar. hanya aku yang mampu lolos menjadi sang juara nya dan pada saat itulah kau dan ke enam rekan abdimu menyerang ku bukan?" Rumpak Balung menatap Dendi dengan tegang dan bibir tua nya itu berkata,
__ADS_1
"ka..u..kau...!?" ucap Rumpak Balung masih syok akan ingatan nya.
Dendi masih tersenyum sinis kepada Rumpak Balung, pada saat itu Dendi berkata lagi.
"untung kala itu Nyai Ratu segera menghentikan ku ketika aku ingin mengakhiri riwayat hidup kalian bertujuh." ucapan Dendi semakin membuat Rumpak Balung salah tingkah dan kemudian berkata,
"ku akui kau dulu memang seorang pendekar yang sakti mandraguna Agung Sastradiningrat yang bergelar Pendekar Agung Maha Sakti! tetapi masa kejayaan mu sudah sirna setelah kematian mu itu! jadi sekarang kau hanyalah seonggok arwah yang menumpang hidup pada tuan nya saja!" ucap Rumpak Balung mulai timbul keberanian nya lagi karena ia sadar lawan nya itu hanyalah sesosok arwah atau sukma bukan wujud utuh manusia seperti diri nya.
Dendi yang masih dirasuki oleh khodam pendamping nya itu segera memasang kuda-kuda kokoh ketika Rumpak Balung berdiri dengan memasang kuda-kuda kokoh juga.
"aku meragukan akan ilmu kanuragan yang kau miliki itu! apa jangan-jangan kau hanya sakti didalam ilmu tenaga dalam dan kebatinan saja Agung Maha Sakti!?"
"mengapa kau bisa beranggapan seperti itu Rumpak Balung???" tanya Dendi yang mulai waspada terhadap Rumpak Balung yang mulai melakukan jurus permulaan.
"karena ketika mau melawan ku dan ke enam rekan ku, kau hanya melawan kami dengan ilmu tenaga dalam mu dan ilmu kebatinan mu saja!"
"oh jadi hanya karena itu kau menganggap ku tak memiliki ilmu kanuragan???"
"sudah tahu malah balik bertanya kau sialan! heahhhh!" teriak Rumpak Balung dan ia meloncat melayangkan kaki kanan nya menendang miring ke arah tulang rusuk Dendi.
Tapi Dendi yang sudah memasang kuda-kuda kokoh itu langsung menepis tendangan menyamping itu memakai lengan kiri nya.
plakkk! suara tersebut berasal dari benturan kaki Rumpak Balung dan Dendi. kemudian Rumpak Balung segera memutar tubuh nya ke belakang untuk menendang dada Dendi memakai kaki kanan nya lagi.
Lagi-lagi Dendi bisa menepis nya dengan kedua tangan bersilang di dada.
__ADS_1
bugghh! suara tersebut berasal dari serangan Rumpak Balung yang ditahan oleh Dendi. tubuh Dendi mundur beberapa langkah dari tempat nya berdiri dan pada saat itu Rumpak Balung segera menyerang lagi setelah ia memainkan jurus. Dendi merasakan ditangan nya kesemutan ketika ia menahan serangan yang kedua kali nya itu, ia mulai serius dan tak mau menganggap remeh lawan nya itu.
Sosok khodam yang merasuki Dendi pun mulai melakukan perlawanan dan kini mereka berdua saling serang dan tahan ketika kedua nya saling menyerang memakai ilmu kanuragan masing-masing. Rumpak Balung semakin beringas dan murka karena sejak tadi serangan fisik nya selalu bisa dihindari oleh Dendi. mereka terus saja bertarung tangan kosong seperti itu dengan serius dan tanpa mereka sadari, ada dua sosok orang yang baru tiba di mulut gua itu dan dua sosok itu adalah Nyai Lembah Asmara dan Suami nya yang bernama Prabu Murdawira.