
NYAI Lembah Asmara terlihat sedang dalam keadaan telanjang bulat diranjang kamar nya bersama suami nya itu. sebelum nya ia dan suami nya itu sudah melakukan hubungan badan dikamar tersebut dan membuat kedua nya kini tanpa pakaian yang menyelimuti tubuh mereka. kedua nya kini masih terbaring diranjang dan Nyai Lembah Asmara memeluk suami nya itu dari samping. mereka berdua sedang mengobrol membahas apa yang sudah terjadi diantara kedua nya.
"sebenar nya kerajaan yang kita bangun ini mengapa bisa hancur sebagian sayang? apakah kerajaan ini bekas diserang oleh kerajaan lain??? tapi ketika aku sampai disini, tak sama sekali aku melihat para prajurit yang mati." tanya suami Nyai Lembah Asmara masih belum tahu akan kejadian sebelum nya.
"sebenar nya istana ini hancur akibat ledakan dari serangan ketiga manusia yang ingin mengalahkan aku, sayang."
"maksud mu ketiga lawan yang dua orang tewas dan satu lagi melarikan diri itu???"
"bukan itu sayang..., mereka bertiga itu adalah cecunguk begundal nya si Rumpak Balung."
"Rumpak Balung!? untuk apa dia mengutus para cecunguk nya untuk mengobrak-abrik istana kita ini sayang???"
"cerita nya sangat panjang sayang."
"ceritakanlah sayang, aku akan setia mendengarkan cerita mu itu sampai selesai." Nyai Lembah Asmara langsung mengecup pipi suami nya itu seraya berkata.
"nanti aku akan ceritakan soal itu, yang ingin aku tahu bagaimana kakang bisa sampai sembuh seperti sedia kala lagi ketika terakhir aku menguburmu dipuncak gunung himalaya."
"hmm aku tak ingat awal mula nya bagaimana, ketika aku dikubur didalam tumpukan salju es. tiba-tiba saja aku seperti orang yang merasakan sakit disekujur tubuh ku. aku sudah tak bisa memikirkan bagaimana nasib ku nanti nya dan aku hanya bisa pasrah dan percaya bahwa wangsit dari hyang widi wasa itu benar-benar nyata. akhir nya aku kerahkan semua ilmu yang aku punya untuk menyeimbangi rasa sakit itu dan aku mulai memusatkan pikiran ku untuk bersemedi. setelah itu aku tak ingat lagi, sampai aku mendengar suara gaib yang menyuruhku untuk membuka mata."
__ADS_1
"lalu setelah itu...???" tanya Nyai Lembah Asmara semakin penasaran.
"setelah aku membuka mata, keadaan diriku saat itu tak mengingat aku ada dimana. setelah kesadaran ku pulih, aku baru menyadari bahwa aku sekarang berada dipuncak gunung himalaya. es salju yang dulu memenuhi puncak gunung hingga ke kawah nya kini telah menipis dan hanya terlihat separuh nya saja. aku merasakan tubuh ku kembali muda seperti dulu lagi dan kekuatan ku pun masih utuh. lalu aku teringat akan dirimu sayang, setelah aku berdoa kepada hyang widi wasa karena telah mengobati penyakit ku ini. aku segera pergi kemari dan kedatangan ku kali ini seperti nya tak tepat pada waktu nya."
"kau datang tepat pada waktu nya sayang, kedatangan mu itulah yang aku harapkan untuk melawan ketiga manusia yang membawa cincin mahkota iblis!"
"cincin mahkota iblis!? bukankah itu milik nya nyai roro kidul???"
"memang, tapi entah mengapa sekarang berada ditangan salah satu ketiga manusia itu." suami Nyai Lembah Asmara manggut-manggut, lalu ia bertanya.
"memang nya tujuan mereka kemari untuk apa..???" pertanyaan tersebut segera dijawab olrh Nyai Lembah Asmara.
"mereka sebenar nya datang kemari akibat dijebak oleh si Rumpak Balung melalui para begundal nya."
Ia pun menceritakan pertarungan Wewe gombel dengan Dendi dan pak Alex sampai sosok Genderuwo menculik Noni Diandra. lalu semua nya ia cerikan ketika mereka masuk ke dalam kampung terbengkalai sampai bertarung dengan Nyai Lembah Asmara sendiri didanau kekuasaan nya itu. setelah semua cerita itu diceritakan kepada suami nya, tiba-tiba saja suami nya yang wajah nya terlihat kalem dan berwibawa itu mulai nampak kegusaran hati ingin marah. kulit putih nya itu memerah dan membuat Nyai Lembah Asmara bertanya,
"mengapa wajah mu sayang???" lalu suami nya menatap nya seraya berkata.
"ketiga manusia itu tak bisa disepelekan! bisa-bisa nya mereka membunuh Nyai Kalong Asri bersama dengan Nyai Mawar Seruni dan Ki Lembu Ireng yang selama ini aku menaruh dendam kepada mereka bertiga!" geram suami nya Nyai Lembah Asmara dan kemudian Nyai Lembah Asmara berkata lagi.
__ADS_1
"apakah kamu sanggup melawan mereka yang memegang cincin mahkota iblis itu sayang???"
"sanggup tak sanggup aku harus berusaha melawan nya! aku tak terima dendam ku kepada ketiga musuh ku itu mereka ambil bagian nya! maka dari itu dendam ku kepada ketiga mantan rekan abdi kita itu aku alihkan kepada ketiga manusia itu!"
"baiklah aku mendukung mu sayang, tapi apakah kau akan memberikan cincin mahkota iblis itu jika kamu berhasil membunuh mereka sayang..???"
"apapun akan aku berikan kepada mu sayang. aku sangat berhutang budi kepada mu karena berkat kesetian mu itulah yang telah membuat ku sembuh dari sakit ku ini." Nyai Lembah Asmara semakin tersenyum nakal dan kemudian berkata,
"sebelum kita bergegas mencari mereka, bisakah kita lakukan lagi hubungan badan kita sayang??? aku masih belum puas karena sudah berabad-abad lama nya aku menunggu dipuaskan oleh kejantananmu itu sayang."
"baiklah sayang,.." ujar suami Nyai Lembah Asmara menurut dan lalu mereka pun bergelut diranjang saling raba dan cium hingga mereka melakukan hubungan badan untuk yang kelima kali nya.
Disamping itu, Noni Diandra baru saja terbangun dari pingsan nya. kepala nya masih sedikit pusing dan beberapa kali ia memutar-mutar kepala nya. mata nya masih buram untuk melihat apa yang ada di depan nya itu, pada saat itu Noni Diandra segera bangun dengan memegang sesuatu seperti tongkat.
"apa ini??? seperti nya ini tongkat pusaka yang terbuat dari emas." lalu Noni Diandra meletakan tongkat itu lagi dan ia mulai tercengang ketika ia melihat tumpukan emas permata yang ada didepan nya.
"astaga! banyak sekali! punya siapa ini sebenar nya???" pikir nya masih linglung. lalu ia mendekati kursi emas yang hanya dibuat untuk satu orang saja.
"ruangan ini seperti nya tempat penyimpanan harta karun. hmm sebenar nya mengapa aku bisa sampai disini???" lalu Noni Diandra merenungkan kejadian sebelum ia pingsan.
__ADS_1
Agak lama ia berpikir, akhir nya ia ingat juga.
"oh iya! aku sekarang berada di dalam istana ratu duyung itu! bagaimana cara aku kabur dari tempat ini??? hmm disana aku melihat dinding yang ambrol sebagian. sebaik nya aku segera melarikan diri dari tempat ini sebelum si ratu duyung itu muncul lagi dan menamparku!" lalu Noni Diandra pun segera terbang ke arah dinding yang ambrol akibat serangan dari Gandaria sebelum nya kepada Nyai Lembah Asmara.