DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
RENCANA RUMPAK BALUNG


__ADS_3

PEREMPUAN Yang selama ini ia anggap hanyalah gundik pemuas napsu nya itu pun berkata,


"aku hanya penasaran dengan apa yang kau lakukan itu tuanku. bolehkah aku mengetahui nya???" tanya gundik itu lagi dengan suara manja dan kini badan nya merapat dipunggung Rumpak Balung.


Kedua tangan nya meraba-raba area depan badan Rumpak Balung dengan mesra dan hal tersebut membuat Rumpak Balung jadi menyurutkan emosi nya karen ia terbuai rayuan dan rabaan tersebut.


"sana kembali ke kamar, aku sedang tak ingin bercinta dulu denganmu!"


"siapa juga yang ingin mengajak mu bercinta??? aku hanya ingin mengetahui tentang Rencana mu itu tuanku."


"kau tahu dari mana kalau aku sedang merencanakan sesuatu?" tanya Rumpak Balung curiga.


"tadi aku mendengar obrolan mu dengan anak buah mu didepan pintu ini, jadi ruangan kamar pribadi kita yang dekat dengan ruangan itu membuat ku wajar mendengar obrolan kalian berdua itu."


"hmm begitu rupa nya..., asal kau tahu Rusminah." ujar Rumpak Balung menyebut nama asli gundik nya itu. lalu Rumpak Balung melanjutkan ucapan nya lagi,


"aku sedang merancanakan sesuatu untuk menyerang sebuah wilayah dengan memakai tawanan ku yang dipenjara itu. aku berniat ingin mengubah jadi diri mereka menjadi seperti yang aku mau dengan ramuan yang aku racik ini."


"oh begitukan tuanku? apakah ramuan tersebut bisa membuat ku cantik juga???"


"tentu saja bisa..., tetapi kau menurut ku cukup cantik seperti ini saja dan tak boleh memakai nya."


"mengapa aku tak boleh memakai nya???" ujar gundik itu cemberut dengan memasang wajah melas.


"hmm kau yakin ingin mencoba nya???" gundik itu agak ragu juga ingin mencoba nya dahulu, keraguan nya itu membuat nya menjadi salah tingkah.

__ADS_1


Pada saat itu Santeba muncul dengan memanggul satu tawanan yang ia bawa dan wujud nya itu seperti manusia bersisik dengan badan mirip kadal. kulit nya berwarna hijau dan rupa wajah nya pun sangat menyeramkan sekali. pada saat itu Rumpak Balung dan gundik nya pun menatap ke arah Santeba yang datang mendekati mereka dan terdengar Santeba berkata.


"ini dia tawanan nya tuanku, lalu sedang apa gundik nya tuanku ada disini???"


plakkk! suara tamparan terdengar diwajah Santeba dan pada saat itu Rusminah berkata.


"tutup mulutmu! aku bukan gundik nya tuan Rumpak Balung! tapi aku adalah istri nya!" tegas Rusminah dan membuat Santeba sedikit emosi.


Awal nya Santeba ingin menampar balik dengan pertanyaan, tetapi Rumpak Balung segera menengahi dan berkata.


"sudah cukup! kalian jangan ribut disini! anggap saja Rusminah ini adalah istri ku, Santeba!"


"baik tuanku..." jawab Santeba menurut dan takut akan ucapan tuan nya itu. Rusminah pun memandang angkuh ke arah Santeba yang menunduk itu, kemudian Rumpak Balung pun berkata lagi.


"cepat bawa tawanan itu ke atas batu datar itu."


Noni Diandra terlihat sudah mematahkan semua ranting kayu dipohon hidup itu. ia sedang duduk dulu mengehala nafas nya yang kelelahan akibat bolak-balik terbang turun. pada saat itu pohon tua itu berbicara,


"apa kau kelelahan nona manis???"


"sudah pasti kek." ujar Noni Diandra masih ngos-ngosan dan pohon tua itu berkata lagi,


"yasudah kau istirahat dulu saja nona manis, jika kau sudah tak kelelahan. segera lakukan apa yang harus kau lakukan itu."


"baik kek tenang saja." ujar Noni Diandra dan ia lanjut beristirahat nya lagi.

__ADS_1


Disamping itu Dendi, pak Alex dan kakek tua yang bersama mereka pun mulai melihat wujud samar-samar dari sosok siluman ular yang sebelum nya sedang berusaha diobati oleh kakek tua yang sakti itu. setelah asap itu hilang, munculah wujud seorang pangeran berwajah tampan dan terlihat masih muda. wujud itu diketahui oleh kakek Yudha sebagai wujud asli dari siluman ular itu.


"apakah wujud mu sudah kembali seperti sedia kala? Raden Ambarawa?"


"sudah kek, terima kasih banyak kau sudah mencabut kutukan ini dan aku pun berterima kasih juga kepada kalian." Dendi dan pak Alex mengangguk kepada Raden Ambarawa itu, kemudian kakek tua itu bertanya kepada Raden Ambarawa.


"lalu sekarang apa yang akan kau lakukan jika kau sekarang sudah bebas dari kutukan Nyai Lembah Asmara???"


"aku ingin sekali membalas kebaikan kalian, tetapi aku tak punya apa-apa untuk membalas kebaikan tersebut." lalu pada saat itu Dendi berkata,


"tak usah memikirkan untuk membalas kebaikan kami, kau ikut dengan kami untuk menghancurkan kekuasaan nya Nyai Lembah Asmara pun kami sudah menganggap kau sudah membalaa kebaikan kami."


"kalau soal itu aku pun berniat ingin membantu kalian, terlebih aku pun ingin melampiaskan dendam ku kepada nya." lalu pak Alex bertanya kepada kakek tua yang ada didekat nya,


"hmm baguslah kalau begitu. bagaimana sekarang kek? sekarang kita sudah menambah satu kekuatan lagi. lalu apa kita langsung pergi untuk menggempur Nyai Lembah Asmara di istana nya kek???" kakek tua itu menatap ke arah depan nya sembari memegang janggut nya yang panjang seleher berwarna putih itu.


"hmm..., baiklah kalau begitu, ayo ikuti kakek." ujar kakek itu dan mereka pun segera bergerak dengan cara terbang ke arah yang di tuju dan dipimpin oleh kakek tua yang sakti mandraguna itu.


Disatu sisi didalam kamar istana nya Nyai Lembah Asmara, sepasang suami istri itu sudah selesai melakukan hubungan badan. kini mereka berdua sedang bersiap-siap untuk melawan orang-orang yang ingin menghancurkan istana tersebut. pada saat itu Nyai Lembah Asmara sedang berjalan bersama suami nya ke arah ruangan tempat ia menyembunyikan Noni Diandra. diperjalanan itu pun Nyai Lembah Asmara sudah memberitahukan tentang tawanan khusus nya yang bisa dimanfaatkan ditukar dengan cincin mahkota iblis yang saat ini sedang dipakai oleh Dendi.


"tawanan yang aku sembunyikan dari ketiga bawahan nya si Rumpak Balung itu, bisa kita manfaatkan untuk menukarkan nya dengan cincin mahkota iblis jika sipemegang cincin itu menolak untuk memberikan nya kepada kita."


"hmm begitu..., apakah kita tak bisa melawan nya dengan kekerasaan istriku???"


"bisa saja kita melawan nya.., tetapi aku ragu jika kekuatan yang kita punya masih kalah ilmu dengan cincin mahkota iblis itu."

__ADS_1


"hmm apakah tongkat pusaka ku yang selama ini kau simpan diruangan harta karun itu masih tersimpan baik???"


"masih sayang.., ayo kita masuk." lalu Nyai Lembah Asmara pun mengajak suami nya masuk ke dalam ruangan tempat penyimpanan harta karun itu.


__ADS_2