
PRABU Murdawira kini berjongkok dengan tatapan mata setajam silet ke arah Raden Ambarawa yang sudah tak berdaya didepan nya itu. kemudian Prabu Murdawira berkata,
"apa adalagi yang kau ketahui tentang keburukan istri ku itu hah!?" pertanyaan penuh tekanan itu segera dijawab oleh Raden Ambarawa walaupun untuk bernafas pun ia sudah sesak.
"isttiri..istri mu it...ituu.., sel.. selalu tak per..nah puas dengan.., dengan..., kejantan...nan seorang lelaki... dan.. ia pun ha...us.., kek..kek..kuasaa...aaan." ucap Raden Ambarawa dengan suara tersengal-sengal hampir mati.
Prabu Murdawira yang biasa nya berwajah kalem dam berwibawa itu mulai dirasuki amarah dalam hati nya kepada istri nya. rasa telah dikhianati oleh istri nya mulai membakar hati cemburu dan menyesal didalam diri Prabu Murdawira karena telah kembali lagi ke dalam pelukan istri nya setelah sekian lama ia menempuh cobaan penyakit yang diderita nya ketika ia bersemedi dikubur hidup-hidup dipuncak gunung himalaya.
Raden Ambarawa sudah tak perduli lagi akan nyawa nya itu sudah pasti bakal dihabisi oleh Prabu Murdawira. ia sudah pasrah kepada dewa dan maut yang akan datang melalui Prabu Murdawira. agak lama Prabu Murdawira terdiam menatap Raden Ambarawa yang sekarat itu, kemudian Raden Ambarawa paksakan berkata lagi.
"ji..ka ka...kau tak per...caya uca...pan ku..., itu urusan...mu. yang...jel..jelas aku sud'ah cerita...kan kebejatan istri...mu itu...!" Prabu Murdawira masih terdiam menatap Raden Ambarawa yang kini terbaring tak berdaya ditanah berumput itu.
Dalam hati Prabu Murdawira, ia sejak tadi membatin.
"apa yang harus aku lakukan sekarang!? di posisi genting begini aku merasa seperti sedang dimanfaatkan oleh si Lembah Asmara itu!! dasar betina brengsek!! tak sudi aku kalau dari ketika aku baru datang ke istana, sudah tahu bahwa goa si Lembah Asmara sudah dipakai oleh berbagai orang yang ia pakai untuk memuaskan nafsu bejat nya itu!! ini tak bisa di biarkan!! aku harus memaksa Lembah Asmara untuk mengaku kepada ku atas penuturan cerita si budak keparat ini!!" ucap hati Prabu Murdawira panjang lebar, ia tersentak kaget dan siaga karena Raden Murdawira batuk memuntahkan darah lagi.
"sebaik nya aku segera pergi saja dari sini! biarlah dia mati dengan sendiri nya!" ucap batin Prabu Murdawira dan kini ia sudah berbalik badan dan melesat terbang entah kemana.
__ADS_1
Raden Ambarawa sudah tak ingat apa-apa lagi, selain hanya nafas nya saja yang tinggal sejengkal lagi. sejak tadi Raden Ambarawa mencoba mengobati luka dalam nya itu memakai hawa murni yang ada didalam tubuh nya. tetapi hawa murni nya tak bisa menyembuhkan rasa sakit yang amat parah itu dan hingga akhir nya Raden Ambarawa hanya terkapar pasrah saja terhadap maut. ia sudah putus asa karena tak ada orang yang lain yang ingin ia mintai pertolongan untuk menyembuhkan nya.
"tak apalah aku mati dipertarungan sebagai ksatria daripada mati ketika masih menjadi siluman ular budak nya si ratu brengsek itu!" ucap batin Raden Ambarawa saat itu juga.
Badan Noni Diandra masih bergetar hebat ketika kakek tua itu mencoba mengeluarkan Nyai Lembah Asmara didalam tubuh Noni Diandra. Dendi dan pak Alex sejak tadi terus saja memegangi tubuh Noni Diandra yang mengamuk itu. ketika kakek tua itu menotok pusat saraf Noni Diandra yang ada pada tengkuk nya, pada saat itu Noni Diandra mual dan keluarlah asap hitam melesat cepat.
Tubuh Noni Diandra kini terbaring lemas dan ia pingsan pada saat itu juga. Dendi dan pak Alex sudah mengurangi rasa khawatir nya lagi, kakek tua itu pun segera berkata.
"syukurlah ratu siluman itu sudah kakek keluarkan. cepat siaga, ratu siluman itu seperti nya akan mengamuk." Dendi dan pak Alex menganggukan kepala dan kini mereka menatap ke arah segumpal asap yang perlahan kian merubah wujud menjadi Nyai Lembah Asmara.
"bajingan busuk!! lancang sekali kau kakek tua!! ku bunuh kau sekarang juga!! heaahhh!!" teriak Nyai Lembah Asmara sembari menyerang dengan ilmu tenaga dalam memakai kekuatan suara nya.
"ilmu auman serigala ku mengapa tak mampu membuat telinga tua nya kesakitan!? hmm! sudah pasti orang tua itu adalah orang sakti mandaraguna!! terbukti ia bisa menahan semua serangan silat ku ketika ia mengadu ilmu kanuragan dengan ku dan membuat wajah ku gosong sebelah!! apa sebenar nya kelemahan kakek tua kropos itu!?" ucap batin Nyai Lembah Asmara dan ia sejak tadi memperhatikan cincin yang Dendi pakai.
Pada saat itu juga ia melesat terbang ke arah Dendi untuk merebut cincin yang terpasang dijari kanan nya Dendi. pada saat itu kedua tangan Dendi memegang masing-masing telinga nya dan kakek tua itu segera bertindak dengan cara menghadang Nyai Lembah Asmara, tetapi kakek tua itu tak jadi melakukan nya karena ia melihat sinar merah kecil sebesar jarum melesat ke arah Nyai Lembah Asmara yang hampir dekat meraih tangan Dendi.
jossssshh!! "aargghhhh!!" teriak Nyai Lembah Asmara kesakitan dan ia terlempar kembali ke tempat nya semula sampai terguling-guling.
__ADS_1
Teriakan Nyai Lembah Asmara terdengar oleh suami nya yang kala itu sedang menuju ke tempat suara itu berasal.
"kenapa dia!? apa dia dikalahkan oleh ketiga cecunguk itu!?" ucap Prabu Murdawira dan teriakan tadi juga membuat Dendi dan pak Alex menatap ke arah Nyai Lembah Asmara yang terbaring menyedihkan.
Mereka berdua kaget melihat tubuh Nyai Lembah Asmara gosong dan suara teriakan kesakitan semakin terdengar memekakan telinga. Dendi dan pak Alex segera menutup kedua telinga nya lagi, pada saat itu Dendi bertanya.
"ratu siluman itu kenapa kek!? mengapa badan nya jadi gosong begitu???"
"tadi ratu siluman itu ingin merebut cincin yang ada ditangan mu. tetapi ada sinar merah kecil keluar dengan sendiri nya dan menggantam tubuh Nyai Lembah Asmara." Dendi seketika itu juga melihat cincin mahkota iblis yang masih terpasang dijemari tangan nya itu. ia menatap kagum terhadap cincin tersebut, kemudian pak Alex pun berkata.
"seperti nya sinar tenaga dalam tadi keluar tanpa perintah dari dirimu Den."
"iya pak. aku sejak tadi hanya menutup telinga saja karena tak tahan ketika mendengar suara teriakan ratu siluman itu." pada saat itu kakek tua itu begumam.
"hmmm..., cincin ini ibarat mahluk hidup yang bisa melihat dan mendengar. ketika Nyai Lembah Asmara ingin menyerang mu tadi anak muda, mata cincin ini pas sekali menghadap ke arah Nyai Lembah Asmara itu." kemudian Dendi berkata,
"apakah jiwa dan raga Noni Diandra ini yang terkurung didalam cincin ini yang melakukan nya kek???"
__ADS_1
"bisa jadi begitu nak. tapi kakek tak bisa memastikan benar atau salah nya." ucapan kakek tua itu membuat Dendi semakin kasihan dan sayang terhadap Noni Diandra. ia lalu merebahkan kepala Noni Diandra dipaha nya sembari mengusap-usap rambut dikening nya. pak Alex dan kakek tua itu menatap ke arah Nyai Lembah Asmara yang Terkapar tak berdaya dan hanya suara makian bercampur tangis saja yang terdengar menyakitkan oleh mereka dari mulut Nyai Lembah Asmara.