
KI Yudha Angsana paham apa yang sedang dibimbangkan oleh Noni Diandra itu dan ia lalu mengusul kan kata.
"begini saja jika kau bimbang, bicarakan saja dahulu dengan Dendi. ambil jalan yang terbaik diantara kalian berdua agar tak ada yang nama nya egois dan penyesalan masing-masing kelak dikemudian hari."
"ya aku setuju dengan pendapat mu nak mas." ujar Ki Agung Maha Sakti dan Noni Diandra lalu berkata,
"baiklah jika begitu, bagaimana aku bisa berbicara dengan Dendi? sedangkan saat ini ia masih pingsan bersama pak Alex dan jin qorin ku di istana nya Ki Yudha Angsana?"
"mudah saja..." ujar Nyai Ratu, lalu ia melanjutkan ucapan nya lagi.
"kendalikan saja jin qorin mu itu untuk masuk ke dalam alam impian nya anak itu."
"sudah aku coba Nyai Ratu, tetapi tetap saja aku tak bisa mengendalikan nya." ujar Noni Diandra dan Ki Agung menimpali,
"apa jangan-jangan karena pengaruh cincin itu kau belum bisa mengendalikan jin qorin mu Noni? sebab terakhir kau pingsan ketika masih berada didalam gua nya si Rumpak Balung."
"pasti semua itu ada kaitan nya dengan cincin mahkota iblis itu." ujar Ki Agung dan Nyai Ratu pun manggut-manggut.
"coba kau kenakan dulu cincin ini dan coba kau kendalikan jin qorin mu itu. jika berhasil, segera kau masuki alam bawah sadar nya anak muda itu dan berbicaralah dengan nya perihal dua pilihan yang harus kau pilih itu."
"baik Nyai Ratu, aku akan mencoba setelah rantai yang membelenggu kedua lengan ku ini dilepas." ujar Noni Diandra kepada Nyai Ratu.
Nyai Ratu Kadita menyuruh Nyai Blorong melepaskan ikatan rantai dikedua tangan Noni Diandra itu, setelah dibuka baru Noni Diandra memakai cincin mahkota iblis tersebut. seketika itu juga mata nya langsung terpejam dan tubuh nya lemas. Nyai Blorong segera menahan tubuh Noni Diandra yang tiba-tiba lemas itu,
"baringkan dia di atas meja ini." ujar Nyai Ratu kepada Nyai Blorong dan Noni Diandra kemudian dibaringkan di atas meja dekat sesajen dan ceruk berisi air kembang tujuh rupa.
"kita tunggu saja, gadis ini sedang mengontrol jin qorin nya." ujar Nyai Ratu dan membuat orang yang disitu paham.
Nini Sanca Weling terlihat sedang berbincang dengan Nyai Ratu Mustika Ayu didalam ruangan penyembuhan itu. sedangkan ketiga anak nya, mereka sedang jalan-jalan dikota raja karena sudah lama kakak adik itu tak berkumpul seperti itu. di dalam ruangan penyembuhan, tubuh Noni Diandra bergetar dan membuat Nini Sanca Weling dan Nyai Ratu Mustika aku menatap nya dengan heran.
__ADS_1
"kenapa gadis itu Nini?" tanya Nyai Ratu.
"entahlah Nyai Ratu, coba saya periksa." ketika Nini Sanca Weling akan memeriksa nya, tiba-tiba wujud jin qorin Noni Diandra menghilang dan terlihat melesat masuk ke dalam diri Dendi yang masih pingsan.
Seketika itu juga Nyai Ratu Mustika Ayu mendapat bisikan telepati dari suami nya,
"sayang sekarang pergilah ke ruangan penyembuhan, jika ada kejadian aneh disana bilang kepada Nini Sanca Weling untuk tidak berbuat sesuatu. biarkan saja, karena disini sedang mengadakan ritual pembersihan penghapusan kutukan banyu jiwa kepada sosok jin qorin perempuan itu." seketika itu juga Nyai Ratu berseru memanggil Nini Sanca Weling.
"tunggu nini! biarkan saja."
"apa tak apa-apa Nyai Ratu? nantu tuan pangeran menyalahkan ku?"
"tak apa-apa, tadi suami ku berkata agar kita jangan berbuat apapun kepada ketiga orang itu. karena disana sedang melakukan pembersihan jiwa kepada sosok jin qorin wanita itu."
"baik Nyai Ratu." ujar Nini Sanca Weling dan mereka hanya terdiam melihat raga Dendi bergetar pelan.
Di alam impian Dendi, ia sedang berada di depan sebuah rumah yang mewah dan bagus. ia tiba-tiba saja terbangun dan menatap kesana-kemari.
"itukan!? itukan rumah kosong yang dulu pernah ada kejadian pembunuhan dan pemerkosaan!?" ucap Dendi dan ia segera bangun dari duduk nya.
Disamping itu, Pak Alex yang masih pingsan juga ittu sedang bermimpi juga. ia sedang berada disebuah taman berbunga indah. ia sedang berduaan dengan seorang perempuan cantik dan baru diketahui bahwa wanita itu adalah istri nya yang sudah meninggal. mereka sudah berbincang lama dan membahas apa saja dikala mereka masih hidup berdua. istri nya Pak Alex dan pak Alex sendiri sudah menyangka bahwa diri pak Alex sudah meninggal dunia akibat petualangan nya bersama Dendi itu, padahal kala itu pak Alex sedang pingsan yang mendekati koma.
Dendi masih bingung, ia pun melihat rumah itu masih bagus dan terawat. tidak seperti rumah kosong yang tak terawat dan menyeramkan. ketika Dendi akan melangkahkan kaki nya untuk mencoba memasuki rumah itu, tiba-tiba ada orang yang memeluk nya dari belakang.
"jangan pergi sayang." ucap suara perempuan yang ia kenali dan Dendi segera berbalik arah.
"Noni sayangku!? syukurlah kau selamat!" ujar Dendi langsung memeluk Noni Diandra dan saat itu juga Noni Diandra menangis terisak-isak menahan kesedihan.
Dendi pun menitikan air mata nya karena ia sudah sangat rindu kepada Noni Diandra. pelukan erat dari sepasang muda-mudi itu membuat keharuan tersendiri bagi perasaan masing-masing. kemudian Dendi berkata,
__ADS_1
"seperti nya aku sudah mati sayang, maafkan aku karena telah gagal menyelamatkan mu dari kutukan cincin sialan itu."
"kau tak gagal sayang dan kau masih hidup." Dendi menatap wajah Noni Diandra dengan heran,
"serius apa yang kau katakan itu!?"
"aku serius, tetapi saat ini diri mu masih pingsan bersama pak Alex."
"darimana kau tahu soal itu?" tanya Dendi semakin penasaran.
"karena aku saat ini sedang memasuki alam impian mu sayang. aku masuk ke alam impian mu karena ada sesuatu yang ingin aku obrolkan bersama mu tentang hubungan kita."
"coba kau jelaskan sayang, aku penasaran sekali apa yang ingin kau katakan itu." Noni Diandra menunduk sebentar dan kemudian menengadahkan wajah nya kepada Dendi.
"seperti nya kita tak ditakdirkan untuk hidup bersama sayang."
"maksud mu!? mengapa kau berbicara begitu!?" tanya Dendi dan Noni Diandra pun menjawab nya.
"jiwa ragaku, nyawaku dan semua yang berkaitan dengan tubuh ku. semua nya akan cepat menua jika aku hidup kembali ke alam dunia. aku diberikan dua pilihan oleh Nyai Ratu Roro Kidul dalam menjalani takdir ku ini."
"tunggu-tunggu! memang nya siapa yang telah membawakan cincin mahkota iblis itu kepada Nyai Ratu Roro Kidul!?"
"kakek moyang mu yang bernama Ki Agung Maha Sakti dan Ki Yudha Angsana yang telah membawa nya. mereka juga yang menyuruh ku untuk mempertimbangkan dua pilihan atas usul Nyai Ratu Roro Kidul kepada mu." Dendi tak bisa berkata-kata, pikiran nya masih sedikit bingung dengan ucapan dari Noni Diandra itu.
"coba jelaskan dua pilihan itu, aku ingin mendengarkan nya."
"baiklah..." ujar Noni Diandra dan ia pun akan memulai menjelaskan nya.
...*...
__ADS_1
...* *...