DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
KEMUNCULAN RATU PENGUASA DANAU BENING


__ADS_3

DUA Sosok mahluk berukuran tinggi besar yang bernama Gandaria Dan Santeba itu masih berada disekitaran jurang berair dangkal itu. jurang yang penuh bebatuan itu sangat ngeri jika melihat nya dari atas lembah yang curam tersebut. mereka berdua masih menyusuri aliran sungai kecil didasar jurang lumayan gelap itu untuk mencari keberadaan Noni Diandra yang bersembunyim. sejauh mereka menyusuri kedalaman jurang itu, mereka berdua menemukan mayat Nyai Mawar Seruni yang sudah mati membusuk dengan badan setengah nya hancur karena jatuh tepat diatas batu besar dan runcing-runcing.


Dibadan nya masih ada panah emas milik nya yang masih tertancap dan hal tersebut membuat kedua mahluk itu keheranan.


"akhir nya mampus juga nenek-nenek cerewet ini!" ujar Gandaria.


"kematian Nyai Mawar Seruni senasib dengan kematian Suami nya. terkadang aku kasihan kepada sepasang nenek-kakek ini, tapi terkadang aku benci juga tatkala mereka sering memaki ku ketika aku mendapat perintah dari tuan untuk menemui mereka." ujar Santeba mengenang sesuatu yang sudah terjadi, lalu Gandaria bertanya.


"apakah Nyai Mawar Seruni mati akibat ulah nya sendiri? bukankah yang menancap didada nya itu adalah panah emas pusaka nya???" tanya Gandaria yang berwujud sosok genderuwo itu.


"tak mungkin dia mati atas ulah nya sendiri. pasti dua manusia itu yang telah berhasil membunuh Nyai Mawar Seruni. apa kau masih ingat dengan mayat Ki Lembu Ireng? mayat suami nya ini juga mengalami kematian yang tak kita sangka awal nya. tetapi kita tak bisa mengelak bahwa sepasang suami istri ini mati karena melawan dua manusia itu!" ujar Santeba yang berwujud buto ijo itu.


"kalau begitu sakti sekali mereka. ckckck, bagaimana dengan kita yang ilmu nya masih dibawah sepasang suami istri ini???" tanya Gandaria.


"hmm..., aku rasa letak kesaktian dua manusia itu bukan pada ilmu yang mereka miliki. tetapi terletak pada cincin mustika iblis yang sedang diburu oleh tuan kita itu."


"ada benar nya juga katamu, lalu sekarang kita harus cari kemana lagi tawanan kita itu? disepanjang perjalanan menyusuri jurang ini kita tak menemukan jejak nya. malah yang sering kita temui adalah mahluk rendahan penghuni jurang gelap ini."


"apakah kita harus naik ke daratan untuk mencari nya? aku mempunyai firasat bahwa tawanan kita itu sudah bertemu dengan dua manusia itu."

__ADS_1


"ahhh firasat mu selalu melenceng! tak usah memakai firasat, kita cari saja dulu disetiap susuran jurang ini. siapa tau tawanan kita itu bersembunyi dibalik batu atau dinding cadas jurang ini."


"yasudah kalau begitu kita cari lagi." ujar Santeba dan Gandaria pun menyetujui nya.


Air danau bening itu bergolak-golak mengeluarkan bunyi air mendidih ditengah nya. air danau tempat muncul nya bayangan hitam mirip mercusuar itu mengalami kejadian aneh, yaitu pusaran air besar mulai terlihat dikejauhan. Dendi dan pak Alex sudah turun dari gubuk itu bersama kakek misterius yang bernama Ki Yudha Angsana itu. dalam sekejap mata, gubuk itu langsung menghilang dan kakek tersebut berkata kepada Dendi dan pak Alex bahwa gubuk itu adalah gubuk gaib yang ia nampakan melalui ilmu sihir nya.


Kini pandangan mereka terfokus terhadap pusaran air besar ditengah danau itu dan mereka saling berbincang.


"apakah ratu penguasa danau ini akan menyerang kita kek?" tanya Dendi.


"seperti nya iya nak. tapi kita tunggu dulu apa mau nya ratu penguasa danau ini, jika ia menginginkan cincin yang kau pakai atau raga tubuh kalian berdua untuk dijadikan budak nafsu nya. lawan saja ratu itu dan kakek akan membantu kalian mengalahkan nya."


"aku merasakan ada energi besar dan jahat mulai keluar dari dalam pusaran air itu." Dendi segera menajamkan pengelihatan nya dan ia pun mulai merasakan hawa jahat itu.


Kakek tua yang ada disamping mereka pun menyuruh mereka untuk bersiap-siap siaga agar sewaktu-waktu bahaya datang mereka tak lengah. Dendi dan pak Alex sudah siap sejak tadi dan mereka masing-masing memegang senjata andalan mereka. Dendi memegang pedang pendek yang ia sebut pusaka pedang pendek dan pak Alex memegang keris setan kobra yang selama ini ia simpan hanya dipakai untuk keperluan mendesak saja.


Kakek tua itu tak memegang senjata apapun ditubuh nya, tatapi Dendi dan pak Alex tak memikirkan hal itu karena mereka sadari bahwa kakek itu berilmu tinggi dan sakti. angin kencang mulai terasa menerpa mereka dan pohon-pohon disekitaran danau itu mulai meliuk-liuk dipermainkan angin kencang tersebut. suara gemuruh air mulai terdengar jelas dan nyaring sekali, sampai-sampai Kodel yang ada di bawah jurang yang di atas nya adalah danau berair bening itu mulai merasakan kejanggalan tersebut.


"angin kencang apa ini??? mengapa hawa nya berbeda sekali!??" ujar nya dan ia langsung terbang ke atas tebing curam sampai ia tiba di atas sebuah pohon besar. disana ia melihat Dendi, pak Alex dan kakek tua itu berdiri ditepi danau berair bening tersebut. ia juga melihat sebuah kereta kencana yang didepannya ada empat prajurit yang memimpin nya. mereka berjalan di atas permukaan air menuju tempat ketiga orang tadi berada.

__ADS_1


"gawat kalau sudah begini! pasti cincin itu akan direbut oleh Nyai Lembah Asmara itu! aku harus cepat-cepat mencari si Gandaria dan si Santeba!" lalu Kodel segera pergi dari situ dan menyusuri kedalaman jurang yang amat dalam itu.


Ke empat prajurit berbadan laki-laki dan memakai zirah pakaian perang itu berjalan didepan kereta kencana yang di dalam nya ada seorang ratu cantik jelita. dikiri dan kanan kereta kencana itu ada empat prajuti yang mengawal nya dan dibelakang nya juga ada empat prajurit yang mengawal. pengawalan ketat itu ia lakukan agar ia terhindar dari penyerangan musuh nya secara diam-diam, karena selama ini ia tak pernah keluar dari istana nya kecuali dalam keadaan penting seperti yang sedang ia lakukan itu.


Dendi dan pak Alex mulai terpana akan kecantikan perempuan yang duduk dikursi kereta kencana itu. senyuman nya penuh goda dan pakaian yang ia kenakan kali ini nampak transfaran sekali. apa yang ada dibalik dada ratu itu, nampak membayang dan membuat pikiran orang yang melihat nya memiliki pikiran kotor.


"cantik sekali perempuan itu!?" ujar Dendi dan pak Alex berkata,


"jangan tatap mata nya Den, kau bisa terkena ajian pelet ratu itu!"


"ba..baik pak!" ujar Dendi gugup, tapi mata nya sudah tak bisa berpaling lagi karena seakan kepala nya susah digerakan. pak Alex pun merasakan hal yang sama, ia tak bisa memalingkan wajah nya dan mata nya pun bagai kaku tak bisa digerakan.


Tetapi kakek tua yang ada disamping mereka segera berkata,


"kalian berdua hapal ayat kursi?"


"hapal kek." ujar Dendi dan pak Alex berbarengan.


"baca ayat itu tiga kali di dalam hati, cepat!" suruhan dari kakek tua itu segera dilakukan oleh pak Alex dan Dendi. akhir nya mereka bisa menggerakan kepala mereka lagi dan tak memiliki hasrat kagum lagi terhadap ratu cantik jelita itu.

__ADS_1


__ADS_2