DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
BISIKAN TELEPATI


__ADS_3

KAKEK Tua yang berada disamping Dendi dan pak Alex pun segera mengirim telepati lewat getaran batin nya kepada Dendi dan pak Alex. awal nya Dendi kaget ketika ia mendengar bisikan melalui hati nya.


"dengarkan kakek, berpura-pura bodohlah kalian di depan ratu itu dan tampakan kekaguman kalian terhadap nya jika ia berkata menyanjung diri nya sendiri." bisikan hati itu membuat pak Alex yang sudah paham tadi menatap kakek tua itu dan Dendi pun ikut menatap juga. lalu terdengar kakek tua itu berkata lewat bisikan batin lagi kepada Dendi dan pak Alex. pandangan kakek tua itu masih tertuju ke depan menatap para prajurit dan kereta kencana yang sedang berjalan ke arah mereka itu.


"ingat baik-baik bisikan suara tadi, kakek lah yang mengirim telepati kepada kalian. kakek sudah menerawang jauh siapa nyai ratu itu dan sipat nya seperti apa. jangan mudah tergoda akan kemolekan tubuh serta kecantikan nya, nyai ratu itu asli nya sudah nenek-nenek keriput dan wujud nya seperti putri duyung."


"baik kek." ujar pak Alex dan Dendi bersamaan dalam hati. Dendi yang menatap kakek tua itu semakin terkagum-kagum saja kepada kesaktian kakek tua itu.


Angin kencang yang mengawali datang nya kemunculan kereta kencana beserta pemilik nya itu mulai mereda. luapan pusaran air pun sudah hilang dan air danau sudah tenang kembali seperti kala. para prajurit yang mengawal kereta kencana itu segera membuka pintu kereta kencana tersebut dan mereka segera menunduk hormat ketika ratu yang ada di dalam nya keluar. nyai ratu itu berjalan di atas air dan kemudian berdiri di depan kereta kencana nya. ia lalu mengusap kepala kuda yang menarik kereta kencana itu dan kemudian ia berdiri anggun menatap ke arah ketiga laki-laki beda usia yang ada ditepi danau itu.


Senyuman ratu yang cantik itu terpampang jelas dimata Rehan dan Pak Alex. senyuman mengandung kekuatan menarik perhatian lawan jenis pun sengaja ia pamerkan terhadap kakek tua yang ada disamping Dendi dan pak Alex. hal tersebut ia lakukan untuk meluluhkan hati ketiga lelaki beda usia itu.


"selamat datang didanau bening ini, apa kalian bertiga ingin menyeberangi danau milik kekuasaan ku ini???" ujar suara ratu tersebut dengan suara lemah lembut bercampur *******.


Dendi dan pak Alex yang mendengar nya pun menjadi merinding, tetapi kakek tua yang ada didekat mereka terlihat biasa saja.


"betul nyai, tetapi kami tak punya perahu untuk menyeberangi danau luas ini." ujar pak Alex menjawab nya tanpa ragu lagi.

__ADS_1


"oh soal itu tak usah kalian pikirkan, aku akan pinjamkan perahu untuk kalian bertiga." ucap nya berwibawa, lalu Nyai Ratu itu berjalan semakin mendekati tepi danau bening itu.


Dendi yang sejak tadi ditatap terus oleh ratu tersebut pun segera menundukan kepala nya karena ia tak kuat jika lama-lama terus menatap ratu yang berpakaian minim serba tembus pandang itu. lalu pak Alex bertanya lagi setelah nyai ratu itu berdiri agak jauh dari kereta kencana nya berada.


"maaf sebelum nya, nyai ini siapa ya? apa nyai sejenis siluman atau jin. atau manusia seperti kami yang tinggal di dimensi alam gaib??? maklum kami bertiga orang yang tersesat dan baru memasuki daerah sini. jadi wajar kami tak mengenal siapa nyai ratu ini."


"hihihi, kalian ini padahal mempunyai ilmu kebatinan tapi tak bisa menerawang siapa aku ini sebenar nya? hmm tak apa, mungkin ilmu kalian bertiga belum cukup mumpuni untuk melihat siapa aku sebenar nya ini." ujar nyai ratu itu bernada menyombongkan diri, lalu ia berkata meneruskan ucapan nya lagi setelah ketiga lelaki beda usia itu terlihat kagum kepada nya.


"perkenalkan nama ku Nyai Ratu Lembah Asmara. aku penguasa Kerajaan Banyu Asmara yang ada di alam siluman dan bertempat di dasar terdalam danau bening ini. mungkin kalian sudah tak kaget mendengar sebuah kerajaan yang berada di dasar danau atau didasar lautan, karena aku melihat kalian bertiga memiliki indera ke enam dan ilmu kebatinan yang masih belum matang." ucapan sombong dan angkuh dari Nyai Ratu Lembah Asmara membuat Dendi dan pak Alex semakin memasang wajah penuh kekaguman dan membuat nyai ratu itu semakin besar kepala.


Kakek tua yang sejak tadi berpura-pura seperti seorang kakek tua renta yang bungkung dan bertampang pikun pun berkata dengan suara serak bergetar.


"kata siapa??? justru kedatangan kalian bertiga ini adalah sesuatu yang aku tunggu-tunggu selama ini." ucapan tersebut membuat Dendi dan pak Alex pura-pura tak mengerti maksud perkataan nyai ratu tersebut.


Padahal Dendi dan pak Alex sudah diberi tahu oleh kakek tua agar mereka berpura-pura tak tahu menahu akan ucapan nyai ratu itu dan juga untuk tetap berhati-hati agar jangan sampai tertarik akan kemolekan tubuh serta wajah cantik nya itu. ucapan nyai ratu tadi segera di jawab oleh kakek tua itu,


"jadi nyai ratu punya perahu? bagaimana cara nya nyai ratu meminjamkan perahu untuk kami???"

__ADS_1


"oh soal itu sangat mudah sekali, tetapi ada syarat nya."


"apa itu nyai???" tanya Dendi mencoba bertanya.


"syarat nya hanya kalian bertiga harus ikut ke istana ku dulu untuk istirahat dan setelah itu baru aku akan meminjamkan perahu gaib ku kepada kalian bertiga. bagaimana apa kalian mau???" pak Alex dan Dendi menatap kakek tua, seakan mereka meminta pertimbangan terhadap kekak tua itu.


Kakek tua yang ditatap itu pun bergumam menatap nyai lembah asmara seraya berkata.


"hmm baiklah kalau begitu, tapi kami pun minta syarat juga kepada mu. nyai ratu lembah asmara."


"apa itu syarat nya???" tanya nyai ratu dan kakek tua itu segera berkata tanya.


"apakah nyai ratu sedang menawan seorang jin qorin perempuan untuk di tebus dengan cincin ini???" Dendi dan pak Alex tercengang kaget mendengar ucapan kakek tua tadi. mereka menyangka ucapan kakek tua itu menyebut Noni Diandra yang sedang ditawan oleh nyai ratu tersebut, padahal mereka awal nya menyangka bahwa Noni Diandra sedang ditawan oleh Dukun Ceking yang menawan cucu bungsu kakek tua itu juga. Dendi dan pak Alex semakin bingung dengan ucapan kakek tua itu sampai-sampai mereka tak sempat melihat kakek tua itu telah mengambil cincin mahkota iblis yang ada di jari tangan Dendi secara gaib.


Kakek tua itu dengan cepat menunjukan cincin mahkota iblis yang di pegang nya dan mata cincin nya di arahkan kepada nyai ratu tadi. Dendi dan pak Alex langsung membelalakan mata nya melihat kakek tua itu memegang cincin yang ada pada Dendi. nyai lembah asmara saat itu langsung tersentak kaget akan menerima serangan tak disangka-sangka itu. sinar silau berwarna kemerahan sebesar lidi yang keluar dari cincin itu pun melesat cepat ke arah nya.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2