DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
MANUSIA KAYU


__ADS_3

NONI Diandra yang sudah berhasil kabur dari istana banyu asmara itu, kini sedang berada di sebuah padang rumput yang luas. padang rumput itu hanya ditumbuhi rumput setinggi mata kaki orang dewasa saja dan ada satu pohon besar tapi pendek. sebelum nya Noni Diandra yang sudah berhasil kabur dari istana banyu asmara itu terus saja terbang tak tentu arah dipadang rumput itu untuk mencari jalan keluar menuju ke alam manusia.


Ia tahu diri nya berada dialam siluman dan seumur hidup nya ia belum pernah sama sekali masuk dan keluar ke alam siluman seorang diri. ia seakan terjebak di alam siluman itu dan kini ia segera terbang turun ke arah pohon besar yang ada di padang rumput itu.


"capek sekali aku sejak tadi hanya memutar-mutar saja ditempat ini! tak ada jalan keluar dan tak ada petunjuk! bagaimana cara nya aku keluar dari padang rumput ini?! seumur hidup ku belum pernah aku keluar masuk ke alam siluman kecuali keluar masuk ke dimensi jin dan manusia." ucap hati nya dongkol dan terus saja ia membatin seperti itu.


Noni Diandra terus saja merenung dibawah pohon besar dan rindang itu. ketika ia merenungkan terus akan apa yang sedang ia pikirkan itu, tiba-tiba ada suara lelaki tua bernada besar yang mengagetkan nya.


"sedang apa kau nona manis...???" Noni Diandra tersentak kaget dan ia segera waspada dengan memutar-mutar tubuh nya mencari sumber suara itu berasal.


"siapa kau!? tunjukan batang hidung mu!" bentak Noni Diandra mulai marah.


"hohoho..., seharus nya aku yang bertanya kepada mu tentang siapa kau dan sedang apa lau berada di sini." ucapan suara seperti kakek tua itu terdengar jelas diatas nya Noni Diandra dan pada saat itu Noni Diandra segera menatap ke atas pohon besar itu dan disaat itulah ia tersentak kaget.


"hohoho..., jangan takut nona manis..., aku bukan mahluk yang jahat seperti yang ada didalam pikiran mu itu." Noni Diandra mengerutkan dahi nya dan bertanya,


"baru kali ini aku melihat pohon mempunyai wajah seperti kakek-kakek tua!?"


"hohoho apa kah kau baru pertama kali masuk ke alam siluman ini hingga kau tak mengenaliku???" tanya pohon besar tua bercabang banyak itu.


"darimana kau tahu kek???"


"mudah saja..., kakek bisa membaca isi pikiran mu saat ini nona manis." Noni Diandra memasang wajah percaya tak percaya. lalu ia pun bertanya,


"coba kalau kakek tahu isi dalam pikiran ku ini, coba tebak aku saat ini sedang memikirkan apa???" pertanyaan Noni Diandra tadi segera dijawab oleh pohon besar itu.


"kakek melihat isi pikiran mu itu sedang memikirkan seorang pemuda tampan yang saat ini sedang berada tak jauh dari tempat kita berada."

__ADS_1


"benarkah!? dimana arah nya!?" tanya Noni Diandra kaget akan tebakan benar nya pohon tua itu.


"arah nya berada dibelakang mu dan sangat mustahil untuk kau gapai."


"mengapa mustahil kek???" tanya Noni Diandra.


"jika kau tak memiliki ilmu tinggi, raga mu ini akan tersesat ke alam dimensi siluman lain. tetapi aku tahu cara nya agar kau bisa sampai ditempat kekasih mu itu."


"bagaimana cara nya??? apa kau bisa memberitahu ku???"


"mudah saja..., tapi ada syarat nya."


"apa itu kek???" tanya Noni Diandra dan pohon besar tua itu pun berkata.


"tolong patahkan semua dahan ranting-ranting kecil ku ini dan tancapkan semua nya diarea padang rumput ini."


"lakukan saja apa yang kakek pinta itu."


"aku tak mau melakukan nya jika kakek tak mau memberitahukan maksud nya kepada ku."


"hmm kau ini keras kepala juga. tapi baiklah kakek akan menjelaskan maksud dari syarat ku itu berawal dari siapa kakek ini sebenar nya."


"baiklah aku akan mendengarkan cerita Dongeng mu itu kakek Pohon yang bisa Berbicara." ujar Noni Diandra mulai tertarik dan kemudian pohon tua itu pun mulai mendongeng tentang siapa diri nya itu.


"padang rumput ini, awal nya adalah sebuah hutan yang rimbun dan dipenuhi oleh bermacam-macam satwa liar berjenis siluman. kakek ini dulu nya adalah siluman yang menyerupai manusia dan kakek memiliki ras sendiri yang bernama Manusia Kayu."


"manusia kayu!? baru kali ini aku mendengar nya." ujar Noni Diandra dan pohon tua itu pun lanjut berbicara lagi.

__ADS_1


"ras kakek dulu nya banyak menghuni hutan rimba ini dan kami memiliki rumah dan kepala suku. kehidupan kami dari dulu damai-damai saja, hingga suatu ketika datang sepasang muda-mudi yang mengaku bernama Nyai Lembah Asmara dan Prabu Murdawira." ucapan tentang dua nama yang asing bagi Noni Diandra itu hanya dianggap biasa saja karena ia tak tahu bahwa Nyai Lembah Asmara itu adalah nama asli putri duyung yang menculik nya itu.


Noni Diandra masih mendengarkan cerita lanjutan dari pohon tua itu dan tak memperdulikan dua nama yang disebut tadi.


"sepasang muda-mudi itu datang kemari ingin menjadikan hutan rimba ini sebagai tempat bagian dari kekuasaan nya dan kepala suku kami menolak. akhir nya ras kami semua nya bertarung melawan sepasang muda-mudi itu dan pada akhir nya kami kalah ilmu walaupun jumlah ras kami ratusan orang."


"lalu setelah ras kakek dikalahkan?"


"setelah itu, para manusia kayu yang masih hidup dipaksa untuk ia jadikan budak mereka. pada saat itu aku tetap melawan walaupun keluarga ku sudah banyak yang menyerah dan tewas. hingga akhir nya aku dikalahkan oleh ilmu sihir mereka dan hingga kini raga ku menjadi pohon seperti ini." Noni Diandra hanya manggut-manggut saja mendengar nya, kemudian Noni Diandra bertanya lagi.


"lalu mengapa hutan rimba itu berganti menjadi padang rumput seperti ini???"


"semenjak ras manusia kayu musnah dihutan rimba ini, perlahan pohon-pohon besar dan rindang semua nya mati secara serentak dan membuat para satwa liar segera pergi mencari tempat lain."


"memang nya hubungan nya pohon disini dan ras manusia kayu apa kek???"


"hubungan nya adalah kami sebagai ras manusia kayu, selalu merawat semua pohon yang ada disini. mungkin ketika pohon-pohon itu tak ada yang merawat nya lagi, secara serentak para pohon itu mati semua nya."


"hmm jadi begitu..., lalu mengapa hanya tinggal kakek saja yang masih ada???"


"karena kakek ini memiliki ilmu panjang umur dan entah kapan kakek akan mati. padahal kakek sudah memohon kepada hyang widi wasa untuk segera mencabut nyawa kakek. tetapi tetap tak dikabulkan hingga kakek pun melakukan semedi batin agar kakek bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang."


"lalu apakah kakek mendapatkan petunjuk dari semedi batin itu???"


"ada..., yaitu dengan cara menanamkan semua ranting yang berdaun ditanah padang rumput ini. jika hal itu sudah dilakukan, maka kakek akan mati dengan tenang."


"hmm jadi begitu, menurutku masuk akal juga petunjuk tersebut. baiklah jika begitu, aku sanggup untuk melakukan syarat mu itu kek. tapi setelah itu jangan lupa berikan jalan petunjuk bagiku untuk menemui kekasih ku itu."

__ADS_1


"baiklah, kakek tak akan pernah mengingkari janji." setelah kakek tua berkata begitu, Noni Diandra pun segera melakukan apa yang di inginkan oleh kakek tua itu.


__ADS_2