
RANTING-Ranting pohon hidup itu sedang dipatah-patahkan oleh Noni Diandra diantara batang ranting ke dahan besar nya. pohon tua itu tetap merasakan sakit dan meringis ketika Noni Diandra mematahkan ranting-ranting nya itu.
"kau kesakitan kek? aku tak tega melihat kakek jika kakek terus merasakan kesakitan ketika aku patahkan ranting-ranting cabang kayu ini."
"tak apa-apa nona manis, teruskan saja. lagi pula rasa sakit ini belum seberapa parah nya dengan rasa sakit dari kutukan ku ini."
"baiklah jika kakek tetap bersikeras." lalu Noni Diandra pun pasrah dan segera melanjutkan pekerjaan nya itu.
Ranting-ranting pohon yang dipatahkan oleh Noni Diandra itu masih berdaun dan semua nya ia kumpulkan dibawah pohon tersebut. Noni Diandra terus saja terbang naik turun seperti itu sampai ranting yang berdaun itu habis dipatahkan oleh nya. disamping itu, Dendi pak Alex dan kakek tua itu masih berada ditempat semula.
Mereka sudah melepaskan siluman ular yang sebelum nya mereka tangkap itu setelah siluman ular itu menjelaskan tentang dikuburnya hidup-hidup suami Nyai Lembah Asmara akibat penyakit yang diderita nya itu. kini ketiga sukma itu sepakat ingin Membebaskan Kutukan Siluman Ular itu dari kutukan Nyai Lembah Asmara dengan cara kakek tua yang terbilang sakti itu ingin mencoba menarik kutukan tersebut dengan ilmu sihir nya.
"baiklah kakek akan mencoba melepaskan kutukan sihir itu memakai ilmu sihir yang dimiliki kakek."
"apa kakek yakin bisa melakukan nya???" tanya Dendi dan kakek tua itu pun menjawab nya.
"entahlah akan kakek coba dulu." lalu kakek itu segera berkata kepada siluman ular yang sudah ditaruh ditanah berumput itu.
"pejamkan mata mu, kakek akan mencoba menarik kutukan itu."
"baik kek." ujar suara kecil siluman ular itu dan kakek tua itu pun segera duduk bersila ditanah berumput itu dengan menghadap ke arah siluman ular itu berada.
__ADS_1
Dendi dan pak Alex pun memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh kakek tua itu dan terlihat gerakan tangan kakek tua itu seperti orang yang melakukan gerakan silat. tiba-tiba dari ke sepuluh jemari kakek itu keluar sinar berwarna perak seperti aliran listrik menyambar ke arah siluman ular itu berada. sinar tersebut menyelimuti tubuh siluman ular kecil itu dan membuat siluman ular itu menggelepar-gelepar seperti cacing kepanasan. Dendi dan pak Alex masih memperhatikan apa yang akan terjadi kepada siluman ular itu selanjut nya. seketika itu juga asap mengepul menutupi sosok siluman ular itu dan asap itu terus membungkus hingga ukuran nya sebesar manusia pada umum nya. Dendi dan pak Alex belum bisa menebak apakah mantera sihir sang kakek itu berhasil atau gagal, dan sang kakek pun belum bisa memastikan nya karena pandangan nya pun terhalang asap tebal tersebut.
Disamping itu Gandaria segera ditugaskan oleh tuan nya yang bernama Rumpak Balung itu untuk mengikuti nya ke sebuah ruangan. setelah mereka tiba didepan pintu ruangan tersebut, Rumpak Balung pun berkata.
"di dalam ruangan ini tersimpan ramuan khusus yang aku racik untuk merubah wujud para tawanan itu menjadi wujud balatentara prajurit yang aku inginkan. wujud yang sekarang ada pada dirimu ini, adalah salah satu wujud yang aku ciptakan memakai ramuan yang aku racik itu. apa kau ingat ketika aku memberikan sebuah ramuan dalam kendi kecil itu kepada mu???"
"ya aku masih mengingat nya tuan. kala itu aku, Kodel, Gandaria dan Sarwiti yang telah menerima ramuan tersebut."
"ya kau masih ingat rupa nya, wujud yang ada pada mu saat ini bisa merubah wujud ke wujud asal mu lagi jika kau berkehendak dalam hati ingin merubah ke wujud asli mu. apa kau masih ingat akan ucapan ku kala itu???"
"masih tuanku." jawab Gandaria patuh dan Rumpak Balung pun berkata lagi.
"mengerti tuanku."
"bagus! ayo ikut aku masuk."
"baik tuanku.." lalu Gandaria pun ikut masuk ke dalam ruangan itu bersama Rumpak Balung.
Ruangan itu ternyata lumayan luas dan di terangi oleh obor-obor yang berada di setiap sisi dinding ruangan tersebut. ruangan tersebut masih berada di dalam gua nogo saliro dan posisi nya berada di dekat kamar gundik nya Rumpak Balung. diam-diam gundik nya Rumpak Balung keluar dari dalam ruangan tempat nya berada, karena ia mendengar obrolan Rumpak Balung tadi didekat kamar tersebut. setelah ia keluar dari dalam kamar pribadi nya Rumpak Balung itu, gundik nya Rumpak Balung pun membatin.
"seperti nya saat ini adalah waktu yang tepat untuk aku kabur, tetapi bagaimana caranya aku kabur??? sedangkan si dukun brengsek itu telah menanamkan kutukan terhadapku! sekarang harus bagaimana aku jika nekat pergi keluar dari gua ini???" lalu wanita tersebut segera menengok ke arah pintu ruangan yang terbuka dan ia lalu menengok ke dalam nya.
__ADS_1
Disana ia melihat Rumpak Balung dan Gandaria sedang berbincang membelakangi pintu masuk tersebut. didepan mereka berdua ada rak-rak yang terbuat dari kayu dan terlihat tertata rapi kendi-kendi kecil ratusan jumlah nya di rak tersebut. perempuan itu masih memperhatikan apa yang sedang diobrolkan dan dilakukan oleh Rumpak Balung serta Gandaria itu.
Terdengar Gandaria berkata kepada Rumpak balung,
"banyak sekali kendi itu tuan? apakah satu kendi kecil ini hanya untuk satu orang saja???"
"iya memang cukup untuk satu orang saja, tapi apa kau pikir para tawanan itu akan mau meminum ramuan ini dengan sendiri nya???" tanya Rumpak Balung kepada Gandaria.
"seperti nya mereka akan menolak tuan ku, lebih baik kita paksa saja mereka untuk meminum nya."
"ya ada bagusnya mereka kita paksa saja satu persatu.., baiklah bawa satu tawanan dulu dipenjara sangkar mantera itu dan usahakan buat tawanan itu pingsan dulu. jika tidak kau buat pingsan, aku tak menginginkan kepala mu ku penggal hanya karena kesalahan kabur nya tawanan itu ketika kau lepas." Gandaria langsung tegang mendengar ucapan tuan nya itu mengancam nya seperti itu.
"baik tuanku! aku akan lakukan tugas ini dengan baik!" ujar nya tegas dan kemudian Rumpak Balung berkata.
"bagus.., lakukan segera!" setelah Rumpak Balung berkata begitu, Gandaria segera pergi keluar dari ruangan itu dan perempuan yang tadi mengintip itu segera pergi masuk ke dalam ruangan nya lagi.
"hampir saja dia melihatku!" ujar wanita itu sedikit cemas dan kemudian ia melihat Gandaria melintas didepan ruangan kamar tempat gundik nya Rumpak Balung berada.
Pada saat itu gundik nya Rumpak Balung pun segera keluar lagi dan ia mempunyai Rencana tersendiri terhadap Rumpak Balung. ia langsung masuk ke dalam ruangan tempat Rumpak Balung berada dan langkah nya terdengar oleh Rumpak Balung.
"mau apa kau masuk ke dalam ruangan ini??? sana masuk lagi ke dalam kamar!" ujar Rumpak Balung sembari membalikan badan nya ke arah kedatangan perempuan yang selama ini ia anggap sebagai gundik pemuas napsu nya itu.
__ADS_1