DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
BELAJAR ILMU MERAGA SUKMA


__ADS_3

ANGIN Malam berhembus lumayan besar dan membuat kobaran api unggun itu semakin membesar. Dendi dan pak Alex sudah merasakan ada kejanggalan diarea dekat mereka dan ternyata benar apa yang mereka perkirakan. muncul sesosok perempuan berpakaian dayang pada suatu kerajaan.


Pak Alex segera bertanya kepada sosok dayang yang tadi datang dan kini berada di dekat api unggun yang kini nyala nya sudah tenang kembali.


"apakah kau sosok dayang yang sebelum nya telah menolong kami???" pertanyaan tersebut tak langsung dijawab, karena sosok dayang itu tiba-tiba menghilang lagi.


"heran sekali!? mengapa setiap kali bapak tanya sosok itu selalu diam membisu??? tetapi kenapa sekarang ia menghilang begitu saja???" ucap pak Alex mengobrol sendiri dan ketika ia menatap ke arah Dendi, anak itu sudah tertidur dengan bersandar akar pohon di belakang nya.


"lho sejak kapan dia tertidur??? bukankah dia tadi masih bangun???" ujar pak Alex terheran-heran terhadap Dendi.


Pak Alex mencoba membangunkan Dendi dan tak lama Dendi segera tersadar dan bangun.


"kamu kenapa tiba-tiba pingsan Den???" tanya pak Alex dan Dendi segera menjawab nya.


"aku melihat sosok dayang tadi didekat api unggun itu pak, tapi tiba-tiba kepala ku pusing dan pandangan ku gelap. setelah itu aku tak ingat sesuatu pak."


"aneh sekali?! apa maksud kedatangan sosok dayang tadi ya??? sudah dua kali dia datang dan tak mengatakan sesuatu kepada kita." ujar pak Alex sedikit bingung dan Dendi lalu bertanya,


"sebelum aku pingsan tadi, seperti nya aku mendengar suara bisikan dari sosok dayang tadi pak."


"apa yang kau dengar itu Den???" Dendi merenung sejenak mengingat-ingat nya.


Kemudian Dendi menatap pak Alex dan berkata,

__ADS_1


"aku mendengar kata 'Cepat Kuasai Ilmu Meraga Sukma Dan Kau Akan Bertambah Kuat'. hanya itu yang aku dengar pak." pak Alex mengerutkan dahi nya dan kemudian berkata,


"mungkinkah sudah saat nya kamu mempelajari ilmu meraga sukma? seperti nya ini adalah waktu yang tepat untuk mu mempelajari nya Dendi."


"aku sudah siap kapan pun waktu nya pak!" ujar Dendi patuh dan bersemangat.


Pak Alex tersenyum melihat semangat Dendi yang membara itu, lalu pak Alex pun memulai mengajari Dendi untuk memulai melakukan ilmu meraga sukma itu.


"pertama-tama kita harus bersila seperti orang yang akan melakukan semedi. kedua, pejamkan mata mu dan fokuskan pikiran mu pada satu titik yang ada didepan pandangan mu. ketiga atur nafas mu secara berulang kali sampai nafas mu merasa lega dan tenang. ke empat, katakan dalam hati mu untuk bisa melakukan 'Raga Sukma' kepada alam bawah sadar mu secara terus menerus. kelima, rasakan dan bayangkan Sukma atau Ruh mu itu keluar dari tubuh mu secara perlahan-lahan dan ke enam baca doa kepada tuhan agar kita diberi keselamatan dalam melakukan meraga sukma ini. apa kamu memahami nya Dendi???"


"baik saya sudah memahami nya pak!"


"bagus! kau sudah mempunyai dasar ilmu nya, tinggal poin ke lima dan ke enam saja yang harus kau pelajari betul-betul."


"baik pak! apa sudah bisa dimulai sekarang???" tanya Dendi lagi tak sabaran dan pak Alex mengangguk menyuruh Dendi untuk memulai nya.


"terus fokuskan indera ke enam mu untuk bisa menembus dimensi alam gaib dan jika kau berhasil, seterus nya kau akan mudah melakukan nya kapan pun kau mau." ujar pak Alex lagi dan apa yang pak Alex ucapkan itu memang didengar oleh Dendi.


Agak lama Dendi melakukan hal tersebut akhir nya Dendi bisa juga dan bisa menguasai nya walaupun masih belum stabil. sukma Dendi sudah keluar dan kini ia berdiri didekat raga nya yang masih dalam posisi bersila dan kedua tangan nya berada dipaha. pak Alex menatap ke arah sukma Dendi yang wujud nya transparan berkata,


"cobalah kau cari keberadaan Noni Diandra itu sekarang memakai Sukma mu ini. jika sewaktu-waktu kau mengalami kendala diperjalanan mu, segera kembali ke raga mu ini. cara nya kau pejamkan mata mu dan perintahkan alam bawah sadar mu untuk kembali ke raga mu. apa kau mengerti???"


"aku mengerti pak." ujar Dendi dan pak Alex pun segera menyuruh Dendi untuk melakukan perjalanan meraga sukma nya mencari Noni Diandra berada.

__ADS_1


Sementara itu pak Alex menjaga raga Dendi dari sengatan nyamuk ataupun dari gangguan mahluk halus yang jahil penunggu hutan itu yang sering kali menganggu pak Alex dan Dendi sebelum nya. kegelapan malam itu tak menjadikan perjalanan Dendi terhambat ataupun tersesat. sukma Dendi terlihat terbang melesat bagai burung rajawali dikegelapan malam. Dendi melesat cepat ke arah depan yang dimana ia merasakan energi Noni Diandra berada disana.


Hutan belantara yang ukuran nya luas dan lebar itu hanya mampu digapai setengah jam saja oleh Dendi karena kecepatan terbang nya yang sangat cepat. ketika Dendi berada di ujung hutan tersebut, ia melihat cahaya api berpijar-pijar dibawah nya. ia lalu turun melesat ke bawah menuju pijaran api itu berada, ternyata ia telah balik lagi ke tempat nya semula. pak Alex yang saat itu sedang merokok pun tersentak kaget melihat Dendi sudah ada didekat nya.


"bagaimana perjalanan mu nak???"


"aku tak menemukan apa-apa pak."


"maksud mu???" tanya pak Alex tak mengerti, lalu Dendi menjelaskan nya.


"semenjak aku pergi tadi, aku hanya melihat pohon-pohon besar dan para mahluk penghuni nya saja. padahal aku sudah terbang cepat ke arah energi dimana Noni Diandra berada. tetapi ketika aku tiba dipembatas hutan belantara ini, tiba-tiba aku melihat pijaran api dan ternyata aku malah kembali lagi kemari."


"begitukah??? seperti nya ada yang tak beres dihutan ini." ujar nya sedikit waspada dan Dendi pun bertanya,


"maksud bapak bagaimana???"


"kemarilah nak." lalu Dendi mendekati pak Alex dan pada saat itu juga Dendi segera terlempar kebelakang nya."


Dendi tak sempat menghindar karena kelebatan pukulan tangan pak Alex tadi sangat cepat. Dendi tak merasakan sakit ditubuh nya, tetapi ia tetap memiliki rasa kaget didalam jiwa nya itu. ia heran kepada pak Alex yang tiba-tiba saja memukul nya seperti tadi.


"apa maksud bapak memukulku???"


"aku tak memukulmu! kau terlempar sendiri!" ujar suara pak Alex ngotot dan membuat Dendi agak sanksi mendengar nya.

__ADS_1


"tadi aku melihat kelebatan tangan mu menghajar ku pak!" ujar Dendi menegaskan dan pak Alex berjalan mendekati Dendi seraya berkata,


"maksud mu seperti ini!" bukkk! kali ini tendangan keras mengenai pinggang Dendi dan Rasa nya itu itu sangat nyata sekali.


__ADS_2