
RATU Pemuas gairah yang memiliki nama asli Nyai Lembah Asmara itu sudah tiba di singgasana istana nya. ia duduk sembari dikipasi oleh dua pelayan laki-laki dikanan dan kiri nya. ia lalu menepuk tangan nya satu kali dan kemudian beberapa pelayan perempuan mendekati singgasana ratu itu.
"ambilkan mustika bola cermin ku yang ada di ruangan pribadi ku."
"baik nyai ratu." ujar para pelayan itu dan mereka segera pergi mengambil barang yang di inginkan oleh Nyai Lembah Asmara itu.
Sambil menunggu para pelayan nya tiba, ia pun membatin.
"seharus nya dua manusia itu sudah tiba didanau bening ini. tetapi mengapa kemunculan nya tak dirasakan oleh ku??? para prajurit yang ku perintahkan untuk menyamar menjadi buaya, apakah belum menemukan kemunculan tanda-tanda dua manusia itu???" ia terus saja membatin menerka-nerka kemana pergi nya dua manusia yang sudah ia tunggu-tunggu itu.
Mungkin jika kakek misterius yang bernama Ki Yudha Angsana itu tak melapisi gubuk tempat mereka beristirahat, para mata-mata yang menyamar menjadi buaya itu sudah pasti akan kembali ke istana untuk memberi laporan tersebut. padahal Dendi dan Pak Alex sudah mau bergerak bersama Ki Yudha Angsana menuju gunung merapi tempat Dukun Ceking yang telah menawan anak bungsu nya ki Yudha Angsana itu.
Dendi dan Pak Alex saat itu masih berada di gubuk dan sedang membereskan barang bawaan mereka yang ada didalam tas koper mereka. kakek misterius yang sejak tadi melihat barang-barang aneh yang dibawa mereka pun bertanya,
"kalian ini sebenar nya membawa apa dan apa pekerjaan kalian ini?"
"kami berdua sebagai detektive penyidik kasus pembunuhan atau kriminal lain nya kek." ujar pak Alex dan kakek tua itu manggut-manggut.
Dendi yang saat itu sedang mengeluarkan beberapa kendi seukuran genggaman tangan nya yang terbuat dari besi itu, membuat kakek itu bertanya karena penasaran.
"tempat apa itu? kakek merasakan ada energi yang kuat didalam setiap kendi kecil itu?"
"oh ini kendi tempat untuk mengurung mahluk jahat yang susah ditaklukan kek."
"wah bagaimana cara nya kalian melawan mahluk itu? apakah dengan cara dimasukan atau kendi kecil itu bisa menyedot mahluk gaib itu???" tanya kakek itu lagi penasaran.
__ADS_1
"benar apa yang dikatakan kakek itu, disalah satu kendi ini ada mahluk yang sudah kami tangkap dan akan kami lepaskan nanti ditempat yang jauh dari keramaian."
"oh begitu, apakah mahluk yang kalian kurung itu sejenis wewe gombel???" pertanyaan kakek itu membuat pak Alex bertanya,
"bagaimana kakek bisa tahu???"
"kakek sudah melihat sendiri bagaimana kalian menaklukan wewe gombel itu ketika berada diperbatasan pintu masuk kampung terbengkalai itu." pak Alex hanya manggut-manggut saja mendengar nya.
Lalu Dendi berkata setelah ia selesai mengemas barang nya.
"sekarang kita pergi ke arah mana kek? apa kita harus menyeberangi danau luas ini?"
"tak mungkin kita bisa melewati nya tanpa perahu Den."
"benar juga pak. lalu kemana kita harus mencari jalan?" tanya Dendi lagi dan kakek tua itu berkata,
"tapi kek, bukankah kakek bisa berjalan di atas air?" tanya Dendi dan kakek itu tertawa pelan.
"memang, tapi jika kakek berjalan sampai ujung danau ini. perlu membutuhkan waktu yang tak sebentar, karena danau ini cukup luas."
"oh begitu kek." ujar Dendi manggut-manggut lalu pak Alex berkata sambil menunjuk ke arah tengah danau itu.
"lihat ditengah danau itu! seperti ada Sesosok Bayangan Hitam yang tinggi disana!" kakek tua itu dan Dendi menatap ke arah tengah danau dan mereka melihat bayangan hitam mirip pilar mercusuar muncul di atas permukaan air danau tersebut.
Bayangan itu seperti tiang tinggi namun besar, di atas nya ada sebuah bola kaca bening berukuran lumayan besar. Dendi dan pak Alex tak tahu bayangan apa yang berada ditengah danau itu dan kakek itu pun berkata,
__ADS_1
"seperti yang kalian lihat, itu adalah bayangan gaib dari benda pusaka yang terpancar dari dasar air danau ini."
"benda pusaka!?" tanya Dendi tercengang kaget dan pak Alex yang berusaha meneropong bayangan benda itu pun berkata,
"bayangan benda itu seperti sedang mengawasi para buaya yang ada area itu, tetapi mengapa para buaya itu berenang ke arah bayangan itu???" tanya pak Alex lagi dan Dendi hanya terdiam melihat keanehan itu. kakek misterius yang ada di situ pun bergumam pelan,
"seperti nya keberadaan kita disini sudah diketahui oleh penguasa danau bening ini."
"benarkah kek!?" tanya Dendi kaget dan kakek tua itu mengangguk mengiyakan.
Ternyata bayangan hitam tinggi mirip mercusuar itu berasal dari istana megah nya Nyai Lembah Asmara yang ada alam siluman dan bertempat di dasar danau berair bening itu. bayangan hitam itu muncul ketika Nyai Lembah Asmara membacakan mantera kepada bola kaca yang ia sebut mustika bola cermin. mustika itu berbentuk bulat seukuran kelapa ukuran sedang dan berwarna bening seperti kaca tembus pandang. bola mustika itu diletakan di atas meja kecil beralaskan permadani tebal.
Sebelum nya, Nyai Lembah Asmara sedang membaca mantera secara terus menerus terhadap mustika bola kaca itu dan munculah seberkas bayangan hitam melesat ke atas dan bola kaca itu pun ikut terbawa ke atas. dimeja tempat mustika bola cermin itu ditaruh sebelum nya, terdapat satu lembar kaca berukuran kotak sebesar buku tulis tengah menghadap ke arah Nyai Lembah Asmara.
Disanalah ia bisa melihat keadaan diluar istana nya atau ingin melihat keadaan di alam manusia. tetapi kali ini ia sedang mencari letak keberadaan dua manusia yang sedang ia incar itu. dengan bantuan mustika bola cermin itu, apapun mahluk yang terpantau dan berada dalam jangkauan mustika bola kaca itu diluaran sana. pasti akan tetap terlihat jelas walaupun mahluk itu terhalang pohon atau memakai perisai gaib sesakti apapun.
Nyai Lembah Asmara awal nya hanya melihat mahluk-mahluk gaib penghuni pohon dan daratan yang tak memiliki ilmu tinggi. tetapi ketika mustika bola kaca itu memutar ke arah gubuk tempat pak Alex dan Dendi berada, terlihatlah oleh Nyai Lembah Asmara manusia yang sedang ia incar itu.
Maka dari itu ia segera menarik semua prajurit nya yang menyamar menjadi buaya itu ke dalam bayangan hitam itu dan sesudah semua prajurit nya berkumpul. tiba-tiba bayangan hitam itu lenyap bersamaan dengan para buaya yang mengelilingi nya. Dendi dan Pak Alex tersentak kaget melihat bayangan hitam itu mendadak hilang secara gaib, tetapi kakek misterius yang ada disamping mereka berkata.
"persiapkan diri kalian! kakek merasakan akan ada bahaya yang mengancam kalian berdua!"
"bahaya apa kek!?" tanya Dendi heran.
"penguasa danau bening ini sedang mengincar kalian berdua untuk dijadikan budak napsu nya, terlebih lagi kau memakai cincin ini. semakin bernapsu saja ratu siluman air itu untuk menangkap kalian berdua." Dendi dan Pak Alex saling tatap seakan bingung harus bertindak bagaimana menghadapi bahaya itu.
__ADS_1
...*...
...* *...