
KETIGA Sukma Dendi, pak Alex dan kakek tua yang awal nya ingin pergi ke dimensi alam siluman mengalami kendala diperjalanan mereka. ketika ketiga nya sampai di dimensi istana banyu asmara, ketiga nya dihadang oleh seekor ular raksasa berkulit sisik hijau tua dan dikepala nya terdapat mahkota seorang raja. wajah ular raksasa tersebut nampak sangat menakutkan dan gigi taring nya sangat panjang dan tajam. ular raksasa itu langsung menyerang ketiga sukma tersebut tanpa basa-basi lagi dan membuat ketiga sukma itu segera menghindari nya dulu untuk mengatur siasat melawan ular raksasa tersebut nanti.
Disamping itu, Nyai Lembah Asmara sedang berjalan mengendap-endap di belakang Kodel yang tak menyadari bahwa ia sedang terancam bahaya dari arah belakang nya. ketika mereka tiba di lorong yang agak luas, Nyai Lembah Asmara segera menghentakan jari nya dengan pelan dan keluarlah sinar kuning sebesar kedongdong melesat cepat ke arah punggung Kodel.
Nyai Lembah Asmara sudah yakin bahwa serangan nya itu mengenai sasaran. tetapi tiba-tiba saja Kodel menghilang dan serangan Nyai Lembah Asmara tadi menghantam dinding lorong tersebut.
jgaaarrrrr...!! ledakan keras tersebut terdengar oleh Santeba dan Gandaria yang posisi mereka agak jauh dari lokasi tersebut. Nyai Lembah Asmara melototi kemana pergi nya Kodel,
"sialan! mengapa serangan ku sampai meleset!? menghilang kemana si kerdil buruk rupa itu!?" umpat nya kesal. tiba-tiba saja Nyai Lembah Asmara langsung berjumpalitan ke depan karena ia merasakan ada bahaya dari arah belakang nya.
Ternyata memang benar, Kodel sudah ada dibelakang Nyai Lembah Asmara dengan posisi sedang menikam tombak pusaka nya ke tempat Nyai Lembah Asmara berdiri tadi.
"hebat sekali kau mampu menyadari keberadaan ku Nyai!" ujar Kodel yang tersenyum sinis kepada Nyai Lembah Asmara yang kini sudah berdiri menghadap nya agak jauh.
"kalau aku tak hebat tak mungkin aku bisa memiliki kerajaan dan menyandang gelar 'Ratu' tolol!" bentak Nyai Lembah Asmara sudah semakin emosi karena istana nya semakin hancur akibat serangan nya sendiri.
Kodel baru saja ingin menjawab ucapan Nyai Lembah Asmara tadi, tapi tiba-tiba Nyai Lembah Asmara segera melesat cepat ke arah Kodel
__ADS_1
prangg...!! traangg...!! suara besi beradu tersebut berasal dari tombak kodel yang menahan serangan Nyai Lembah Asmara yang memakai rencong. pusaka rencong tersebut ia ambil ketika ia berada didalam ruangan pribadi nya dan ia sengaja memakai rencong pusaka itu untuk melawan musuh yang memiliki senjata pusaka.
Lalu Nyai Lembah Asmara segera meludah ke arah wajah Kodel dan Kodel segera menghindari nya. tombak pusaka nya lalu ia sodok ke depan dan Nyai Lembah Asmar segera berjungkir balik ke atas.
duarrrrr...!! suara ledakan tadi berasal dari sinar berwarna biru sebesar telur yang keluar dari ujung tombak pusaka nya Kodel.
Nyai Lembah Asmara segera menyerang Kodel lagi memakai rencong pusaka nya dan Kodel pun menangkis serangan tersebut. perkelahian saling serang dan bertahan tersebut membuat lorong tersebut hancur sebagian dan menembus sampai ke ruangan tengah istana. disatu kesempatan, Nyai Lembah Asmara segera meludahkan air ludah nya yang beracun itu ke arah Kodel yang sejak tadi terus saja menangkis serangan Nyai Lembah Asmara. Kodel yang sudah kelelahan tersebut segera menghindari nya dengan gerak naluri nya ke arah kiri.
Serangan air liur tersebut berhasil dihindari oleh Kodel, tetapi ternyata itu hanya tipuan Nyai Lembah Asmara belaka saja. Kodel yang menyangka diri nya sudah berhasil menghindar itu, ternyata terkena ludahan air liur beracun tersebut. ternyata, pandangan mata kodel sudah berhasil dibuat buta sementara oleh Nyai Lembah Asmara melalui pandangan mata nya. ilmu pengalihan netra yang jarang sekali dipakai oleh Nyai Lembah Asmara pun berhasil dipakai untuk mengecoh pandangan Kodel.
"hahaha! rasakanlah racun ludah bacin ku itu mahluk sialan! dalam hitungan dua puluh helaan nafas kau akan secepat nya mati membusuk!" bentak Nyai Lembah Asmara dan Kodel saat itu mulai kejang-kejang dan mulut nya berbusa. kedua mata nya semakin melotot seakan ia sedang merasakan sakit nya dicabut nyawa secara paksa. senyum seringai angkuh kemenangan mulai nampak terhias diwajah Nyai Lembah Asmara.
Pada saat itu datang Gandaria dan mata nya terbelalak melihat Kodel dalam keadaan sekarat.
"Kodeeel!?" ujar Gandaria kaget dan Nyai Lembah Asmara lalu berkata.
"sekarang giliran kau yang mati mahluk berbulu! hiaaat!" lalu Nyai Lembah Asmara melemparkan rencong nya ke arah Gandaria berdiri.
__ADS_1
tranggg...! pedang besar Gandaria berhasil menghancurkan rencong pusaka tersebut dan membuat Nyai Lembah Asmara mendelik tak percaya.
"jangan remehkan aku kau Nyai!! pedang genting guntur yang aku gunakan ini mampu mencincang daging tubuh mu yang sudah keropos itu!!"
"brengsek kau mengatakan ku seperti itu!! tak ada ampun bagi mu setan alas!! haiaaah!!" teriak Nyai Lembah Asmara yang sudah marah besar itu.
Hentakan tenaga dalam sinar berwarna hijau sebesar kelapa muda keluar dari telapak tangan kanan nya Nyai Lembah Asmara dan melesat cepat ke arah Gandaria. Gandaria segera menghindar ke samping kiri nya dan menghentakan ujung pedang panjang dan besar nya itu. ledakan terjadi lagi dan kali ini lebih besar dari sebelum nya. serangan dari Nyai Lembah Asmara tak mengenai sasaran dan menghantam pilar istana nya itu. serangan dari Gandaria pun berhasil di hindari juga oleh Nyai Lembah Asmara dan menghantam dinding lorong dibelakang nya.
Gandaria tercengang kaget melihat ke arah belakang Nyai Lembah Asmara. ternyata serangan nya itu telah mengancurkan tembok ruangan pribadi nya Nyai Lembah Asmara yang didalam nya banyak sekali perhiasan dan pusaka-pusaka sakti. Gandaria masih tercengang tak percaya akan isi ruangan terang oleh obor itu.
Pada saat itu Nyai Lembah Asmara segera pergunakan ilmu ajian rawa asmara nya. Nyai Lembah Asmara pun memanggil nama Gandaria dengan lemah lembut.
"Gandaria sayaaang. lihatlah belahan dada ku ini, enak dipandang bukan???" Gandaria yang awal nya masih bengong melihat isi ruangan pribadi itu segera menatap Nyai Lembah Asmara.
Pikiran nya mulai terpengaruh dengan hayalan kotor untuk mencicipi tubuh Nyai Lembah Asmara. seringai napsu mulai membias diwajah Gandaria dan mata nya terlihat berkesan nakal menatap Nyai Lembah Asmara.
"kemarilah sayang ku...., apa kau tak mau mencicipi belahan paha ku ini???" Rayuan Maut dari ilmu ajian rawa asmara itu membuat Gandaria semakin terpesona. lalu Nyai Lembah Asmara segera menyingkapkan kain penutup barang kewanitaan nya itu dan nampaklah daging terbelah berwarna merah jambu dengan bulu-bulu halus tumbuh di atas nya dan membuat Gandaria semakin tertegun melototi nya.
__ADS_1