
SETITIK Cahaya putih samar-samar melesat cepat dari atas pohon ke pohon lain nya. cahaya putih itu adalah Noni Diandra yang melarikan diri dari dalam gua tempat nya dipenjara. sosok yang melihat cahaya putih itu adalah Buto ijo yang bernama Santeba. ia sebenar nya sedang pergi mencari makanan karena pekerjaan nya hanya tidur saja, ia pun mulai lapar dan mencari makanan dibawah lereng gunung tersebut.
Ketika Santeba memetik buah di salah satu pohon besar, ia melihat setitik cahaya putih itu melesat cepat semakin menjauh dari tempat nya berada.
"cahaya apa itu!? seperti sosok perempuan sedang terbang dari pohon ke pohon!? ah mungkin itu sosok kuntilanak yang takut melihat ku barangkali." ujar nya berprasangka baik dan ia segera kembali ke gua sembari membawa makanan buah yang ia petik sebelum nya.
Didalam gua tempat Noni Diandra ditahan sebelum nya, terdengar berisik sekali suara Kodel meminta tolong memanggil tuan nya. tuan nya yang ternyata adalah salah satu dukun sesat itu pun segera menuntaskan hubungan badan nya.
"ada apa lagi si Kodel itu berteriak-teriak seperti itu!? apa dia tak tahu bahwa aku sedang bercocok tanam!?" ujar nya setelah ia menuntaskan hubungan badan nya. wanita yang sudah dipakai bercinta oleh dukun kurus itu segera di suruh untuk kembali ke tempat nya yang ada didalam kamar kurungan. wanita itu menurut saja karena pikiran nya sudah dihipnotis oleh Dukun Ceking itu, jadi wajar saja apa yang dikatakan dukun itu pasti wanita tersebut akan patuh menuruti perintah nya.
Dukun Ceking itu segera berjalan menuju ruangan para tahanan ditahan karena ia sudah tak sabar ingin melihat apa yang diteriaki oleh Kodel itu. ketika Dukun Ceking itu menatap ke arah pojokan yang dimana suara Kodel tadi berasal, ia tersentak kaget dan mata nya mendelik.
"mengapa si Kodel berada didalam kurungan itu!?" sentak Dukun Ceking itu dan ia segera mencari-cari kemana pergi nya si Santeba, alias si buto ijo.
"sialan! kemana lagi si Santeb!? mengapa dia tak menjaga ruangan tahanan ini!?" geram nya dan ia segera berjalan mendekati kurungan Kodel.
Para tahanan lain nya hanya bisa menatap Dukun Ceking itu dengan benci dan dendam. para tahanan yang jumlah nya puluhan itu adalah para mahluk yang sebelum nya pernah bertarung dengan nya dan akhir nya kalah. beberapa ada tawanan yang tak sengaja ia dapati ketika di perjalanan gaib nya, tawanan itu hanyalah seorang perempuan-perempuan berjenis siluman yang tak memiliki ilmu apa-apa. ia menculik nya hanya untuk dijadikan budak nya sekaligus pengikut nya.
Dukun Ceking itu sudah berada di dekat kurungan tempat Kodel berada dan ia bertanya,
"mengapa kau ada didalam hah!? kemana perempuan cantik yang ada didalam kurungan ini!? apa kau sengaja membebaskan nya Kodel!?" bentak Dukun Ceking itu dan Kodel yang sejak tadi menunduk takut kepada tuan nya itu segera menjawab nya.
"ampuuun tuanku, bukan maksud ku melepaskan tawanan itu."
"bodoh! lalu mengapa kau sampai berada didalam kurungan ini hah!? apa yang sebenar nya kau lakukan tolol!!" kau mati mau hah!?" bentak Dukun Ceking itu dan membuat Kodel semakin takut sujud meminta ampun.
"ampuun tuanku..., aku masih ingin hidup." ratap Kodel memelas dan tak sadar ia pun menangis layak nya seorang anak kecil.
__ADS_1
Dukun Ceking yang tak punya rasa belas kasihan itu pun segera berkata,
"coba kau jelaskan bagaimana cara nya kau bisa ada didalam kurungan ini!!"
"maaf sebelum nya tuanku, aku awal nya ingin memberitahukan berita tentang kematian dua dukun yang terkena kutukan nyai ratu kidul itu."
"apa!? Nyai Mawar Seruni dan Ki Lembu Ireng mati!? bagaimana awal nya mereka bisa kalah oleh dua orang manusia itu hah!!"
"mereka memiliki ilmu yang tak sembarangan tuanku, seperti nya mereka memiliki ilmu gaib yang tinggi tuanku!"
"jahanam busuk! kalau seperti ini bisa habis sodara-sodara ku itu!" ujar Dukun Ceking itu, lalu ia menatap Kodel dan bertanya lagi,
"lalu dimana terakhir kau melihat mereka hah!?"
"aku terakhir melihat mereka berdua pingsan setelah melawan Ki Lembu Ireng tuanku."
Kodel sudah amat takut melihat tuan nya sudah murka begitu, bentakan nya mengandung tenaga dalam yang dapat membuat ciut nyali mahluk rendahan seperti kodel dan beberapa diantara tawanan lain nya. Kodel segera menjawab pertanyaan tuan nya itu setelah tuan nya itu membentak nya,
"awal nya aku ingin membunuh mereka, seperti yang tuan perintahkan."
"tetapi mengapa kau tak melakukan nya hah!?"
"anu tuan, ada seseorang yang menyelamatkan mereka...." Dukun Ceking itu mengerutkan dahi nya dan bertanya,
"siapa orang itu!?" Kodel yang masih dalam posisi sujud itu segera menjawab nya.
"aku hanya melihat orang itu berpakaian serba putih dan wujud nya seperti kakek-kakek. ia menghadangku ketika aku hendak menikam jantung dua manusia itu, aku sempat melawan. tetapi aku kalah ilmu dan segera melarikan diri kemari untuk memberitahukan hal tersebut kepada tuan." ujar Kodel dan Dukun Ceking itu memegang dagu nya dan mengusap-usap jenggot abu-abu nya itu.
__ADS_1
"siapa sebenar nya orang yang mau ikut campur urusan ku itu!?" gumam nya pelan dan kemudian terdengar suara besar agak jauh dari Dukun Ceking itu.
"tuanku sedang apa disana???" tanya buto ijo yang bernama Santeba, ia baru masuk bersama Gandaria si genderuwo yang awal nya tidur diluar gua dibawah pohon.
Dukun Ceking itu menatap ke arah dua bawahan nya itu dengan tajam dan setelah kedua anak buah nya dekat, mereka tersentak kaget melihat Kodel ada didalam penjara sangkar itu.
"mengapa si Kerdil itu ada didalam kurungan itu tuanku!?" tanya Gandaria kaget dan Santeba menimpali.
"lho tawanan perempuan itu kemana!? mengapa si kerdil itu yang ada didalam tuan!?"
"mana aku tahu! kalian berdua sama-sama bodoh nya dengan si Kodel!"
Plak-Plak, dua tamparan keras menepi dipaha kedua mahluk tinggi besar itu.
Kedua mahluk itu meringis kesakitan dan mereka bertanya berbarengan.
"mengapa tuan memukul kami...???"
"kalian sama bodoh nya! mengapa kalian tak mengejar tawanan yang lolos itu hah!? bukankah kalian berdua habis dari luar???" Santeba dan Gandaria saling tatap, kemudian Santeba teringat akan dirinya yang melihat seorang perempuan keluar dari dalam gua dan terbang dengan cepat ke arah hutan belantara itu.
"jadi!? wanita yang keluar dari gua ini adalah wanita yang dikurung disini!? lalu bagaimana cara dia keluar??? bukan nya penjara kurungan ini memiliki mantera sakti agar para mahluk itu tak bisa melarikan diri???" tanya Santeba dan Gandaria pun menatap Kodel sembari berkata,
"kau tanyakan saja kepada si Kerdil itu jangan kepada ku! aku sejak tadi hanya tidur saja dibawah pohon samping gua dan aku tak melihat apapun disana." Dukun Ceking yang sejak tadi mendengar ucapan dari kedua anak buah nya itu berkata,
"cepat cari perempuan itu sekarang! seret dia kemari sebelum ia pergi jauh! jika kalian bertemu dua manusia itu, sekalian binasakan mereka dan ambil cincin itu!"
"siap tuan ku!" jawab Santeba dan Gandaria, kini mereka pergi keluar gua untuk mencari Noni Diandra yang melarikan diri itu.
__ADS_1