
DENDI Dan pak Alex tiba disebuah gubuk lumayan besar dan gubuk itu berada di pinggir danau berair jernih.
"inikan air danau yang sebelum nya pernah aku lihat ketika aku sedang melakukan meraga sukma!?" ujar Dendi kaget dan pak Alex pun menatap Dendi yang kaget itu. kakek tua yang berada didepan mereka saat itu sudah duduk diamben gubuk itu dan berkata,
"istirahatlah kalian disini dulu. sekalian kakek mau membicarakan kepada sesuatu kepada kalian berdua." Dendi dan pak Alex pun segera bergegas menuju amben gubuk itu.
Setelah mereka duduk di amben tersebut, kakek tersebut segera menjamu Dendi dan pak Alex dengan singkong rebus dan air kelapa. lalu ayam bakar, ikan bakar dan sambal nya, kemudian pisang serta buah-buahan lain nya. Dendi dan pak Alex kaget melihat makanan itu tiba-tiba saja muncul didepan mereka.
"wah hebat sekali kakek ini! bagaimana kakek bisa melakukan nya???" tanya Dendi terkagum-kagum dan pak Alex segera berkata,
"apakah ini yang dinamakan Ilmu Sihir kek?" Dendi menatap pak Alex dan kemudian kakek itu tertawa pelan dalam gumaman nya.
"betul nak. kepekaan indera ke enam mu sangat tajam sekali." Dendi yang paham sedikit itu bertanya,
"jadi apakah semua ini bisa dimakan kek?"
"tentu saja bisa." ujar kakek itu dan pak Alex yang juga terkagum-kagum melihat ilmu sihir kakek itu pun segera bertanya,
"lalu kakek dapat darimana makanan ini? setahu saya, ilmu sihir itu adalah ilmu yang dapat membuat seseorang yang kita tuju itu bisa melihat hal-hal yang mustahil dan semua itu sebenar nya hanya ilusi mata dan pikiran kita saja yang melihat sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan. begitukah kek?"
"hehehe, memang benar apa yang kau katakan itu nak. tetapi makanan ini kakek ambil dari tempat tinggal kakek dengan cara teleportasi memakai ilmu sihir." Dendi yang menyimak obrolan tersebut pun manggut-manggut dan pak Alex pun ikut manggut-manggut juga.
Kemudian pak Alex bertanya lagi karena ia sebenar nya masih penasaran.
"kalau boleh saya tahu, kakek ini sebenar nya siapa dan apakah benar kakek ini seorang manusia atau jin yang mengembara di alam gaib???" pertanyaan panjang lebar dari pak Alex itu segera dijawab oleh kakek tersebut.
__ADS_1
"oh iya kakek belum mengenalkan nama kakek siapa. nama kakek adalah Ki Yudha Angsana atau biasa dipanggil Mbah Yudha. kakek adalah seorang manusia seperti kalian, tetapi yang membedakan nya dengan Kalian kakek ini berdarah siluman." Dendi dan pak Alex saling tatap karena kaget mendengar ucapan sang kakek tadi. lalu pak Alex berkata,
"seperti nya kami masih asing akan nama kakek, tetapi soal soal manusia berdarah siluman. saya sudah sering mendengar nya dari cerita guru saya." ujar pak Alex dan Dendi pun bertanya,
"jadi kakek ini sebenar nya orang zaman dulu yang masih hidup?" kakek tua yang masih terlihat gagah itu pun terkekeh geli dan berkata dengan wibawa nya.
"sudah nanti kakek jelaskan, seperti nya kalian sudah lapar. ayo dimakan jamuan ini, jika masih kurang bilang saja kepada kakek." Dendi dan pak Alex pun menuruti ucapan kakek itu.
"baiklah kek." ujar Dendi dan pak Alex, kemudian mereka makan dengan lahap nya karena sebenar nya mereka sudah sangat kelaparan.
Kakek tua itu menatap Dendi dan pak Alex yang asyik makan dengan senang sekali. kemudian kakek itu turun dari amben gubuk itu dan berkata,
"kakek tinggal dulu sebentar, kalian jangan kemana-mana."
"iya kek." ujar Dendi dan pak Alex bersamaan dan pada saat itu sang kakek berjalan lurus ke depan sampai didekat danau luas berair jernih itu.
"luar biasa sakti sekali ilmu kakek itu!" ujar pak Alex kepada Dendi dan Dendi pun berkata,
"benar pak, seumur hidup ku baru kali ini aku melihat manusia bisa berjalan di atas air."
"seperti nya kakek itu bukan orang sembarangan atau seorang pengembara saja. bapak merasakan energi putih yang besar terpancar dari badan nya. seperti nya kakek itu adalah seorang raja di alam gaib yang sampai saat ini ia sedang berpetualang mencari entah itu apa."
"begitukah pak?" tanya Dendi dan pak Alex menjawab nya.
"hanya firasat bapak saja, nanti akan bapak tanyakan kepada kakek itu jika ia sudah kembali." ujar pak Alex dan kini ia lanjut makan lagi.
__ADS_1
Dendi saat itu masih menatap kakek tua itu berjalan makin jauh makin kecil ditengah danau berair bening itu. pak Alex saat itu segera menegur nya,
"sudah makan dulu Den. nanti kita tanyakan kembali kepada kakek itu tentang asal-usul nya."
"baik pak." ujar Dendi dan ia pun lanjut makan lagi.
Di samping itu, Kodel yang awal nya hanya mengintip pertarungan manusia setengah banteng itu pun segera melapor kepada tuan nya. ia baru saja tiba didalam gua tempat persembunyian tuan nya dan disana ia bertemu dengan sosok genderuwo yang bernama Gandaria.
"hei kerbau! kau darimana saja hah!? aku sejak tadi mencari mu tahu!" ujar Kodel kepada Gandaria yang saat itu ia sedang tertidur di samping mulut gua di bawah pohon besar.
Gandaria pun tersentak bangun dan mata nya mendelik menyeramkan. sosok raksasa itu melihat kodel yang ada di dekat kaki nya dan ia segera menjawab nya.
"untuk apa kau mencari ku hah!? sudah sana aku masih ingin tidur!" bentak Gandaria dan membuat Kodel jadi kesal sendiri.
"kau dicari tuan tadi! aku yang disuruh mencari mu tahu!" bentak Kodel dan Gandaria pun menjawab nya dalam keadaan sedang tertidur bersandar dibatang pohon itu.
"aku sudah bertemu dengan nya! sudah sana kau pergi kerdil! jangan ganggu aku!"
"yasudah kalau begitu! dasar kerbau!" ujar Kodel mendengus kesal dan ia segera masuk ke dalam gua tanpa pintu itu.
Setelah ia masuk, ia mendapati Buto ijo tak ada ditempat nya.
"aneh sekali!? biasa nya si Santeba sedang tertidur ditempat nya ini." ujar nya heran dan ia tetap masuk ke dalam gua yang luas itu. ia mendekati pintu lorong tempat tuan nya muncul dan disana ia berseru,
"tuanku...? ada berita buruk untuk mu...!" teriak Kodel dan tak mendapat jawaban dari tuan nya.
__ADS_1
"aneh! biasa nya tuan segera menyahut ucapan ku!?" lalu Kodel paksakan masuk ke dalam lorong yang panjang dan berkelok-kelok itu.
Tiba disuatu lorong yang membelok ke arah kiri, ia mendengar suara ******* perempuan bercampur geraman lelaki yang bernapsu. Kodel pun semakin penasaran akan suara apa itu dan ia pun masuk ke dalam ruangan itu dengan mengendap-endap. ternyata didalam ruangan itu, tuan nya sedang bercinta dengan seorang perempuan tawanan nya. wanita itu adalah seorang wanita yang diculik gandaria untuk melayani napsu tuan nya.