
SUARA Keributan mulai terdengar oleh Pak Alex dan Noni Diandra diambang pintu masuk keluar ruangan penjara itu. mereka segera masuk ke dalam ruangan yang dimana disana ada Dendi yang sedang berbincang dengan dua sosok yang akan menjadi lawan nya nanti.
Seperti nya Dendi dan sepasang sosok itu sedang memperbincangkan masalah mati nya Rumpak Balung berkaitan dengan cincin mahkota iblis yang dikenakan nya. Nyai Lembah Asmara dan Suami nya sudah mengetahui bahwa Dendi sedang dirasuki oleh sosok penjaga nya yang sudah mereka ketahui bahwa sosok yang merasuki Dendi adalah bekas lawan mereka dulu.
"rupa nya kalian datang berdua ingin mati juga seperti rekan kalian ini." ujar Dendi kepada sepasang suami istri itu.
"kau tak perlu sesumbar sombong didepan kami Agung Maha Sakti! kau hanyalah sosok tak memiliki raga dan sudah mati!" geram Nyai Lembah Asmara dan suami nya menambahkan.
"kau bisa mengalahkan Rumpak Balung karena kau terlindung dari raga anak muda itu dan cincin yang kau pakai itu Agung Maha Sakti!"
"ya terserah apa pendapat kalian itu! Rumpak Balung memang pantas mati ditangan anak muda ini memakai cincin yang dikenakan nya! karena dia sudah melakukan penculikan berbagai sosok untuk ia jadikan balatentara nya nanti!" ucap sosok yang merasuki Dendi itu dan sepasang suami istri itu saling tatap dan bertanya,
"suara gaduh apa itu?" tanya Nyai Lembah Asmara tegang kepada suami nya.
"mungkinkah itu suara bala tentara nya Rumpak Balung sayang???"
"entahlah sayang." ujar Nyai Lembah Asmara dan kemudian suara ricuh dan riuh itu mulai terdengar dipintu masuk gua.
__ADS_1
Dendi yang sudah tau suara apa itu hanya diam memperhatikan Nyai Lembah Asmara dan suami nya menatap ke arah Noni Diandra dan pak Alex. pada saat itu juga pintu gua disamping pak Alex dan Noni Diandra mulai terlihat banyak para mahluk yang keluar dari dalam ruangan itu menuju pintu luar gua. Nyai Lembah Asmara dan Suami nya yang kaget itu menyangka bahwa mereka sedang diserang oleh para mahluk itu.
Kemudian mereka segera mengerahkan kekuatan tenaga dalam nya masing-masing ke arah para rombongan mahluk itu dan ledakan keras terjadi lagi.
blegaaaaarrrrr!! ledakan kali ini sangat dahsyat dan membuat gua itu bagai mau runtuh dan tanah bergetar hebat bagai dilanda gempa bumi. Pak Alex dan Noni Diandra terhempas angin ledakan itu sampai mereka terlempar ke dinding gua. sedangkan Dendi masih berdiri kokok dengan memasang kuda-kuda kuat dan sepasang suami istri itu pun terhempas keluar gua akibat serangan nya sendiri.
Ledakan keras itu mengakibatkan bencana alam di alam manusia dan gunung merapi pun terlihat bergetar hingga permukaan gunung itu erupsi dan longsor. hutan-hutan puncak gunung dan badan gunung merapi longsor kebawah menuju area kaki gunung merapi. Ki Yudha Angsana dan anak nya yang bernama Rindani pun merasakan getaran hebat itu juga dan mereka segera pergi keluar dari dalam ruangan gua penjara itu. pada saat itu terdengar suara teriakan minta tolong dari arah ruangan panjang dan kemudian munculah gundik nya Rumpak Balung yang keadaan nya sangat menyedihkan. badan nya sangat kurus dan mirip nenek-nenek dan kulit nya mengkerut. ditambah luka-luka diarea tubuh nya terlihat membusuk membuat Rindani mual melihat nya.
"ayo ayah kita pergi saja sebelum gua ini runtuh! jangan urusi mahluk aneh itu ayah, dia itu gundik nya si Rumpak Balung yang seperti nya sudah dicekoki ramuan aneh itu!"
Rupa nya ramuan ajaib yang diberikan Rumpak Balung terhadap gundik nya tak membuahkan hasil, malah membuat gundik itu menjadi tua dan penyakitan. sebenar nya ramuan ajaib tersebut hanya berlaku bagi mahluk yang buruk rupa dan wujud nya aneh saja, sedangkan gundik nya Rumpak Balung adalah manusia biasa dan rupa nya cantik. jadi wajar saja ramuan itu malah sebalik nya membuat gundik itu bagai orang tua yang penyakitan.
Ki Yudha Angsana dan Rindani sudah tiba diruangan tempat Noni Diandra dan Pak Alex berada. mereka melihat para tawanan yang sudah bebas itu mati dan hancur menjadi pecahan daging-daging menjijikan. ruangan itu penuh dengan darah hitam kotor bercampur bau amis yang membuat mual. isi ruangan gua itu sudah mulai runtuh dan Ki Yudha Angsana serta Rindani segera mendekati Noni Diandra dan pak Alex yang pingsan.
"ada apa ini sebenar nya ayah!?"
"nanti ayah jelaskan, ayo kita selamatkan dua orang itu dulu! kamu panggul wanita ini dan ayah yang memanggul lelaki ini."
__ADS_1
"baik ayah." ujar Rindani dan setelah mereka memanggul pak Alex dan Noni Diandra yang pingsan, secepat kilat mereka segera melesat cepat keluar gua yang hampir tertutup reruntuhan batu dari langit-langit gua itu.
Tiba diluar gua, Ki Yudha Angsana dan anak nya melihat Dendi sedang bertarung dengan dua sosok yang sudah dikenali oleh Ki Yudha Angsana. pertarungan Dendi dan kedua lawan nya itu memakai gerakan silat yang sukar dilihat kecepatan nya bagi orang yang tak memiliki pengelihatan jernih dan mata batin. Rindani pun dibuat kagum dan tanpa sadar ia berkata,
"hebat sekali gerakan silat dari ketiga orang yang sedang bertarung itu ayah, aku hampir tak bisa melihat bagaimana mereka menggerakan anggota tubuh nya itu untuk menyerang."
"itulah yang nama nya ilmu kanuragan yang sempurna nak, jika kamu sudah menguasai ilmu-ilmu kanuragan yang ayah ajarkan kepada mu bersama ibu mu. pasti kamu akan bisa seperti mereka dan tak akan mudah dikalahkan oleh lawan mu." Rindani manggut-manggut mendengar ayah nya berkata seperti itu, kemudian ia teringat akan ibu nya yang telah menampar nya itu.
"aku jadi teringat akan ibu, ayah." lalu Rindani menatap wajah ayah nya dan ayah nya berkata.
"nanti kita pulang setelah urusan kita ini selesai dengan mereka nak."
"baiklah ayah." ujar Rindani dan getaran ledakan yang sebelum nya itu sudah mulai tak terasa lagi oleh mereka.
Gua nogo saliro kini sudah hancur dalam nya dan menimbun apa saja yang ada didalam nya. pintu gua itu pun sudah tertutup reruntuhan batu gua itu sampai keluar gua. rencana Rumpak Balung beserta tekad nya yang ingin membalas dendam nya terhadap para musuh nya kini telah pupus setelah kematian diri nya dan Kehancuran rencana serta tempat tinggal nya mengumpulkan pasukan itu. kini tempat berfokus pada para warga kaki gunung merapi, mereka merasakan getaran gempa itu dan banyak rumah-rumah yang ambruk serta rubuh.
Mereka menganggap ledakan keras dan gempa yang kedua kali nya itu adalah tanda-tanda akan terjadi nya gunung merapi meletus. para awak media dan para arkeologi dibidang bencana alam pun saat itu sedang meneliti apa yang sedang terjadi terhadap gunung merapi itu dan disamping itu pula para polisi yang mencari keberadaan Dendi dan pak Alex pun tiba dipintu masuk kampung terbengkalai. mereka melihat mobil pak Alex masih terparkir disana dan mereka segera memeriksa apa yang ada didalam mobil itu.
__ADS_1