
Tiga tahun kemudian:
" Heii Bhumi..jangan berlaku seperti itu terhadap Andhara..dia kakak mu.." teriak ku sambil menghampiri nya. anak itu tertawa,sambil terus menggoda Andhara yang dua tahun lebih tua dari nya. Barbie nya sengaja di patah-patah kan...entah apa maksudnya...
Euyy anak ini,,harus ku jewer seperti nya.Andhara menangis.
" Phi dia mematahkan Barbie ku yang dari Khun.. adu nya.aku mengusap rambut Andhara.sedangkan Bhumi tak tahu lari kemana.
" Pim..apakah kah melihat Bhumi..??" Tanyaku kepada Pim yang tengah duduk sambil menatap sekerumunan orang sedang bermain bola di pantai.Dia menggeleng.
Tangan ku menggandeng Andhara..dia kemudian kepelukan ibunya ,Pim tampak mengelus dan mencium Rambutnya.
" Andhara,mengapa rambut mu berpasir??" tanya nya kepada si kecil Andhara.
" Bhumi tadi menyiram ku dengan pasir mommy..katanya.
Aku semakin geram terhadap Bhumi.anak itu benar benar jahil kepada Andhara.
Tiba-tiba ada bola yang menuju kami,dari arah orang yang bermain bola di pantai Hua Hin tempat kami menghabiskan weekend.
Tak lama ada seorang lelaki yang berlari,memakai kaos tipis yang sudah basah karena keringat.larinya Sangat teratur,otot betis kakinya sangat atletis...
Dia tersenyum kepada kami sambil mengambil bolanya.Dia memiliki kumis yang Tipis.
Perawakan dan gaya rambut man Bun nya??
Hampir setengah jam kami menunggu Bhumi,tetapi dia tak muncul muncul.aku mulai gusar,ingin rasanya aku mencari lidi untuk memukulmu nanti.
Ternyata lelaki itu kembali datang sambil menggendong Bhumi...
Bhumi sendiri tampak meringis kesakitan..
" your son stepped on sea urchins earlier on the beach, it looks like they were swollen." katanya dengan aksen bahasa Inggris Indonesia.
" for yours attention. please take care of your child, however naughty they is concerned.
so do not act out of control."
katanya sambil berjongkok meletakkan Bhumi di kursi panjang.
Tampak Padma berlarian kecil,dia berteriak teriak memanggil nama Yaya kearah kami lalu memeluk orang asing itu dari belakang sambil memanggil nya Yayaaa...
Aku dan Pim saling pandang.
Padma tak pernah tahu kalau Lee sudah tak ada.dia hanya berfikir Yaya nya sedang bekerja di Indonesia.
Kadang kami menelpon keluarga Lee..bervidio call dengan mama.
Padmasatvi, Andharash,dan Satvabhumi memanggil nya Nenek.
Orang asing yang di peluk Padma menoleh dan tersenyum... berdiri dan mengusap rambut nya..
" Ok dear, just a moment. I want to play soccer first.okey.."
katanya sambil melambaikan tangan kepada Padma dan berlari menuju arah teman temannya.
" Anne sekilas orang itu mirip??"...kata Pim sambil menunjuk orang tadi.
__ADS_1
****
" Kalian disini rupanya,,??" kata ayah ku sambil bergandengan tangan dengan phi yang juga tersenyum kepada kami.
" mommy,tadi ada Yaya kemari..?? kata Padma Kepada Phi.dia menatap aku dan Pim.
" Lihat lah itu,,dia sedang bermain bola mom.."
Kata Padma sambil menunjuk nya.
Bhumi terdiam, rupanya dia tertidur.kaki kirinya sedikit bengkak.
" Ohh iya Anne..besok Senin ada seseorang yang di kirim dari Jakarta yang akan membantu mengawasi Quality di navanakorn??.
" Apa kau sudah dapat emails dari Jakarta tentang biodata nya?? kata ayah sambil membuka buah leci di tangan nya...
" belum ayah,kita sedang liburan.mengapa kau membicarakan tentang pekerjaan??" kataku sambil tertawa.
****
Kami menginap di suite Room Hotel ini,di Hua Hin.
Tempat terakhir kami berlibur bersama Lee dan Anne layaknya sebuah keluarga.
Mungkin Lee memang tak ada,tetapi kami mendapatkan Bhumi sebagai gantinya.
Dia anak lelaki Anne dari seorang Thailand. Anne menikah dengan lelaki itu hanya dua tahun lebih lama dari pernikahan ku.
Dia menjanda karena mengalami kecelakaan mobil sewaktu hendak ke Chantaburi mengunjungi ku.suaminya meninggal karena itu.
Kala itu Anne sedang hamil.Kondisi nya sempat kritis.dia banyak mengeluarkan darah.
Jadi, didalam tubuh ku , Anne, Andhara dan Bhumi mengalir darah milik Lee...
Sekarang Lee sudah Tenang di sana.di Langit, berkumpul bersama doa doa kami setiap hari.
****
" Pim apakah kau sudah membaca biodata orang yang akan datang dari Jakarta itu,??
"Belum Anne,mana sini aku lihat.
Name : Yahya Attaturk Ananda.
Birth: Jakarta, 8 July
" Kenapa tanggal lahir nya sama dengan Lee ya Anne??
" Dan nama belakang nya pun sama Anne??
" Aku tak tahu, mungkin hanya kebetulan Pim."
" Lalu kau sudah merapikan mejanya Anne..?"
" Belum,aku belum memindahkannya dari tempat nya semula.." kata Anne sambil kesudut ruangan, menghampiri meja yang pernah Lee gunakan.
Dia melap dan membuka buka laci nya perlahan. seperti ada memori di fikirkannya.
__ADS_1
Kemudian dia memanggil Pim untuk melihat apa yang dia temukan.
secarik kertas, tulisan tangan Lee.. sepertinya sebuah puisi dalam bahasa Inggris.
*Andaikan suatu hari nanti
Aku tertulis menjadi Takdir mu
Dan kita akan menyatu
Dalam ikatan yang kita mau
Percayalah --
Kita tak akan terpisahkan lagi
Selamanya.
Andaikan saja cinta ini mudah
Mudah di mengerti dalam Dunia
Kita tak kan mengalami Nestapa
Dan Berbahagia Tampa Tapi.
Ikatlah Selalu Nama dan Hati ku
Dalam Doa Tulus Tiap Hari mu
Mungkin kita akan segera Bertemu
Di Dunia , Bahkan Mungkin
Bertemu di Keabadian.
#kamis, 05 July
16.07 pm*.
" Puisi milik Lee lima tahun lalu, saat menunggui ku di kantor.
sedangkan aku menemui Nick - kata Anne sambil menangis memeluk Pim.
" Dia meninggalkan ChekUp nya karena ucapan ku yang menyuruhnya untuk meeting..padahal aku sendiri membatalkan nya. kata Anne yang teringat kembali akan dosa dosa nya kepada lee..
Tak lama kemudian pintu Ruangan Anne di ketuk seseorang.
" masuk.." kata Anne sehabis menyeka air matanya...
" Maaf Miss,saya perwakilan dari kantor cabang Jakarta...saya Yahya..." katanya.
Pim dan Anne saling pandang.
Lelaki itu yang kemarin.
Gaya rambut,baju yang dikenakan, gaya berjalan dan matanya mengingatkan kepada sosok yang mereka Rindukan.
__ADS_1
################################