Dia

Dia
episode 68


__ADS_3

Pintu kamar Pim Di buka perlahan oleh bibinya.Dia masuk dan menanyakan Pim kenapa.


Pim hanya menggeleng,


" Bi, aku tak siap menikah dengan pree.kenapa ini semua terjadi kepada ku.?" kata Pim sambil menangis.


" maafkan aku Pim,jika saja dulu pernikahan aku dan ayahmu di setujui oleh keluarga nya.mungkin Nasib mu tak seperti ini.Harus menanggung hidup Kami.?" Katanya.


" Kau pantas Berbahagia Pim . Hidup mu bebas??" katanya.


Pim menatap ibu sambung nya sambil menangis.


" Kau berhak memilih, dengan siapa kau mau hidup.bahkan dengan orang Indonesia itu sekali pun??" katanya.


Pim menangis,memeluk bibi nya.


***


Mobil ku sampai di pelataran rumah Dinas.


Hampir jam enam sore kami sampai di rumah.Aku Langsung menuju Kamar ku.


" Sudah selesai urusan mu Lee.." Kata Anne tiba tiba mengagetkan ku.


Ternyata dia sudah ada di rumah, mungkin sedari tadi.Dia duduk di sofa tempat biasa kami menonton televisi.


Aku menatap nya, sambil terus berjalan menuju kamar .


Aku baringkan tubuh ku yang lelah di atas Ranjang.pintu kamar ku terbuka.Anne tampak menghampiri nya.


" Lelah ya Lee.. tetapi pastinya menyenangkan bagi mu Disana??" Katanya sinis.


Aku melirik nya, kemudian duduk dan membuka resleting celana panjang sekalian aku membuka baju.Bau ku asam sekali pikirku.


Aku meninggalkan nya ke kamar mandi.aku ingin mandi air hangat pikir ku.


***


Setelah aku mandi,tak ku dapati Anne di kamar ku.


Aku mengenakan kaos berwarna putih dan celana pendek,lalu aku menuju ke Dapur untuk membuat secangkir kopi.


Anne ada di sana,sedang mengaduk kopi.Ketika aku mengambil cangkir Dengan sewot dia berkata.


"Ini buatmu,aku tak minum kopi!" katanya.


Aku tersenyum kepada nya.


" Terima kasih ya sayang." kataku dalam bahasa Indonesia.


Sambil meraih kopi yang di sodorkan nya Kepada ku. Dia tampak Masih dengan muka masam.


Kami keruang tengah kembali.Duduk santai sambil melihat televisi.

__ADS_1


***


" Bagaimana urusan perusahaan di Hanoi Anne, sudah beres??" tanyaku kepada nya sambil menyeruput kopi di cangkir.


" Bagaimana urusan Percintaan mu di Chantaburi Lee, sudah beres??" katanya setengah mengejek ku.


Aku melihatnya Tadi ketika berbicara, Sambil menggerakan kepalanya tampak sangat kesal Kepada ku.


Kemudian ponsel ku berbunyi.Aku meraihnya dari dalam Celana pendek ku.


Dari mister Philips.


" Ohh ya Sir, selamat malam." Kataku.


" Ooh yaa,maaf tak mengabari Anda dan Miss Anne kemarin.ponsel saya Tertinggal di Bangkok." kataku beralasan.


Anne tampak mengejekku dengan mengikuti omongan ku sambil berbicara nyinyir Tampa suara.


Aku melihatnya,lalu tersenyum sebal.


" Iya Sir,saya sudah menemui Miss Katty di Chiang Mai.Saya sedang menunggu jawaban darinya.katanya sih bersedia, tetapi dia masih akan menyelesaikan urusan nya di sana terlebih dahulu."


" Mungkin sih sebulan paling lama Sir untuk mengurus paspor dan visa serta yang lainnya?" Kataku.


" Ohh iya Sir,saya juga ada urusan di Hanoi mempersiapkan jika Miss Katty kemungkinan akan bekerja disana?? " kataku.


" Segera Sir,saya kembali ke Hanoi."


" Baik,Baik Sir akan saya laksanakan." Kataku.


" Apa Sir, Miss Anne?? Oh saya belum menemui nya Sir sepulangnya dari Chiang Mai??" Kataku Sambil melirik Anne yang memalingkan wajahnya dari ku.


***


Aku mendekati nya,duduk di samping Anne.


" sengaja Handphone tak kau aktif kan agar tak ada yang menggangu yaa??" katanya sinis.


" Emangnya ada yang mau mengganggu ku ??" kataku sambil tersenyum.


Dia masih memalingkan mukanya dari ku.


" Berkata kepada ayahku,bahwa ponsel mu tertinggal di Bangkok tetapi kau Bisa upload keluarga baru mu di Chiang Mai??" katanya nyinyir.


Dalam hati aku tertawa.


" Kau bisa langsung ke Chiang Mai menggunakan pesawat.kenapa memilih pakai kereta api??" katanya lagi dengan nada masih nyinyir.


Aku mendekati nya.


" what's up, what's up honey??" Kataku


" if you're jealous, just say boss...??" ledek ku.

__ADS_1


Dia makin kesal.


Aku tertawa,dia menatap ku dan mendorong wajah ku dengan Tangannya dengan kesal.


Aku makin tertawa.


" Do you Miss me,??" Kataku sambil menjulurkan lidah sedikit sambil tertawa.


Dia berkata ihh dengan kesal...


" or do you miss things that always bother you about me ??"


Kataku sambil memeluk nya keras. dia meronta. aku tertawa.


"Kamu memang sangat menjengkelkan Lee!?"


katanya serius seperti marah. aku berdiri.


" Ooh..ya sudah." kataku sambil meninggalkan nya.


" Heii Lee..aku sedang berbicara dengan mu." katanya.aku menoleh kepadanya sambil mengangkat kedua tangan ku.


" Aku sudah melakukan sesuatu untuk membantu mu suatu saat.?"


" Aku mendatangi Miss Katty agar mau bekerja dengan mu.aku membujuk nya untuk mu Anne." Kataku.


" Dia sangat compatable Untuk perusahaan mu ,kamu akan mempercayai nya suatu saat dengan omong ku."


" Aku menjamin nya." Lanjut ku.


" Tapi gag harus juga kan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan??!" katanya keras.


Aku tersenyum kepada nya sambil menghampiri nya.


" Oo.. karena itu??" kataku sambil tertawa


" Sekalian saja ,selagi ada kesempatan?" kataku.


Dia terlihat makin kesal,mukanya memerah.Dia tampak geram.Aku tertawa dan meninggalkan nya ke dalam kamar.


" Lee panggil nya,," Sambil menyusul ku kedalam kamar.


Aku memeluk pinggang nya Dari depan.


" Kenapa sih Anne,kamu rindu aku.??" kataku pelan sambil menatap nya.


Dia terdiam masih Tampak kesal seraya memalingkan mukanya dari ku.


Aku memiringkan kepalaku untuk melihat nya.Benerapa kali dia menghindari tatapan ku.


Aku tersenyum kepada nya.Dia menatapku.


Lalu aku mencium nya.

__ADS_1


__ADS_2