Dia

Dia
episode 44


__ADS_3

Dia masih memelukku.aku hanya diam.ada sedikit perasaan lega.perasaan seperti air yang menyirami tanah yg kering.Aku berharap ini bukan perasaan untuk selamanya.aku ingin, sungguh ingin menjauhinya


Namun semakin aku mencoba,, sepertinya aku menyiksa diri ku sendiri.


seperti tak kala aku hempas kan Athena bertahun lalu.


Waktu itu Seketika Hati ku merasakan patah,lapuk,hampa.Aku menyesali nya sangat lama.


Hatiku bertengkar hebat dengan logika ku.setiap hari aku meratapi nya.kenapa dan mengapa.harusnya baik'nya.


Dan sekarang mungkin akan ada intrik sendiri jika aku tak ambil sikap.


Aku melepaskan diri dari pelukannya.


***


" Sudahlah Pim, lepaskan." pintaku.


Dengan mata sembab dia Tampak tersenyum.


" Katakan Lee kepadaku.apakah kamu cemburu karena melihat nya??" tanya Pim.


" Cemburu apa Pim." kataku sedikit bersembunyi.dia tersenyum lebar.


" Bagaimana kamu sungguh manis Lee.." Katanya sambil menarik kedua pipiku.


" Sudah hentikan Pim." Pintaku lagi.


" Apa yg kamu sembunyikan dari aku Lee ? Jujur lah kalau kamu cemburu?" katanya.


" Sudahlah,jangan di besar besarkan Pim.Aku tak berhak cemburu kepada mu.Aku hanya perlu menenangkan Hati ku." kataku.


" emangnya kenapa hati mu??" tanya nya sambil menempelkan telinganya di dadaku.


" Oo.. sepertinya ada bau hangus terbakar.?" katanya sambil melihat ku.aku Menatap nya.


" Aku siram ya??" Katanya lagi sambil mengecup dada ku lalu dia meniup niup nya.


Aku gemas sekali,tak lama aku tersenyum sambil mengacak-acak rambutnya.Dia menatap ku, memeluk ku lagi erat.


***


Dengan mengenakan kemeja putih dan celana Chino yg hampir seperti putih.Aku mengantarkan Pim dulu ke apartemennya untuk berganti baju.


aku meminta taksi ku untuk berhenti di toko bunga.kami membeli satu buket bunga Bakung putih.


informasi dari Austin katanya, jenazah nyonya Pholiphat.ibunda Mr Philips sudah sampai di kediaman keluarga.sudah banyak tamu yg berdatangan katanya lagi.


memang, Austin di perintahkan langsung oleh Miss Anne untuk membantu proses pemakaman.


***

__ADS_1


Taksi yg kunaiki berhenti di pintu gerbang rumah Mr Philips.banyak sekali orang disana.


aku berjalan berdampingan dengan Pim.Karena aku tak mengetahui secara pasti tata cara melayat di masyarakat Thailand.


kami berjalan Tenang Tampa berbicara satu sama lain.


tampak dari kejauhan peti berwarna putih.disampingnya ada foto berfigura keemasan.seorang nyonya yg tampak berkharisma.Pastinya itu foto dari nyonya Pholiphat.ibunda dari Mr Philips.


Kami mengantri untuk mengucapkan salam perpisahan dan penghormatan kepadanya.


tak jauh dari peti tampak orang orang Ng yg tengah sibuk menyalami Mr Philips.


memang Mr Philips bukan pengusaha sembarangan.banyak dari koleganya berdatangan hanya untuk bersalaman dengan beliau.mengucapkan turut berbela sungkawa.


***


Antrian nya sangat mengular.kulihat pula ada perempuan yg mendampingi Mr Philips serta adik beliau satu satunya. Bekas istri dari Mr Bryan yg kini sudah menikah dengan Miss Katty.


kami maju sedikit demi sedikit mendekati peti.kemudian kami membungkuk sebagai tanda penghormatan.lalu kami berjalan menuju Mr Philips.


***


Aku tampak Begitu kaget mengetahui siapa perempuan muda yg berada di samping nya Mr Philips.


Dia tampak bersahaja dan terlihat Tenang mengenakan pakaian serba putih berdampingan dengan ayahnya.menerima uluran tangan orang orang yg mengucapkan belasungkawa.


Sejurus kami saling tatap dalam diam.kulirik Pim yg seperti mengerti sesuatu atau bahkan menyembunyikan sesuatu.


***


" ahh Lee sudah lama tak jumpa.tak menyangka kita berjumpa di keadaan seperti ini." katanya hangat.sekokoh-kokohnya dia masih terselip kesedihan di sudut matanya.


" ahh,,Lee mungkin waktunya kurang tepat.tetapi kenalkan ini anak perempuan saya satu-satunya, Anne.Kalian sudah sering berbicara kan??".aku tersenyum seraya menyalami nya.


Masih sama,masih sama terasa di dada dan Indra peraba ku.Hangat nya.


Pim juga tersenyum sambil menyalami nya.Lalu kami bergeser, pergi meninggalkan nya.Aku hanya diam.


***


Dipelataran rumah aku bertemu dengan Anurak cs. tampak dia bersama Tom yg berfoto dengan athena


" hai Lee,, kenalkan ini Tatan." kata Anurak.aku menyalami nya dan juga Pim.


" Tegang sekali kau Lee ,." kata Anurak sedikit bercanda.aku hanya tersenyum.


" Mungkin aku sedikit lelah karena tadi mengantri." jawab ku.


" kau sudah bertemu dengan Athena??" aku mengangguk.


" Pacarmu ini satu kantor kan dengan Athena,aku pernah bertemu dengan nya beberapa waktu lalu..ya kan ya??" kata Anurak berbicara sambil melihat Pim.

__ADS_1


Pim hanya sedikit tersenyum kaku.


" Bagaimana kalau kita minum kopi terlebih dahulu Lee ??" tawar Anurak.Aku memandang Pim.dia tak berbicara sepatah pun.


***


" Jadi kau sekarang bekerja sebagai apa Ra??" tanyaku kepada Anurak.


" hmm,aku penata rias.biasanya artis yg ku tangani." katanya dengan nada sombong.aku hanya tersenyum dalam hati.


" Sedangkan anda Bekerja dimana Tan ??" Tanyaku.


" Aku tidak punya pekerjaan tetap.cuma sesekali memotret Artis.." katanya.


" oo,,jadi anda ini adalah seorang Fotografer??" kataku.dia tertawa.


" Oiya,kabar nya kamu sudah pindah apartemen ya Lee ketempat dinas di ujung Bangkok??Kalian tidak bersama lagi dong?" kata Anurak sambil tertawa,lalu meminum juice nya.


"Kami masih tetap bersama kok Ra,Lee memutuskan untuk tinggal bersama ku.?" jawab Pim sambil bergelayut di tangan ku dan tersenyum mengejek.Anurak tampak menelan ludah nya.


"Oo rupanya seperti itu??".balas Anurak setengah mencibir.


" Oiya Lee, Dahulu kamu dengan Athena LDR berapa lama ya.seperti lupa aku dengan kisah kalian yg dulu masih unyu unyu..??" kata Anurak bertanya dengan maksud menyinggung Pim.Pim tampak begitu Sewot.Lalu aku memegang Tangan sambil Menatapnya memberi isyarat agar tenang.


"ehhmm,aku sudah lupa Ra.masa lalu tak kan pernah kembali terlihat Bagiku.Di hidup ku,


Aku Hanya memandang masa depan."


Kataku sambil menatap Pim.


" Oww,, seperti itu kah??" kata nya.


Aku memandang Tatan yg dari tadi Hanya Diam.


" Aku harap kamu tak ambil hati dengan apa yg di ucapkan Anurak.."


" Heii Lee..iam Rara..!" Potong nya.


" Okey Rara...Bagi ku yg lalu biarlah berlalu."


kepada Tatan.


" Iya akupun mengerti.Dan Anne lebih berbahagia bersama ku Lee." Aku tersenyum sambil mengacungkan jempol.


" Kalian sudah berapa lama bersama??" tanyaku. Pim mencubit pahaku.aku menahan sakit sambil melihat nya.


" Aku sudah bersamanya sejak Dua tahun lalu." jawab Tatan.


"Lalu kalian sampai kapan bersama??" celoteh Anurak tiba tiba.menaikan amarah yg ditahan oleh Pim.hampir saja Pim berdiri,mau meninggalkan meja dimana kami sedang duduk.Aku menahannya.


***

__ADS_1


" Bagiku, semuanya mungkin.bisa saja kami berpisah sebentar lagi ataukah akan selalu menjaga dan saling menyayangi Selamanya..."


__ADS_2