
"Tiidaak..bukan akuu..aakkhh.." kiano terbangun dari tidurnya dengan peluh bercucuran dia menyugar rambutnya kasar,menumpukkan kedua tangannya pada paha dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
"Kamu sudah bangun ! aku pikir kamu sudah mati, jam segini baru bangun" tukas cecil yang duduk di seberang kiano sambil melap dan membersihkan kamera kesayangannya.
Kiano mengangkat wajahnya dan menatap tajam cecil,dia baru menyadari jika ternyata berada di apartemen cecil.kiano menyandarkan punggungnya pada sofa dan kepalanya mendongak menatap langit apartemen.
"Sepertinya kamu masih punya cerita yang belum selesai" ujar cecil santai masih dengan kesibukannya.
Kiano mengerutkan alis merasa bingung apa maksud cecil,dia menoleh pada cecil.
"Huff..maksud aku sepertinya kamu punya masalah berat yang belum selesai sama seseorang..aku lihat beberapa kali kamu bergumam dan terusik dalam tidur" terang cecil sembari meletakkan kameranya dalam tas khusus.
"Duh..laper banget nih..kamu bikin sarapan apa ?" kiano mengalihkan pembicaraan sengaja mengabaikan pernyataan cecil tadi.
Kiano berdiri dan melangkah menuju lemari pendingin,dia mengambil minuman kaleng sari buah.lalu memeriksa kabinet yang ada di dapur cecil.
"Kamu itu perempuan bukan sih ? kenapa sama sekali gak ada stok bahan makanan ? kamu biasa makan apa sehari-hari ?" kiano menutup kabinet terakhir dan beralih menatap cecil heran.
Cecil berjalan malas mendekati kiano di tunjuknya note kecil yang tertempel di dinding yang mencatat beberapa nomor telepon.
"Kamu tinggal hubungi salah satu nomor itu sesuai makanan yang kamu mau makan.ada chinesse food,japanese food,fast food,vegetarian food atau makanan lokal juga ada" terang cecil sembari menunjuk nomor itu satu-satu.
__ADS_1
"Woow..tapi bukannya makin lama ya nunggu pesan antarnya" ucap kiano takjub.
"No..no..ini sudah hasil seleksi dari sekian banyak nomor yang pernah aku pesan..dan ini semua yang tercepat kamu cuma tunggu 15 sampai 20 menitan" cecil mulai mengetikkan salah satu nomor tersebut.
"Chinesse food" kiano menyebutkan makanan favoritnya yang di acungi jempol oleh cecil.
Setelah memesan,mereka kembali membahas pekerjaan mereka yang tertunda. suara bel pintu yang di pencet berulang membuat kiano berdiri dan membuka pintu. beberapa orang pengantar makanan berdiri tepat di hadapan kiano dan langsung menyerahkan pesanannya.
Kiano menutup pintu dengan kakinya,hari ini cecil benar-benar membuatnya bangkrut.gadis itu mengerjainya dengan memesan banyak makanan dari berbagai menu.
"Terbuktikan ! untuk apa masak kalau ada yang lebih praktis dan efektif" ujar cecil sembari memindahkannya ke piring makan.
"he'em" ucap kiano sambil mengunyah sushi makanan favorit cecil.
"Terserah aku ! kan aku yang bayar " ucap kiano acuh sedikit menyindir cecil.dan cecil membalas kiano dengan menggerakkan bibirnya seolah menirukan ucapan kiano.
Dan mereka menyantap sarapan pagi berikut makan siang itu dengan lahap.
Sementara niken yang ketiduran di sisi ranjang kenzo terbangun karena pergerakan pada tangan yang di genggamnya.niken mengangkat kepalanya dan melihat kenzo yang menatap dirinya.
"Mommy.." panggil kenzo lemah.
__ADS_1
"Iya sayang,mommy di sini..kenzo mau apa..ken mau minum atau mau makan..mommy potongin buah ya" tawar niken pada sang buah hati yang tergolek lemah.namun kenzo hanya menggeleng.
Niken berdiri dan menggeser kenzo sedikit mengambil tempat di samping kenzo.dia memeluk sang anak dari samping sambil membelai kepalanya.
"Tidak apa-apa..mommy gak marah sama kenzo..kalau mau pulang kita bisa pulang hari ini..dan sayangnya kamu bakal sering di rumah nantinya" ucap niken menghibur sekaligus menggoda sang anak.
"Mom apa aku cacat ?" tanya kenzo.
Niken terhenyak dengan pertanyaan kenzo dengan cepat dia menggeleng dan menciumi kepala kenzo.
"Tidak..tidak sayang,kamu masih bisa berlari,main bola dan skateboard tapi setelah sembuh ya..jangan bilang seperti itu lagi" niken berkata dengan suara tercekat.dia tidak akan pernah bisa bahkan tidak ingin membayangkan hal buruk terjadi pada anaknya.
"Lalu kenapa kaki aku di bungkus seperti itu " kenzo menunjuk dengan mulut kecilnya yang maju pada kakinya.
"Itu kar.."kalimat niken terpotong oleh seseorang yang masuk membawa kursi roda.
"Karena kaki kamu sakit jadi sementara kamu harus pakai ini..kasian dia di pakai main bola,lari-larian dan skateboard sepanjang hari sama kamu..karena itu dia lelah dan ingin istirahat sampai dia sembuh dan sehat lagi" ucap raihan yang menyela perkataan niken.
"Tapi uncle..kenapa pakai kursi roda bukannya kursi roda itu untuk orang cacat" tanya kenzo kritis pada raihan.
"Kamu benar,kalau uncle cerita pasti panjang nanti malah jadi dongeng kamu tidur.intinya kursi roda di gunakan untuk memudahkan seseorang yang membutuhkan bagi mereka yang sakit ataupun seorang disable yang ingin beraktivitas..sekarang apa kamu mau cuma tiduran di rumah aja" terang raihan dengan sabar.dan kenzo menggeleng.
__ADS_1
Niken yang sedari tadi diam hanya menyaksikan,dia merasa heran kenzo bisa dengan mudah di dekati oleh orang asing.biasanya dia akan memasang benteng tebal untuk orang yang tak di kenal.sepertinya hal itu tak berlaku bagi raihan.
Niken tersenyum dalam hati ternyata benar rumor yang beredar di media dan kalangan staff rumah sakit jika raihan dokter idola anak-anak dan para ibu.uups para ibu..apa termasuk dirinya juga,tanpa sadar niken menggeleng dan di lihat raihan yang menatapnya menggoda.dengan malu niken menyembunyikan kepalanya di atas rambut kenzo mencium lama di sana.