Dia

Dia
episode 36


__ADS_3

" Kamu kapan pulang ke Bangkok ay." kata mamah tetiba.aku menoleh menatap nya.


" Kalau Tahlil papah sudah selesai mah,dan aku pingin pulang dulu ke Jogja." jawabku.


" Kamu Sudah punya pacar ay??" katanya tiba tiba.aku tersenyum kecil.


" kenapa mah kok tanyanya begitu.?" kataku.


" Yahh,,cuma kamu sama Kalina yg belum menikah.biar segera mentas pikiran papahmu disana." kata mamah pelan.


" Ayi belum ada kepikiran kesana mah."


" secepatnya ay,kalau ada yg kamu suka dan dia siap.segeralah menikah." aku menatap nya diam.


" Kal,Kowe wes Dwe pacar??" tanyaku sama kalina.dia menatapku heran.


" ngopo cah,,kok tiba-tiba Takon ngono.?" katanya sambil tertawa kecil.


" nggak,aku tadi ditanyain mamah ku.katanya aku disuruh menikah kalo ada yg aku suka sama aku,lahh yg lanangan delok aku Yo Amit amit.." kataku sedikit tertawa.kalina ngakak


" Yo Podo,ibuk ngomong juga koyo ngono.Dang rabi Ben aku duwe putu(cepat kawin biar aku punya cucu)


" lah ibuk pikir aku golek lanangan sing tanggung jawab Saiki iku gampang.salah salah makan ati aku...nak gawe putu gampang.." katanya sambil tertawa..aku melempar nya dengan kain.


" lambemu ***,faseh tenan." kataku sambil tertawa.


Kami berpamitan dengan Tante Sari,satu persatu dari kami memeluk nya juga kalina.kami semua berjanji,nanti lebaran main ke sini.Mamah memeluk Tante Sari, keduanya menangis.


Aku berjalan menuju taksi diantarkan oleh kalina.aku menitipkan Tante Sari kepada nya.


" Ay,aku pingin jalan jalan ke Bangkok??"


" Gampang iku,nabung sek." kataku.


" Lah wingi honor ku tak nggo bayar Duwek mu sing aku pake kae." jawab nya.


" emang Wawan mau mulangin duwite??"tanyaku


" Tak teror amben Dino deke, pokoknya kalo duwite Ra di balek ke tak lapor Karo cah cah Grup." katanya sambil tertawa.


" kalo ada apa apa,telpon aku kal.jaga Tante Sari,sering sering Ziarah ke makam papah." kataku.dia mengangguk.


" Toko baja ringan Karo allumuniun kae jalanin lagi kal.nanti aku bantu kalo aku bisa.buat usaha kamu sama Tante Sari.buat nanti kalo pas kamu GG ada job manggung." dia terdiam


" Karir mu gimana ??"


" ngko aku ikutan audisi neh,mudah mudahan duwe nasib." katanya sambil memeluk ku."


" kalau audisi lagi, pastiin suara kamu bagus dulu kal?" ledek ku sambil tertawa.Kalina mencibirkan Mulut nya.

__ADS_1


" Aku pulang dulu ya kal." kataku lirih.


Kami berpisah di bandara Juanda.aku mamah sertbak Jani kembali ke jogja.sedangkan Rombongan mas Koko,mas Panji dan mbak Ajeng kembali ke Jakarta.Kami saling berpelukan.


" sering sering kirimi papah doa ya ay." kata mas Panji ketika memeluk nya.


" semoga kamu dan kalina segera menikah,agar papah lebih tenang disana gak punya tanggungan kamu sama Kalina." katanya lagi.Aku hanya diam.


" Kerja yg hati hati disana ya ay,seringlah berkirim kabar." kata mas Koko.


aku hanya mengangguk.


Aku mengaktifkan ponsel ku.sudah hampir lima hari aku tak menyentuh nya.terakhir aku hanya memberi kabar kepada Austin kalau ayahku meninggal.Aku minta tolong kepada nya agar di sampaikan kepada Mr.Philips.


Banyak sekali pesan yg masuk kedalam ponsel ku.meninbulkan bunyi berulang.


aku hanya mengucapkan terima kasih kepada mereka yg mengucapkan.


Anurak pun mengucapkan turut berbela sungkawa.Darimana dia tahu, pikir ku.


lalu ku baca Pesan dari Pim yg penuh emoji menangis.menanyakan kapan pulang.pesan dari nya selalu ada di setiap hari hari kemarin.


Tiba-tiba Pim menelfon ku.mungkin dia tahu kalau sekarang ponselku online.


" hallo Pim,iya terima kasih sih.semuanya sudah baik baik saja sekarang.jangan terlalu khawatir.iya maaf aku tak sempat charger ponsel ku.aku terlalu sibuk banyak pikiran...Masa sih.??" kataku sambil tersenyum.


" Kamu tak pernah memberikan aku kesempatan untuk memanjakan mu Lee?" Kata Pim pelan dari ponsel.Aku Terdiam.


" Ay,mamah punya teman jaman kuliah dulu.dia sekarang tinggal di Semarang,dia punya anak lelaki katanya bekerja di Jakarta?" kata mamah tiba tiba.aku mengerutkan dahi.


" terus maksud mamah apa??" selidik ku.


" Kamu kenalan dulu ya sama anaknya teman mamah itu?" katanya sedikit penuh harap.


" Dia anaknya pendiam ay, namanya Ridwan.sekarang bekerja di kantor BUMN di Jakarta." katanya.


" Ah mamah aneh aneh aja akh.pake jodoh jodohan segala." kataku mengelak.


" loh siapa yg jodohin kamu,lah wong kita cuma mau ngenalin dulu.biar kamu saling mengenal aja." tukasnya lagi.


" Geli ah ma,jaman segini modern nya masih kenal kenalan segala.emang mau berkirim surat terus bales balesan pantun gitu??" kataku sambil tertawa


" ealah anak ini,malah di becandain mamahnya.diajak serius juga!" katanya.aku masih tertawa...


" Beribu-ribu pohon pisang hanya satu yg berbulu.


Beribu-ribu lelaki Semarang Hanya Ridwan yg mau ku jadikan menantu."


kataku berpantun meledeknya.aku tertawa terpingkal.

__ADS_1


mamah meninggalkan aku sambil sedikit jengkel.


Aku memposting foto keluarga kami setahun lalu saat mengunjungi papah formasi lengkap sehabis lebaran.dan satunya lagi foto yg aku ambil kemarin.setelah papah tiada.


Anurak langsung berkomentar.turut berdukacita emoji menitikkan air mata.


its okey balasku emoji tersenyum.


Dia mengucapkan juga turut berduka cita.balasnya lagi.


siapa?? balas ku.


kemudian aku mengirimkan pesan via WhatsApp.


me: " siapa yg mengucapkan turut berduka cita juga Ra??


Anurak : Athena


Me: Darimana dia mengetahui nya??


tetapi dia tak membalasnya.kemudian aku menelepon nya.Tak diangkat,aku telpon lagi kemudian di Riject.


me: Angkatlah telfon ku Ra??


kemudian Anurak yg menelepon ku.aku langsung mengangkat telpon darinya.


" Heii Ra, bagaimana dia bisa tahu aku kehilangan ayah ku.apakah dia masih di Bangkok." tanyaku bertubi.


Anurak hanya tertawa dari sebrang sana.


" kalian dapat kabar dari mana??" tanya ku.


" tentu saja dari pacar mu Lee??


" Pacar,siapa pacar ku.siapa yg kau maksud Ra??" tanyaku.


" Perempuan yg merawat mu kemarin di apartemen itu kan pacar mu?"


"ngaco,aku tak punya pacar.kami hanya dekat karena satu tempat kerjaan."


" Sudahlah Lee,mau kamu mengelak bagaimana pun semua sudah tahu dia itu pacar mu.?" katanya sambil tertawa


" kamu semakin menjadi memfitnah ku Ra?!" kataku.dia semakin tertawa.


" Sudahlah Ra,aku tak ingin becanda lagi.aku berkata serius bahwa dia bukan pacarku."


" kalaupun aku memiliki pacar,aku mau yg lurus lurus saja.aku tak ingin mencoba dekat bahkan pacaran dengan seorang perempuan.?" kataku sambil tertawa.


" Beneran tak ingin mencoba dengan perempuan??" kata seseorang dari sebrang sana.tetapi bukan suara milik anurak. aku langsung terdiam.

__ADS_1


__ADS_2