Dia

Dia
Dua belas


__ADS_3

Satu minggu berlalu sejak kejadian kenzo yang di rawat karena kecelakaan saat bermain skate boardnya.hari ini niken membawa kenzo kembali untuk memeriksa rutin kondisi kakinya.sebelumnya dia sudah menelepon raihan sebagai dokter penanggung jawab anaknya.


Keakraban kenzo dan raihan semakin dekat semenjak raihan memutuskan untuk menjadi dokter pribadi sang anak.awalnya niken merasa keberatan namun kenzo memaksa jika bukan raihan yang memeriksa maka dia tidak mau datang lagi ke rumah sakit.dan di sinilah mereka sekarang di ruangan raihan bersama dengan dokter ortopedi untuk melakukan pemeriksaan pada lutut dan pergelangan kaki kenzo.


Di tempat lain seorang pria lagi dan lagi harus mengalami mimpi buruk.kiano mengusap wajah dan peluhnya dengan kasar,napasnya tersengal dengan jantung yang yang berdegub kencang.mimpi itu membuatnya seakan menjadi seorang laki-laki jahat.dan siapakah perempuan muda yang menangis dan menjerit minta tolong padanya.


Sudah hampir tiga minggu mimpi itu selalu hadir tepatnya saat dirinya bertemu kembali dengan niken.namun saat itu masih hanya sesekali hingga kiano masih mengabaikan tidak terlalu di ambil pusing.berbeda kali ini sudah beberapa hari tidurnya selalu terganggu dengan seringnya mimpi itu muncul kembali.


Cecil sang sahabat memberikan nomor kontak seorang psikiater yang mungkin bisa membantu kiano.dengan menyusuri lorong sebuah rumah sakit dia mencari ruangan dokter psikiater yang sebelumnya telah dia hubungi.


Tepat pada persimpangan lorong pandangannya tertuju pada seorang anak yang duduk menggunakan kursi roda dengan kaki yang di gips.tak hanya itu hatinya merasa tercubit ketika melihat seorang dokter yang dia kenal sedang mendorong kursi roda anak itu sambil berbincang dan tertawa sesekali tangannya mengelus rambut sang anak.


Kiano memperhatikan interaksi keduanya sampai matanya menangkap sosok wanita yang berlari dari arah belakang menghampiri dokter dan anak itu.dokter itu menyambutnya dengan senyum cerah dan langsung merangkul pundak si wanita.hati kiano semakin mencelos melihat senyum yang terkembang di wajah wanita itu.dan kiano memilih berbelok untuk melanjutkan tujuannya enggan mengusik kebahagiaan tiga orang yang dia kenal itu.


"Kalian jahat banget..ninggalin gitu aja" protes niken pada kenzo dan raihan yang berjalan duluan karena malas menunggu niken yang sibuk menerima teleponnya.


Memang tadi setelah kenzo selesai di periksa niken menerima telepon dari sang manager emma.niken meminta mereka untuk menunggunya selesai bicara,namun ternyata ketika niken kembali kenzo dan raihan telah meninggalkan ruangan itu.niken pun mengejar mereka yang sudah cukup lumayan jauh.


"Kasihan mommy capek ya.." ucap raihan dengan senyum jahilnya sambil merangkul pundak niken yang terengah karena kebetulan hari ini dia menggunakan sepatu high heels.


"Dasar kamu..!" senyum niken membalas candaan raihan.

__ADS_1


"Mom..hari ini apa mommy akan berangkat kerja ? " tanya kenzo mendongak pada niken.


"Benar sayang,aunty em sedari tadi sudah mulai cerewet telepon terus..seperti biasa mommy sudah minta tolong ibu mirna buat temenin kamu" jawab niken dan berjongkok di sisi kursi roda sang anak.


"Oke..bolehkan aku mengajak uncle raihan main di rumah sampai mommy pulang nanti" rayu kenzo dengan wajah memelas.


"Tapi sayang..uncle pasti sibuk kita gak bisa repotin uncle terus kan" bujuk niken memberi pengertian pada sang anak.


"Maaf mom.." jawab kenzo dengan wajah tertunduk.


"Sudahlah..begini saja sekarang kamu istirahat dulu di rumah di temani ibu mirna, dan biarkan mommy kamu bekerja dan uncle secepatnya menyelesaikan pekerjaan. setelah itu uncle akan ke rumah kamu sampai mommy kamu pulang...bagaimana adil bukan ?" raihan berusaha memberikan jalan tengah keduanya.


Dan niken hanya menggeleng kecil tersenyum melihat tingkah anaknya.raihan kembali mendorong kursi roda kenzo sampai ke tempat parkir mobil,membantu mendudukkan kenzo di kursi penumpang.niken membalas mengucapkan terima kasih hanya dengan menggerakkan bibirnya pada raihan lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


Semenjak rumornya mencuat tanpa klarifikasi dari pihak niken maupun raihan dan dengan sendirinya mereda.sebagai konsekuensi kerjasamanya dengan brand tas ternama harus selesai secara baik-baik sebelum jatuh tempo masa kontrak.dan itu berarti dia juga tidak lagi bekerjasama dengan kiano orang yang selama ini dia hindari.


"Oke nice..keluarin semua ekspresi kamu..good !" sahut pengarah gaya yang sibuk mengomentari gayanya.


Dengan luwes niken bergaya depan kamera seolah kamera adalah nyawanya.posenya yang terkesan liar dan menantang menjadi tema pemotretan kali ini.meski sedikit risih tiap kali harus berpose seperti ini namun semua harus niken lakukan secara profesionalitas.


Dengan pakaian super minim dan terbuka membuat tubuh sexy dan eloknya menjadi tontonan para kru dan staff yang berada di sana.

__ADS_1


"Berpegangan pada tiang.. dan kau chris merangkul dia dari belakang..oke good"


"Ganti posisi..kamu bisa ekspresikan sisi liar kamu di sini niken..show me if you can do this" seru sang photografer memberi semangat pada niken.


Braakk


Suara debauman pintu yang di buka keras membuat semua orang menatap ke arah orang yang baru saja masuk.


"What the hell are you doing.. kean !!" kesal nicholas pada kean yang baru saja masuk dengan wajah merah menahan emosinya.


"Oke...time for break now" lanjutnya pada seluruh kru dan model lalu menghampiri kean teman satu kampusnya ketika di LA.


Tatapan tajam kiano pada niken menjadi perhatian nicholas.dia menepuk bahu kiano mengajaknya menuju ruangannya.kiano mengikuti langkah nicholas, namun tidak melepas tatapannya pada niken yang saat ini sedang mengenakan mantel panjang menutupi tubuhnya yang terbuka hanya berbalut pakaian minim seperti lingerie.


Niken melihat tatapan kiano dalam diam pada dirinya.dia seolah menganggap angin lalu dan bersikap cuek pada kiano,karena baginya kiano bukanlah siapa-siapa bahkan tidak untuk sebutan sebagai kenalannya.niken memakai mantel yang di berikan emma untuknya.dia merasa tidak nyaman dengan pakaian yang di kenakan saat ini.tapi sekali lagi atas nama profesional dia harus mau melakukannya.


Emma mengajak niken untuk beristirahat di sebuah ruangan privat yang di sediakan khusus untuknya.di saat dia melewati ruangan nicholas samar telinganya mendengar bentakan yang menyebut namanya.secara refleks dia menghentikan langkahnya dan mengintip keadaan di dalam dari celah pintu yang sedikit terbuka.


Niken benar-benar terkejut, di sana seorang kiano sedang bertengkar dengan nicholas.dan yang lebih tidak masuk akal bahkan kiano sampai meninju wajah nicholas.


Apa yang mereka debatkan ? dan apa hubungannya dengan aku ? batin niken antara ingin masuk dan melerai atau membiarkan dan meninggalkan dengan rasa penasaran yang tinggi.

__ADS_1


__ADS_2