Dia

Dia
25..


__ADS_3

Matanya menangkap sosok tubuh yang sedari tadi dia cari cari selama menginjakkan kakinya di gedung tersebut.


Gadìs itu tertawa lepas. Alfi tidak tau apa yang ketiga remaja itu bicarakan.. yang pasti seperti pembicaraan yang mengundang tawa..


'ternyata! dia bisa tertawa lepas sepeti itu!..


cantik... dan.. ah.. uni akan menghilangkan konsesntrasiku nanti. batinnya. namun matanya tetap menatap lekat wajah sang istri yang semakin cantik setiap harinya.


Matanya tak lepas dari Gadis yang sudah Sah menjadi istri dalam hidupnya beberapa bulan itu... dia bahkan tidak sadar jika di samping istrinya ada kedua sahabat sang istri. di matanya seperti hanya istrinya se orang yang terlihat.


Sudah bucin.. begitulah...


Pandangan Alfi terputus saat dia ikut memasuki lorong sekolah yang di pandu si penjemput tadi.. dia akan segera sampai ke ruang guru untuk perjamuan kecil dan sekedar basa basi saja di sana.


Di saat waktu yang bersamaan. Leah menoleh. dia se akan merasakan jika ada seseorang yang terus memperhatikannya. Nihil... perasaannya tak sama dengan apa yang di lihatnya. krna tidak ada siapa siapa di sana. hanya ada beberapa murid adik Kelasnya yang kini mulai ramai dan memasuki ruang yang akan di laksanakannya acara.


Bukan hanya itu. dia sedikit mencium wangi yang sangat dia kenal. wangi itu milik Alfi. suaminya yang tadi pagi menjahilinya.


Adik kelas ikut meramaikan acara tersebut.


Sudah 10 menit lamanya menunggu.. dengan kebisingan normal para murid murid jika berkumpul. begosip dan sebagainya.


akhirnya perwakilan guru memerintahkan semua untuk diam. bersamaan dengan itu.. semua diam dan terdengar langkah beberapa kaki mendekat ke tempat acara.


"Apa mungkin tadi yang kita lihat itu?

__ADS_1


"Muda sekali kali.


"bukannya mereka pria yang tampan.


" Ya.. apa lagi pria yang berada di tengah itu...


pria idaman semua cewek.


" jika benar dia yang membuat kita kelelahan seperti tadi untuk menyiapkan semua ini. itu tidak sia sia dan aku tak menyesal."


para murid menebak..


Semua terpesona akan ke hadiran langkah langkah kaki tegas yang mereka dengar dari jauh.


Kepala sekolah. beberapa staf guru dan yang membuat mereka terpesona adalah wajah tampan Alfi dan ardi. wajah dingin itu tak memberi sedikit senyuman tipisnya. hanya Ardi yang terlihat tersenyum tipis untuk sekedar menyapa pada semua guru yang duduk disana. guru yang tidak ikut sekedar bas basi diruangan guru tadi.


Leah, Dian dan Alvin duduk terpisah. sesuai aturan.. cowok duduk di bagian cowok dan cewek duduk di bagian cewek. biasanya mereka selalu bersama.


Acara pun di mulai yang di buka dengan Basmalah oleh pembawa acara.usai..


kepala sekolah kini yang berdiri di depan semuanya.


pria berusia 50 ke atas itu mengambil alih mikrofon dari pembawa acara.


" Assalamualaikum wr. wb.

__ADS_1


terimakasih pada semua Guru dan murid murid yang sudah membantu acara dadakan ini.yang bisa membuat acara hari ini berlangsung. terutama dengan dua tuan muda yang menyempatkan diri untuk hadir di qcara yang di siapkan secara sederhana.


Maaf tidak semeriah di acara sekolah sekolah yang pernah anda berdua hadiri." menunduk hormat pada kedua perwakilan tuan besar yang seharusnya datang.


Alfi hanya mengangguk pelan. Ardi juga sama... hanya saja ada senyum tipis di bibirnya.


kepala sekolah meneruskan sambutan nya. setelah mengatakan maksud dari acara dadakan itu berlangsung.


"Gk mungkin si Alvin natapin kita segitu tajamnya kan.," tanya leah bisik pada Dian.


"Hm.. emang kenapa.?"


"eng.. gue ngerasa ada yang natap gue tajam. bikin bulu bulu di leher gue meremang."


Dian melihat kekasihnya. Gadis itu tersenyum pada Alvin menandakan bahwa dia baik saja. yang membuat Alvin bernafas lega.


"Gk tuh."


ini seperti gue di tatap sama kak Alfi deh... gk mungkin kan dia di sini.'. batin leah...


Leah mengangkat wajahnya. dia sudah mengeluarkan sehelai bulu mata yang masuk pada mata Dian. Dia juga sedikit merasa terganggu! seperti ada seseorang yang menatapnya. bukan sepasang mata melain kan dua pasang mata yang salah satunya milik sahabatnya Alvin yang kini sudah tidak dia rasakan.


menghiraukan rasa aneh di dadanya. Leah melihat ke pusat acara di mana sang kepala sekolah sedang mengatakan kata kata sejenis kata mutiara untuk para murid muridnya yang akan menghadapi UNAS. matanya teralihkan saat merasa ada pandangan dari arah jejeran meja meja guru..


"Ha.????

__ADS_1


dengan mata membulat leah menatap mata yang juga menatap ke arahanya. pemilik mata itu tersenyum tipis ke arahnya dan tak berapa lama kedipan menggoda leah dapatkan dari si pemilik yang ternyata sedari tadi mengawasinya.


ternyata perasaan gue gk salah....


__ADS_2