
" Ini ada apa? kenapa pada ngangkatin meja meja.?" tanya leah menghentikan langkah Kakinya saat berpapasan dengan sepasang kekasih yang tak lain kedua sahabatnya. Dia melihat sekeliling yang sedang sibuk. tidak biasanya tempat sekolah nya ini di Jam segini masih sibuk. biasanya udah pada siap untuk menerima pelajaran yang kurang lebih dari 6 menit lagi.
Masuk kelas. duduk di kursi masing masing. membaca buku. melihat tugas kelas atau bahkan ngerumpi di mejanya masing. tapi ini! pada keliaran.
"sebenarnya ada apa sih.?" tanya nya lagi yang masih belum mendapatkan jawaban dari keduanya. yang duduk di meja kelas.
"Katanya kita akan kedatangan tamu penting. investor tèrbesar sekolahan kita. yah bisa di bilang pemilik gedung sekolah kita ini. krna dia yang mengeluarkan banyak duit untuk membangunnya."
Alvin mengangkat bahunya.
"Trus... kok tumben tumbennya datang.?"
"Entah. yang gue denger dari guru guru yang sibuk tadi.. katanya beliau mau memberikan patah dua patah kata untuk kita para kelas Xll yang akan menghadapi UNAS."
leah mengangguk dan mendehem kecil setelah mendengar perkataan sahabatnya.
"Kita gak bantuin nih...?"
"Kata bu guru gak usah. kita hanya perlu bersiap dan konsentrasi untuk menghadapi ujian."
" Oh.."
" ye.. malah oh emm oh emm..
duduk le' duduk. lo bikin gue sakit kepala melihat kalian bergantian." grutu alvin.
plak
"Makanya minggir pe'a.." tabok leah pelan namun cukup membuat kepala alvin terhuyung.
__ADS_1
Di sisi lain.
ALfizar dan Ardi baru saja keluar dari rumah, Vila yang mereka tempati.
" Mah, aku berangkat dulu.." pamit Alfi pada sang mama mencium tangannya sebelum pergi.di ikuti oleh Ardi yang melakukan hal yang sama.
" Kami berangkat dulu tante. " pamit Ardi. usai mencium tangan wanita yang sudah menganggap nya anak itu begitupun sebaliknya.
"Mari Bu..." pamit si penjemput tadi. mengikuti langkah kedua orang yang akan menjadi tamu di sekolah tempatnya mengabdi hari itu.
"Tua..."
" Kami akan menggunakan kendaraan kami sendiri.. Mas tolong tunjukkan japannya.." sela Ardi saat tau jika si penjemput akan meminta mereka untuk naik mobil bersama.
"Dengan begini anda tidak perlu repot repot mengantar kami nanti." imbuhnya yang di angguki kecil oleh si penjemput.
"Baik pak..
"Baik Mas Ardi.... mari..." memasuki mobil yang di kendarai nya tadi saat menuju ke vila tersebut.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Ardi yang mengemudi melirik sepion tengah untuk melihat tuan mudanya di kursi penumpang.
heh! apakah tidurnya kurang nyenyak?" pikir Ardi yang mendapati Alfi memejamkan mata dengan bersidekap dada.
menghiraukan Alfi, Ardi kembali fokus pada kemudi mengikuti mobil di depannya.
Hingga sekitar 15 menit mobil bergerak kini mùlai memelankan kendaraannya.
" Tuan kita sudah sampai." kata si pe jemput tadi. setelah ardi membuka kaca mobilnya.
__ADS_1
" Baik. saya akan parkir dulu mas. "
"Silahkan.. sejajarkan saja dengan mobil ini. krna jika di tempat lain takutnya nanti ke halang oleh motor motor para muŕid tuan "
Mobil terparkir dengan rapi. Ardi yang merasa jika Alfi sudah membuka matanya menoleh pada pria itu.
" Kenapa Al.? gue gak mau formal ya.. soalnya kita lagi di luar kantor."
" Serah lo.. " balasnya dengan masih menatap bangunan sekolah yang sering dia lihat.
" Lo kenapa sih Al.? dari tadi celingak celingukan.?"
" Ini sekolahnya.?"
" Iya.. " sahut cepat Ardi yang tau maksud dari Alfi.
" hiss... jika tau ini sekolahnya mending gue tadi berangkat bareng sama si bogel.."
"Ha.? siapa al.?"
"Ck bukan apa apa."
Alfi tersenyum kecil setelah menyadari apa yang baru dia katakan. ' Bogel' entah perkataan ini dia memdapatnya dari mana.. tau tau keluar aja gitu dari bibir tak bertulangnya.
Mereka berjalan menuju ruangan Guru terlebih dahulu. karna mau bagaimanapun Tamu itu harus di jamu sebelum melakukan tujuannya.
Alfi berjalan dengan gagahnya mengikuti si penjemput . begitupun ardi yang kini berjalan di belakang Alfi. yang artinya suami dari leah itu berada di tengah tengah kedua pria itu.
Alfi dengan mata tajamnya melihat melihat sekolahan tersebut di dalam perjalanan menuju ruang guru seakan memperhatikan seperti apa sekolahan yang telah di beri bantuan besar oleh sang papa. Namun tampa siapapun menyadarinya jika sebenarnya mata tajam itu sedang mencari seseorang yang mulai mengisi hatinya. Alfi bahkan menghiraukan tatapan terpesona para gadis di sekolah tersebut. bahkan telinganya se akan tuli untuk mendengar kata demi kata pujian yang terlontar dari mulut para gadis yang se umuran dengan sang istri.
__ADS_1
Alfi se akan buta dan tuli jika semua itu tidak ada hubungannya dengan Leah istrinya.