Dia

Dia
Enam belas


__ADS_3

"Em,menurutmu apa aku harus ke sana ?" tanya niken pada emma.


"Tentu saja,dan kebetulan jadwalmu hari ini telah selesai dan lusa kamu harus berangkat ke swiss,perusahaan coklat di sana ingin menjadikanmu ikon untuk produknya yang di pasaran asia" emma menjawab keraguan niken.


"Haah..baiklah berapa lama kita di sana,em ?"


"Mungkin sekitar 4-7 hari tergantung situasi dan kondisinya"


"Maksudmu ?"


"Ck..apa kamu lupa pemotretan di sana akan di lakukan di luar.mereka bilang lokasinya di sekitar pegunungan jungfraujoch suhu di sana sangat dingin.perkiraan mereka mungkin hanya 3harian tapi aku bilang spare waktu jadi 7hari dan mereka setuju.yah,itung-itung sekalian liburan ya kan"


"Dan aku akan meninggalkan kenzo selama 7hari...oh tuhan pasti bakal kangen banget" niken membayangkan rasa rindunya yang berjauhan dengan kenzo.


Niken tak menyangka pekerjaannya selesai dengan cepat.Dia menelpon mirna menanyakan kabar kenzo saat ini,dan ia juga mengatakan pada mirna akan datang menjemput kenzo setelah mengetahui jika kenzo berada di sana hingga makan malam tiba.


Entah apa yang dilakukan raihan kepada anaknya kenzo sampai dia begitu senang berada di luar rumah bahkan di tempat yang ramai seperti pantai.selama ini niken memang tak pernah membawa kenzo ke pantai karena niken tahu kenzo bukanlah tipe anak yang suka dengan keramaian.niken terus berjalan dengan pikiran yang terus berkelana di ikuti sang assisten merangkap managernya emma.


Tiba di tempat parkir sang supir dengan sigap membukakan pintu mobil untuk majikannya. berbeda dengan sang assisten merangkap manager emma membuka sendiri pintu mobil itu pada sisi satunya.


...****************...


"Aku rasa semua photo ini sudah bisa di kirim pada pihak sponsor dan redaksi majalah" ujar peter pada kiano yang fokus menyeleksi photo di hadapannya.


"Benar,aku rasa juga begitu..aku serahkan semua padamu pete" jawab kiano sambil meletakkan photo-photo itu kembali di atas meja.


Kiano berdiri dan menuju meja kerjanya membereskan beberapa berkas dan memasukan kameranya ke dalam tasnya.peter memperhatikan pergerakan kiano dengan alis berkerut.

__ADS_1


"Jadi apa kau sudah menerimanya,kean ?" tanya pete menghentikan gerakan kiano.


Kiano berbalik menatap pete dengan menghela napas.


"Besok pagi aku berangkat..thanks pete untuk kerja samanya,bonus mu sudah ku transfer" ucap kiano lalu melanjutkan kembali membereskan barang-barangnya.


"Thank you kean..you are the best..gila,aku tak sabar menunggu malam ini" senyum cerah peter terukir di bibirnya.


"Hahaha yayaya..lakukanlah sesukamu" kiano tertawa melihat tingkah absurd temannya peter.


"Aku akan menyusul cecil,apa kau mau ikut ?" lanjutnya lagi yang di balas peter dengan lambaian tangan dengan punggung menghadap kiano.


Kiano mengedikkan bahunya lalu berjalan melangkah keluar.dia ingin cepat-crpat menemui cecil untuk menyelesaikan urusan pekerjaannya agar ketika dia pergi meninggalkan negara ini semua telah selesai.


Akhirnya kiano memutuskan menerima kontrak pekerjaan selama satu bulan dengan sebuah perusahaan makanan terkenal di luar negeri.meski berat dia meninggalkan negara ini dimana tujuannya telah dia temukan hanya tinggal mencari cara untuk mendekatinya.


Kiano menelpon cecil setelah tiba di parkiran sebuah restoran dekat pantai.kiano melepas kacamata hitamnya,waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore namun matahari masih terlihat terang.dia keluar mobil dan berjalan memasuki restoran itu.sampai matanya melihat sosok cecil dari belakang yang sedang tertawa bersama seorang anak yang terhalang tubuhnya serta wanita paruh baya dan laki-laki yang duduk di sebelah cecil.


Dengan langkah lebar dia mendekat kearah cecil,tapi ternyata kedatangannya berbarengan dengan sosok yang selama ini menjadi pusat pencariannya.


"Hai.."


"Cecil.."


Kiano dan niken menyapa berbarengan meski di tujukan untuk orang berbeda namun mereka berada di tempat yang sama.


Ke empat orang yang berada di meja itu menoleh bersamaan dan terkejut melihat kedatangan niken dan kiano yang bersamaan.begitupun dengan niken dan kiano mereka tidak menyangka dan terkejut setelah hari itu,kini di pertemukan kembali dalam situasi yang tidak terduga.

__ADS_1


"Mom..aku pikir kamu tidak jadi datang ?" kenzo membuka suara menyadarkan niken dan kiano dari rasa terkejutnya.


"Oh..iiiya..maaf mom agak telat tadi sedikit macet" niken berusaha bersikap santai dan menghampiri kenzo lalu mengecup kepala dan pipi anak laki-lakinya.


"Bagaimana harimu ? kamu menikmatinya?" tanya niken berdiri disamping kenzo dan di balas anggukkan oleh kenzo" terima kasih tuan anderson..dan maaf sekali lagi saya merepotkan anda" ucap niken kemudian menatap raihan dan membungkukkan kepalanya pada raihan.


"Santai saja..aku yang menjanjikan pada kenzo bukan sebaliknya sebaiknya kamu duduk dulu" ucap raihan sambil berdiri lalu menarik kursi di samping kenzo untuk niken duduk." Oh silakan anda juga duduk mr.kean..maaf aku tidak bisa menarik kursi untukmu hehehe" lanjutnya dengan candaan pada kiano.


"Oh tidak apa-apa..santai saja" kiano tersenyum kaku setelah sedari tadi hanya melihat percakapan yang terkesan akrab antara niken dan raihan.entah mengapa dia merasa tidak menyukai hal itu.


Cecil menepuk kursi di sampingnya dan mempersilakan kiano untuk duduk,namun sesekali matanya melirik ke arah niken yang tampak canggung di samping kenzo.


Posisi mereka kini berhadapan tapi sayang di hadapan kiano seorang wanita paruh baya, yang ternyata berasal dari negara yang sama dengannya.kiano semakin merasa tidak nyaman melihat keakraban kenzo dan niken pada raihan berbeda sikap terhadapnya kenzo bahkan tidak menatapnya sama sekali.


"Ah iya ken..kamu tahu tidak pekerjaan uncle kean itu seorang photographer juga..sama seperti aunty cecil tapi dia lebih jago bahkan juara photo tingkat dunia" ucap cecil tiba-tiba membuat kepala kenzo menoleh ke arah kiano dan membikin niken sedikit tegang.


"Benarkah uncle ?!" sahut kenzo dengan antusias dan penuh minat.


"Hemm..iyaa ! kamu mau coba photo" kiano yang merasa mendapat perhatian dari kenzo tanpa membuang kesempatan langsung mencari sela untuk mencari minat kenzo.


Kiano benar-benar bersyukur mempunyai teman yang dapat mengerti tentangnya.bahkan tanpa di minta cecil berinisiatif untuk memberikan jalan baginya untuk lebih dekat pada kenzo.


Sebenarnya bukan tanpa alasan cecil melakukan itu.karena sudah dua kali dia mendapati kiano yang mengigau dalam tidurnya pada hal yang sama sepertinya ada sesuatu yang masih menjadi beban kiano.di tambah dia juga curiga dengan hubungan kiano yang tidak biasa pada niken seolah niken ingin menghindar dan berlari dari kiano.


"Maaf kean aku sedikit lancang" batin cecil yang tersenyum melihat mulai adanya interaksi antara kenzo dan kiano.dan cecil melirik pada niken yang terlihat tidak menyukai dengan keadaan ini.


"Bikin penasaran aja..ada apa diantara kalian berdua" pikir cecil sembari menggulung pasta pada piringnya dan memasukkannya ke dalam mulut.

__ADS_1


__ADS_2