Dia

Dia
episode 50


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi.Diluar sepertinya banyak orang, terdengar ramai.mungkin saudara saudara ku sudah berkunjung.


Benar saja,ada banyak saudara dari mamah.Seperti mau hajatan saja.pikirku.


Oiya,hari ini aku berjanji mengajak mereka untuk makan siang bersama...mungkin satu trah Mbah Kakung Karyadi ,ayah mamah berkumpul.


Hari ini aku spesial kan untuk keluarga ku.kami makan, bercanda, Ngobrol, bercerita,berbagi pengalaman dan mereka yg sudah tua mengatakan agar aku segera menikah.aku tertawa, mungkin menikah bisa tinggal beli yaa jodoh nya di toko??


aku mengutarakan akan ke Surabaya, ziarah ke makam papah,lusa.


Aku ingin mengajak Tante Sari dan satu atau dua kerabat nya ke Jakarta untuk memberikan dukungan kepada Kalina yang sedang Berkompetisi Dalam kontes Dangdut.Keluarga mamah mengiyakan.mamah pun memperbolehkan.Syukurlah kalau mereka semuanya sudah memiliki pikiran terbuka.


aku menelpon Pim melalui panggilan Video.dia ku perkenalkan dengan mamah.sebentar mereka bercakap-cakap.kebetulan sih,mamah ku bisa berbicara asing karena dulu sering berhubungan dengan orang asing.


Ku perlihatkan Rumah dan keluarga ku.Dia cuma dada dada...hhhaaa


***


Hari ini jadwalnya Aku keliling jogja.tentunya sama mamah dan keluarga Mbak anjani.aku mencoba melupakan diriku yang di Thailand.Menikmati liburan di negeri sendiri.


menghilangkan penat selama di Hanoi dan Bangkok.


Aku mengunjungi pantai Parangtritis,lalu ke candi Borobudur di Magelang kemudian langsung ke kawasan Malioboro.


Menyaksikan musik angklung yg ramai di pinggir jalan.rasanya ingin juga aku berjoget hokya hokya....


makan bebek di lesehan,memang sih rasanya enak.tapi lumayan mahal.kata mamah.


Dan membeli sedikit oleh oleh untuk nanti di Bangkok yg akan ku bagikan ke teman sekantor.


***


" Mah,Ayi berangkat ya.tolong doakan Ayi semoga di sana Ayi bisa menghadapi tantangan pekerjaan dengan mudah."


Mamah tersenyum sambil mengusap rambut ku.


" Selalu ,selalu mamah doakan yang terbaik buat ayi.juga buat anak mamah yang lain." Katanya haru.


aku memeluknya.


" tapi beneran ya mah,nanti kalo Ayi pulang lagi mamah harus ikut Ayi..." kataku masih mendekapnya.


" Kemana??" Tanya nya.


" Ke Korea,Ayi gag mau melihat mamah menua.oplas ya mah??" kataku sambil tersenyum.


" hust..ngaco" katanya sambil tertawa.


Aku berpamitan kepada mbak Anjani dan mas Hanif.Tak lama taksi ku datang.


****


masih siang aku sampai di Juanda.segera ku pergi ke rumah Tante Sari.aku meminta untuk berhenti di toko bunga kepada sang supir.

__ADS_1


aku ingin pergi ke makam papah terlebih dahulu.


Ada perasaan haru kala mengingat nya.perasaan kurang puas untuk bermanja-manja dengan nya.merasakan kasih sayang seorang ayah.Bahkan Dekat dengan nya.


Kembali ingatan ku menerawang beberapa tahun silam,tak kala aku memberanikan diri untuk bertemu dengan papah yang tinggal di lingkungan keluarga istrinya.


Aku masih ingat benar dengan satpam yg mengantarkan ku kerumah papah.Sayang aku tak punya kontak nya lagi.padahal Tampa nya, mungkin aku tak kan bertemu papah dengan segala kondisi nya dahulu.


Mobil berhenti di pelataran makam.sedikit terlihat seram sih.tapi tak mengapa karena aku sudah niat.semoga aku tak salah makam papah.


kebetulan ada sang juru kunci.katanya tadi baru saja ada yang meninggal,jadi dia membantu proses pemakaman.


kami berjalan menuju makam papah.


***


" Assalamualaikum Pah,Ayi datang mau jenguk papah." kataku seraya mendekati makam papah.


Hatiku seketika bergemuruh ,Bibir ku bergetar,mataku berkaca-kaca.sekuat nya aku menahan tangis.namun tetap saja meleleh.


segera ku seka air mata ku.Pantang bagi ku untuk terlihat lemah.tapi memang kenyataannya aku lemah...


" Papahhh.. panggil ku menghiba


Kuseka berkali-kali air mataku.aku puaskan dahulu meluapkan emosi dalam dadaku.segera setelah semuanya terasa tenang.aku mendekati nisan papah.


" Papah,, maaf kan Ayi yang belum bisa menjadi anak yang berbakti untuk Papah.


Lalu aku berkeluh-kesah berbicara dengan nisan papah setelah mendoakan beliau.Alfatihah dan Yasin.


***


Aku melihat lihat Rumah ini,yg dahulu pernah di tinggali oleh Papah.Aku melihat ke kolam ikan belakang rumah.seakan ada papah yang sedang memancing menggunakan kaos oblong polos dan memakai sarung.


Aku tersenyum,seakan kenangan kenangan itu hidup kembali di ingatan ku.aku kembali mendoakan beliau Alfatihah.


Aku menginap semalam dirumah Tante Sari.


beliau seperti nya sangat senang ketika aku akan mengajak nya ke jakarta.menonton Kalina yg sedang bertanding Dangdut.


***


Host acara memanggil nama Tante Sari yg berada di kerumunan.dan meminta nya naik ke atas panggung.ketika Kalina sudah menyanyi.tampak adegan yang seperti itulah..aku hanya tersenyum.


Host menanyakan bermacam macam pertanyaan Random kepada Tante Sari.Aku bahagia melihat kebahagiaan Tante Sari.


Kemudian Namaku disebut,kamera mengarah kepadaku.aku disorot lampu aku diminta naik ke panggung.Tadinya aku bersikeras tak mau.namun Kalina diatas panggung tampak memohon.


Tampak wajah ku di zoom.aku melihatnya di layar yg sepertinya sang kameraman nya salah Fokus.untung aku rapi, pikir ku.


***


" Jadi anda ini siapanya Kalina,?" tanya si host Dengan gemulai.aku cuma tersenyum menatap Kalina.Kalina tampak memberikan senyuman lebar.giginya pun Tampak kelihatan.

__ADS_1


" Saya saudari nya??" jawabku.


" Saudari yang bagaimana?? " tanya nya lagi


aku melihat ke Tante Sari.


" ehh,Kami memiliki ayah yang sama." jawabku...oooo suara panjang.


" Harapan kamu terhadap Kalina apa?. Maaf diantara kalian siapa yang lebih tua.siapa kakak nya??" tanya nya lagi.


" Kalina yg lahir lebih dahulu, Tapi saya enggan memanggil nya kakak." kataku sambil tertawa.


" saya terlahir dari istri papah yg pertama." kataku sambil berujar maaf kepada Tante Sari melalui kedua tangan saling di tempelkan.


" Harapan saya terhadap Kalina.Berjuanglah kal,mau kamu menang atau kalah saya tetap menjadi saudari mu yang bangga akan kamu."


lalu tepuk tangan terdengar riuh.


"Katanya Kalina mau kamu ajak ke Bangkok yaa,apa anda bekerja atau tinggal disana??" tanya host lagi


" Yaa saya berjanji mengajak nya,saya Bekerja disana."


" Rencananya mau diajak kemana saja di Bangkok nanti.??" tanya host.


" Tidak jauh jauh.mungkin hanya ke meja operasi??" kataku tersenyum


" meja operasi apa??" tanya nya heran.


" meja operasi hidung nya agar tak terlalu pesek." kataku sambil tertawa.kalina memukul mukul badan ku dengan tangannya.


Suara riuh penonton tertawa.


***


Meskipun akhirnya Kalina malam itu di eliminasi.dan harus tersisih.Tak mengapa.bagiku itu sudah puncak usahanya.pembuktian atas setiap kata katanya dahulu.


Aku mendadak dihubungi oleh keluarga ku,kakak kakak ku.ada sebagian juga dari teman teman ku yg di Jakarta Karena tak sengaja aku tampil di televisi.


****


Aku menuju kantor Mr Jonathan yg ada di Jakarta ini.berkunjung sebentar pikir ku.


aku bertemu dengan mbak Retno teman sekantor dahulu.


Menanyakan jika aku kemungkinan kembali bekerja di Jakarta.Tak sengaja juga bertemu dengan Mr Jonathan.kami bercakap-cakap.banyak pujian terlontar dari mulutnya.aku cuma tersenyum.


Aku menemui Lucy yg tengah hamil.aku tersenyum melihatnya.


Aku mengajak Tante Sari,Kalina untuk menemui mas Koko dan mbak Dian.


Dirumahnya ternyata sudah ada mbak Ajeng yg jauh jauh datang dari Bogor.ada juga mas panji dan teh Arin dari Bandung.


Aku Bercengkrama dengan keponakan keponakan ku walaupun sebentar.

__ADS_1


sebelum Harus kembali ke Bangkok.


__ADS_2