Dia

Dia
Dua puluh


__ADS_3

"Gila ya, ternyata bener rumor yang beredar di luaran orang itu kalo kerja gak bisa santai" selentingan omongan dari para kru dan assisten model yang Niken dengar tentang seorang kiano.


"Sstt Ken..kamu ngerasa gak sih kalo hari ini suasana pemotretan tuh tegang banget bahkan tadi w liat si clay sampe emosi karena banyak di protes. parahnya lagi dia hampir mau batalin kontrak ini kalo photografernya masih si mr.kean itu" bisik Bella yang tengah di rias oleh stylistnya.


"Yah mungkin memang hasilnya kurang bagus kali makanya harus di take berulang kali" ucap Niken menanggapi.


"Masa sih kamu tahu kan clay itu model profesional bukan amatiran jam terbangnya lebih banyak dia daripada kita secara clay juga seorang aktor terkenal jadi gak mungkinlah kerjanya kaya anak baru yang sering di protes gitu" ucap Bella menimpali dengan asumsinya sendiri.


Dan pintupun terbuka seorang kru datang menyampaikan agar para model wanita untuk bersiap di depan. Niken memeriksa kembali tampilannya begitupun dengan Bella mereka berjalan menuju tempat pemotretan di ikuti para assistennya.


Niken menyapa ramah beberapa kru yang dia lewati berbeda dengan Bella yang enggan berbasa basi. Niken melihat betapa santainya seorang clay dan Sam ketika berhadapan dengan kamera bahkan dari gerakannya dan gesture badannya begitu terlihat jika dia memang seorang profesional.


Meski clay seorang model yang sudah berumur dan seorang ayah namun masih terlihat tampan di usianya. bahkan seorang Niken sangat mengaguminya dia adalah fans berat seorang Clayton Hyde. kali ini dia harus melakukan yang terbaik karena pasangannya kali ini adalah sang idolanya.


"Oke..Niken masuk, thanks Sam good job" suara Cecil yang tiba-tiba memanggil namanya membuat Niken beranjak mendekat ke arah kamera dan menyapa sang idola yang langsung memeluknya sebagai salam perkenalan sambil berbisik "kita tunjukkan pada si mr.perfect siapa peran utamanya" ucap clay dan tersenyum ramah pada Niken.


Sementara kiano yang melihat interaksi Niken dan clay yang begitu akrab membuatnya merasa kesal.entah kenapa setiap kali dia melihat kedekatan Niken dengan pasangan modelnya yang berjenis kelamin pria dia selalu merasa kesal sendiri. padahal dulu dirinya selalu bersikap profesional meskipun dulu dia pernah dekat dengan seorang model tapi tak pernah terbawa perasaan seperti saat ini.


"Oke kita mulai..clay kamu bisa pegang coklatnya seolah kamu ingin menyuapi Niken dengan tatapan yang penuh cinta..tunjukkan di hadapan kamera betapa kamu sangat memuja seorang Niken" ucap Peter memberikan arahan pada clay yang membuat kiano spontan menoleh dan menatap tajam pada Peter.


Namun sayangnya Peter tak paham arti tatapan itu yang membuat Cecil hanya tersenyum di balik layar komputer. kiano mengarahkan kameranya pada pasangan yang terlihat sangat mesra di depannya. seandainya ini bukan suatu pekerjaan mungkin dia sudah menarik Niken dari sana. kiano sangat tidak menyukai gaya ataupun pose yang di arahkan Peter pada mereka.


Kiano dan Peter mengambil gambar dari berbagai sisi dan akhirnya pekerjaan merekapun selesai di malam hari dengan seluruh para model. kiano meletakkan kamera dalam tasnya lalu dia melangkah keluar dari ruang pemotretan tanpa banyak bicara hanya menepuk bahu Peter dan melambai pada Cecil.

__ADS_1


Lokasi pemotretan memang masih sekitar villa karena itu dia sengaja menyelesaikannya dalam satu hari meski harus sampai malam. kiano berjalan berkeliling villa dengan segelas coklat panas di tangannya. udara dingin yang menusuk tulang seperti tak dia rasakan karena hatinya yang masih merasa kesal dan marah.


Kiano melihat beberapa pekerja yang sedang membersihkan taman dari tumpukan salju yang memang mereka kerjakan di malam hari agar ketika pagi hari tidak terlalu banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan. kiano duduk pada undakan tangga yang bersih dari salju sambil menikmati coklat panasnya.


Tiba-tiba dia merasakan kehadiran seseorang yang duduk berjarak di sisinya. kiano menatap sosok yang memakai mantel tebal dan sarung tangan yang sedang menatap ke depan searah pandangannya.


"Maaf mengganggu anda tapi saya tidak bisa tidur terlalu berisik di dalam dan saya rasa hanya tempat ini yang sepi" ucapnya tanpa menoleh ke arah kiano.


"Humm.."ucap kiano sambil mengangguk pelan.


"Kamu.."ucap mereka bersamaan dan niken pun menoleh ke arah kiano yang juga sedang menatapnya.


"Kamu duluan.."ucap kiano tersenyum tipis pada Niken dan niken pun mengangguk pelan.


Kiano terlihat gugup dan salah tingkah karena mendapat serangan pertanyaan yang mendadak, dirinya bingung harus menjawab bagaimana agar kalimatnya tidak membuat Niken marah dan menjauh.


"Hmm..baiklah sepertinya kamu kesulitan untuk menjawab..lebih baik saya perjelas di sini tolong berhentilah untuk mencari tahu tentang kami karena kami tidak pernah ada hubungan dengan anda" ucap Niken tegas menatap lekat pada kiano.


"Tapi aku.."


"Ooh dan apa yang pernah kamu dengar dulu dan yang kamu tahu saat ini sudah aku jelaskan itu semua tidak benar jadi berhentilah sampai di sini mr.kean" potong niken dengan sorot mata tajam menjelaskan jika dia merasa terganggu dengan hal itu.


"Kenapa.." tanya kiano alih-alih menyetujui permintaan Niken.

__ADS_1


Alis Niken mengerut dengan pertanyaan kiano dan senyum tipis muncul di bibirnya yang seksi.


"Anda lucu sekali menanyakan itu bukankah sudah jelas kita tidak pernah dekat bahkan hanya sekedar untuk menyapapun tidak, jika sekarang kita berhubungan itu hanya sebatas pekerjaan tidak lebih. Anda sendiri yang mengatakan saya bukan perempuan baik-baik dan melarang adik anda berteman dengan saya kan. jadi saya rasa wajar saya meminta anda berhenti mencari tahu tentang kami itu karena kami bukan siapa-siapa anda mr.kean." ucap Niken panjang lebar.


"Kenapa kamu menyembunyikan ini dari aku..kenapa kamu tidak menuntut aku atas perbuatan aku..apa alasanmu melakukan ini semua.." tanya kiano yang menolehkan wajahnya menghadap depan pada taman yang telah bersih dari salju dengan suara yang terdengar seperti bisikan.


"Maaf jika dulu sikap aku yang membuat kamu tersinggung dan sakit hati dan maaf atas perbuatan ku yang pengecut dan merugikan mu..aku sung.."


"Anda sudah ingat dengan perbuatan anda yang merugikan saya" potong niken mencari kebenaran dari sikap kiano yang kini sedang tertunduk dan harapannya lenyap ketika dirinya melihat kepala pria itu menggeleng kecil.


"Kalau begitu anda tidak perlu meminta maaf untuk hal yang tidak pernah anda ingat melakukannya. saya paham dulu sikap anda semata hanya ingin melindungi adik anda dari pergaulan teman yang tidak baik" lanjut Niken.


"Tapi mimpi buruk itu membuat saya yakin jika saya melakukan sebuah kesalahan fatal dan pasti itu berhubungan dengan kamu kan" kiano menatap yakin pada Niken dan Niken terhenyak mendengar perkataan kiano.


"Mimpi..mimpi buruk apa sampai anda pikir itu ada hubungannya dengan saya" tanya Niken dengan raut sedikit cemas.


"Yah dalam mimpi itu saya..saya telah melecehkan seorang gadis dengan paksa bahkan saya tidak perduli ketika dia menangis dan memohon dan meronta minta tolong..saya bahkan terus memaks.."


"Stopp!!" Niken berteriak keras dia menutup telinganya tidak ingin mendengar lebih lanjut cerita kiano yang sangat membuat dirinya trauma akan masa lalunya itu.


Kiano menatap Niken yang mulai sedikit histeris perlahan kiano menggeser duduknya mencoba meraih bahu Niken untuk menenangkannya. tapi sayang itu justru membuat Niken semakin marah dan membencinya sampai akhirnya niken meninggalkannya.


Kiano menatap nanar kepergian Niken dan dia semakin yakin jika gadis dalam mimpinya itu adalah Niken. andai dia mengingat kejadian malam itu mungkin masalah ini tidak akan menjadi serumit ini.

__ADS_1


__ADS_2