
"aahhh lagi-lagi dia begitu" yaaa Lia memang sudah hapal bentuk belakang pria itu jadi tidak perlu berpikir lama lagi itu pasti sudah jelas pria yang sama dengan yang waktu itu.
saat pria itu sudah pergi dari ruangan kesehatan, Lia hendak bangkit dari tidur nya sambil memegang kepala nya yang masih sedikit pusing dan Lia melihat ada sesuatu yang di siapkan pria tadi di meja samping kasur nya
"eehh i..ini..." Lia fokus bukan pada makanan,minuman dan obat yang diberikan pria tadi tapi dia lebih fokus pada catatan memo yang di tinggalkan pria itu
tanpa berfikir panjang Lia langsung mengambil catatan memo itu dan membacanya berlahan
aku sudah menyiapkan obat untukmu, sebelum minum obat makan dulu roti yang sudah aku siapkan walaupun tidak bernafsu makan, setidaknya kamu harus makan walupun sedikit. Semoga lekas sembuh.
itu lah catatan yang di tinggalkan pria itu untuk Lia
"makasih" Lia masih menggenggam memo itu sambil tersenyum dan setelah itu dia langsung memakan roti dan meminum obat yang sudah di persiapkan pria tadi.
diwaktu yang sama saat Andra meninggalkan ruangan kesehatan Andra langsung menghubungi no hp yang sudah di catatnya dari hp Lia yang ada di dalam tas, yaa dia memang sempat memeriksa tas Lia tapi bukan untuk yang tidak-tidak dia memeriksa tas Lia untuk mencari hp Lia untuk menghungi no hp keluarga atau teman Lia untuk menjaga wanita itu.
walaupun tadi dia sempat ragu karena hp Lia harus memakai pola untuk membuka kuncinya tapi hanya dengan sekali tebakan ternyata kunci hp Lia langsung terbuka
bahkan Andra tidak habis pikir ternyata pola yang digunakan wanita itu sungguh mudah, dan setelah kunci hp Lia itu terbuka Andra langsung membuka daftar panggilan keluar untuk melihat nomor yang sempat di hulubungi oleh Lia.
"halo" jawab seseorang yang di sebrang sana
"kakak kamu ada diruangan kesehatan kampus,segera jemput dia kesini" itulah yang di katakan Andra, tanpa berbasa-basi terlebih dahulu
"apaa? kak Lia? " jawab pria itu bingung
__ADS_1
"iya, segera jemput dia kesini" jawab Andra dengan penuh penekanan, dia kesel karena pria itu tampak bertele-tele
setelah mengatakan kalimat itu Andra langsung memutuskan panggilan teleponnya tanpa menunggu jawabnya di sebrang sana
"ohh shit" jengkel pria itu karena Andra langsung memutuskan telepon nya tanpa menunggu dia menjawab
"yaa ampun kakk..kakkk" sambil mengacak rambutnya frustasi dia langsung bergegas untuk menuju ke kampus kakaknya. tidak menunggu waktu lama dia segera sampai di kampus Lia dan langsung bergegas menuju ruangan kesehatan yang tadi sempat diberitahukan oleh Andra
krreeekkk dia langsung membuka pintu ruangan itu dan dia melihat Lia bersama kedua sahabatnya yang di juluki Lia dengan pasangan alay itu
"ohh ellan kenapa kamu bisa disini? " tanya Lia bingung dengan kedatangan ellan di kampus nya terlebih di ruangan kesehatan ini
"tadi ada yang ngehubungin aku dia bilang kakak ada di ruangan kesehatan kampus dan dia nyuruh aku segera jemput kakak kesini" jawab ellan jujur sambil menghampiri Lia yang berada di kasur dan duduk di sisi ranjang kasur itu sambil mengelus kepala Lia
Lia langsung mengarahkan pandangannya ke arah dua sahabat nya itu bergantian dan mereka berdua hanya mengangkat bahu asal bertanda tidak tahu apa-apa
"bukan kalian yang ngehubungin ellan? " tanya Lia kepada kedua sahabatnya itu
"bukan, tadi yang ngehubungin aku itu pakai no baru aku aja tidak kenal siapa dia" jawab ellan tanpa menunggu jawaban dari kedua sahabat kakak nya itu ,padahal yang ditanya bukan dia
"aahhh" jawab Lia faham sambil menganggukkan kepala nya
ellan masih mengelus kepala Lia dengan lembut seperti mengelus kepala adik kecilnya dan bukan kakaknya .
melihat situasi ini kedua sahabat Lia hanya menggeleng kan kepalanya sambil menyilakan kedua tangan nya di depan dada secara kompak
__ADS_1
"ekkhemm udah deh kita pergi aja yok sayang sakit mata ku lama-lama disini" kata Bayu hendak berdiri dari kursinya
"ahaha okeokee , Lia kita pulang dulu yaa karena posisi kita udah tergantikan sama pangeran mu ini" ejek temannya sambil menepuk pelan pundak Lia
Lia hanya mengangguk kan kepalanya sambil memejamkan matanya, karena ellan dari tadi masih mengelus kepalanya dan itu membuat dia nyaman dan membuat nya semakin ngantuk
"kak udah minum obat? " tanya ellan pada kakaknya dan masih mengelus kepala Lia
"iya udah" jawab Lia singkat
"ohh iya bagus deh , kakak istirahat aja dulu habis ini baru kita pulang"
"hhmm" gumam Lia yang masih memejamkan matanya.
di posisi lain Andra berada di sebuah rumah sakit sedang memeriksa kondisi pasien, dengan menggunakan jas putih khusus dokter itu membuat dia nampak menawan dengan sikap dia yang dingin dan tegas menambahkan kesan yang begitu kuat dan membuat orang di sekitar nya segan
ya Andra memang masih kuliah tapi dia sudah bekerja di sebuah rumah sakit yang besar, dengan kemampuan nya yang hebat itu dia sudah banyak mendapatkan pujian dari orang sekitar nya
walaupun dia masih tergolong muda untuk bisa mendapatkan posisi yang penting di rumah sakit tidak aja yang meragukan kemampuannya
sudah beberapa jam berlalu ellan hendak mengantarkan Lia untuk pulang, ellan dengan telaten mengantar Lia menuju parkiran area kampus dengan melingkarkan tangan nya ke pinggang lia, tidak ada penolakan dari Lia karena mereka memang sering begini di rumah keluarga besar nya ataupun di luar rumah.
dengan perlakuan ellan yang tidak biasa itu menyebabkan banyak orang yang mengarahkan pandangan ke arah mereka tanpa mereka sadari dan banyak yang menganggap bahwa mereka itu pacaran dan bukan kakak beradik, karena dengan tubuh ellan yang tegab dan dia cukup tinggi untuk seukuran lelaki seusianya dan tubuh Lia yang cukup mungil jadi banyak yang menganggap nya adalah pacar Lia dan bukan adik Lia.
sesampainya di samping mobil, ellan membukakan pintu untuk Lia dan meletakan tangannya di atas mobil agar Lia tidak terantuk saat hendak memasuki mobil nya
__ADS_1
"pelan-pelan kak" sambil mengarahkan Lia untuk duduk
setelah Lia duduk di kursi penumpang ellan langsung mamasangkan sabuk di badan Lia agar Lia tetap aman dan setelahnya dia langsung berlari kecil melingkar mobil untuk masuk ke dalam mobilnya.