
"aahh akhirnya nya" Lia langsung menghempas kan begitu saja badan nya ke kasur
"Eehh tapi...abang yang udah nolongin aku tadi kayaknya memang orang yang sama deh yang tadi pagi ku tabrak" sambil berfikir keras Lia mendudukkan badan nya di kasur sambil menyilakan kaki nya dan menopang kepalanya di tangan
"Apalagi pas dia bilang hhmm ,yaa ampunn aku sampai hapal logatnya yang bilang hhmm itu wkwkwk"
"Aahh udah dehh mending mandi dulu abis itu langsung botik" Lia langsung bergegas ke kamar mandi yang ada di kamarnya agar segera bisa tidur
Di sebuah ruangan lap khusus jurusan kedokteran Andra sedang mengerjakan tugas kuliahnya yang hampir selesai sambil termenung mengingat kejadian pagi tadi yang yang menimpanya bersama seorang gadis yang bahkan namanya saja dia tidak tau
Sambil mengangkat sebelah tangan nya ke arah hidung Andra mencium telapak tangan nya yang masih lengket wangi wanita tadi
"wangi lavender" yahh emang Andra tidak sengaja memegang pundak wanita itu saat hendak menahan tubuh nya yang akan jatuh ke arah nya
"Dari pada bilang *maaf* kenapa tidak bilang terima kasih aja, dia tampak penakut dan sering terjatuh" sambil tersenyum tipis Andra meninggalkan ruangan lap
Sebenarnya sewaktu mereka terjatuh ke lantai Andra hendak bangkit dari posisinya tetapi wanita yang ada di atas badannya itu tidak bergerak sama sekali Andra bahkan hampir berfikir bahwa wanita itu pingsan ,tetapi sewaktu teman nya datang dan langsung membantu wanita itu wajah wanita itu tampak merah padam melebihi merah tomat dan bukannya bilang terima kasih wanita itu malah menyebut kan kata maaf sambil menunduk dan enggan untuk menatap pria yang sudah menolongnya itu.
"Junior? Hmm mungkin jurusan sastra" sambil memutar kunci mobil di jari nya Andra hendak menuju parkiran untuk pulang kerumahnya karena sudah tidak ada lagi yang perlu dia lakukan di kampus ini
"Wwoiii langsung balik ni? " Sapa teman sejurusan Andra sambil berjalan di samping nya
"Iyaa" jawab Andra singkat
"Ohh, eehh tadi aku dengar kamu abis di timpa sama cewek cantik ciieee" sambil men coel\-coel lengan Andra dia memasang epresi yang membuat Andra muak
__ADS_1
"Kenapa memang nya? "
"Enggak cuman mau memastikan aja dia betulan cantik apa enggak,kalau cantik kan mana tauuu....." Sambil memasang epresi aneh dia menatap Andra yang sudah mulai jengkel dengan tingkah laku nya itu
Andra langsung menghentikan langkah nya dan menatap temannya itu dengan sebelah tangan nya di masukan ke kantong celana dan tangan satunya masih memegang kunci mobil nya itu
"Ohh pak profesor, selamat siang pak ? " Sambil mengarahkan pandangannya ke belakang kepala teman nya itu
"Eehh pak profesor, selamat siang pak" sapa teman nya itu berbalik ke belakang dan langsung menundukkan kepalanya hormat
"Hmm? Kok GK ada sahutan? Dia langsung mengangkat kepalanya dan ternyata tidak ada siapa\-siapa di depan nya itu
"Ah sial" sambil membalikkan badannya untuk menghadap Andra dan ternyata Andra sudah tidak ada di posisi nya lagi
Andra sudah berada di dalam mobil nya dan hendak menghidupkan mesin mobilnya itu tetapi dia teringat dengan apa yang di tanyakan teman nya barusan
"Cantik ? Hmm atau cute" sambil membayangkan wajah wanita yang sudah ditemuinya dua kali ini dalam sehari , lagi\-lagi Andra tersenyum tipis bila mengingat wajah perempuan yang polos itu cantik atau bukan Andra hanya suka saja saat melihat wajah perempuan itu.
Andra sampai di apartemen nya saat hendak menuju ke kamar hp dia berbunyi menampilkan telepon masuk dari mama nya
"Halo ma"
"Sayang kamu sudah sampai rumah"
__ADS_1
"Iya sudah,ini baru sampai. Ada apa ma? "
"Iya bagus deh, enggak mama cuman mau ngabarin mama sama papa sudah sampai amerika. Kamu jaga diri baik\-baik ya nak di sana"
"Iya ma, Andra kan bukan anak kecil lagi jadi mama sama papa tenang aja. Kalau ada apa\-apa langsung hubungin andra"
"Iya sayang, yaudah mama tutup dulu yaa kamu makan yang teratur biar gak sakit oke"
"Iya ma"
"I love you sayang"
"I love you to ma"
Andra langsung menutup telepon nya dan langsung mengarah ke kamar nya itu dan merebahkan diri nya
Lagi\-lagi Andra mencium tangan nya yang beraroma lavender itu, entah kenapa dia sangat suka aroma dari tubuh wanita itu sampai\-sampai dia enggan untuk mencuci tangannya agar wangi itu tidak hilang.
"Ahh kayaknya aku mulai gila" ucap Andra frustasi melihat tingkah laku nya yang aneh itu
Andra langsung bangkit dari tidurnya agar tidak memikirkan yang aneh\-aneh, dia langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian santai ,dengan memakai jaket abu\-abu dan celana selutut dan memakai topi putih untuk keluar apartemen nya agar menghirup udara segar.
Saat Andra sampai di dalam lift, sewaktu pintu lift itu hampir tertutup dari dalam Andra melihat seorang wanita yang familiar di matanya. Dengan memakai celana pendek dan jaket putih yang panjang nya pas sepinggang dia berjalan dengan santainya sambil melompat lompat ringan mengikuti alunan musik yang ada di hengset nya itu
__ADS_1
"Hhmm" sambil tersenyum tipis saat pintu lift sudah tertutup Andra tersenyum hangat berbeda dengan dia yang biasa nya hanya tersenyum singkat.