Dia

Dia
episode 73


__ADS_3

Sudah tiga hari lamanya aku tak berbicara kepada Anne.


Anne juga tak ada kerumah yang ku tinggali bersama Phi dan Padma.


Katanya sih,dia pulang ke Bangkok.ada urusan.


Terserah lah.aku membiarkan nya.


Miss Katty duduk di samping ku.


" Kamu tak menghubungi Anne Lee??" tanya nya.aku menoleh kepadanya dan menggeleng kan kepala.


" Sudah,biarkan saja phi.biarkan dia dengan ke egoisan nya.Aku malas membahas nya." Kataku.


" Kamu jangan membela ku Lee??" katanya.


" aku hanya meluruskan persepsi nya terhadap mu Phi. kau tak salah sepenuhnya.?" Kataku.


" Sudahlah Lee,, keadaan sudah seperti ini.sudah susah diluruskan." katanya.


Aku menatap nya.


" Tak ada yang tak mungkin Phi. aku bukan perduli terhadap mu,aku hanya perduli dengan Padma. aku memikirkan nya suatu hari saat dia dewasa.aku tak ingin dia benci terhadap mu atau keadaan??"


Kataku. Dia menatap ku dalam sambil sedikit menahan tangisnya. aku merangkul nya di pundak ku.


****


kemudian Tak lama Padma kecil datang sambil membawa crayon dan kertas gambar.


Dia menyerahkan nya kepada ku.


"Sepertinya dia harus segera di masukan ke play group Lee.Dia sering meminta untuk bersekolah.?!" Kata Miss Katty.


" ya sudah,kita masuk kan saja.agar dia punya teman.agar setiap hari tak hanya bermain dengan bibi Nguyen..??" kataku sambil tertawa, Phi juga tertawa kecil.


Aku memangku Padma, mencium nya gemas.


" what is your name, angel right??" kataku sambil menciumi nya.


" Noo..iam Padma." katanya kecil.aku tertawa.


" Padma is my name.you are angel??"


"Noo angel, Padma yayaa.." katanya imut.aku semakin gemas.


" Dia belum punya nama lengkap Lee??" kata Phi kemudian.Aku menatap Phi.


" Oke, baiklah. Namanya Padmasatvi Urayassa Pholiphat." kataku.


Phi menatap ku dalam,aku tersenyum.


****


Athena side:


Apa maksudnya Lee memakai nama ayah ku kepada Padma?? Pikir ku.


Aku sembunyi dibalik pintu mendengarkan pembicaraan mereka tadi.


Aku datang diam diam.maksud hati ingin meminta maaf kepada Lee dan Phi.akan tetapi aku malah mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Aku urungkan niat ku.Lalu berbalik pulang.


***


" Ya hallo..."


Kataku sambil mengangkat telepon.Tetapi yang menelepon ku menggunakan bahasa Thailand.aku tak mengerti.suaranya seperti seorang perempuan.

__ADS_1


Kuberikan ponsel ku kepada Phi.


Tampak dia berbicara serius dengan orang yg menelepon.


Setelah dia selesai lalu menutup ponsel ku.


Phi memandang ku.


" Ada apa Phi.??" Tanyaku penasaran.


" Lee..Pim ada di rumah sakit.dia mengalami pendarahan hebat.!?" Katanya memberi tahu aku.


" Yang barusan menelepon,bibi nya Pim.?" katanya lagi.


Muka ku langsung terlihat panik.


" Terus bagaimana phi??" kataku gemetar.


" Apakah keadaan nya serius??" kataku.


Dia mengangguk.


" Kenapa dia sampai pendarahan Phi.?" Tanyaku.


" Dia bertengkar dengan suaminya,lalu perutnya di tendang oleh suaminya.?!"


Aku marah, geram sekali dengan Lelaki itu.******** pikir ku.aku pikir dia akan membahagiakan Pim ,malah mengancam keselamatan nya.


Aku langsung memesan tiket pesawat keberangkatan malam ini.ku putuskan akan ke Chantaburi.


Ku serahkan segala urusan kepada Phi. aku yakin dia dapat menangani nya. sekarang dia bawahan ku.jadi aku Banyak terbantu karena nya.


" Lee..kalau Anne bertanya.aku jawab apa??"


" Bilang saja aku pulang ke jakarta.ada urusan mendadak.?" kataku.


***


Aku langsung menuju ke agensi pesawat yang ku pesan.


Berharap tak terjadi apa-apa yang serius terhadap Pim.


aku sedikit menangis, membayangkan yang tidak tidak terhadap Pim. Pikiran ku kacau.


Tunggulah Pim,aku akan segera datang kepada mu.


kataku dalam hati.


****


Athena side:


kenapa Dari tadi ponsel nya tak dapat dihubungi.selalu Dialihkan.Ada apa ini?? pikir ku.


Aku memeriksa setiap akun sosial media nya. Aktivitas terakhir adalah hari kemarin.


Ada apa ini??Aku enggan menanyakan kepada Katty. Tetapi aku harus mendapatkan jawaban.


Harusnya aku menghubungi siapa??


****


Aku Memesan taksi untuk langsung ke Rumah Sakit di Chantaburi.


Sudah hampir jam tiga pagi ketika aku sampai di Chantaburi.


Aku Bingung,Tak ada penerjemah nanti untuk menjembatani pembicaraan aku dengan ibunya Pim . Biarlah pikir ku,yang penting aku ketemu dulu.


Aku menanyakan kepada resepsionis Rumah sakit pasien atas nama Aphactraya.

__ADS_1


Aku di tunjukkan dimana lokasinya.Dan segera bergegas menuju ruangan nya.


Aku bertemu dengan bibi nya Pim. Dia menangis dan memeluk ku.Entah apa yg dibicarakan nya.Aku pusing mendengar nya.


***


Pim tampak terkulai lemas.aku mendekati nya,dia masih tertidur.Aku menangis melihat keadaan nya. Sudah empat bulan setelah dia menikah aku tak pernah menemuinya bahkan sekedar menelpon atau panggilan video terhadap nya.


Tubuhnya kurus,Dia tengah hamil muda dan Harus di tambah dengan Kondisi seperti ini.


kebetulan ada suster jaga.


aku menanyakan secara jelas keadaan nya kepada sang suster.


Pim kehilangan banyak darah,tetapi kondisi janin nya masih kuat.Sejauh ini Pim sudah Di transfusi dua kantong darah.Jika besok kondisi nya masih lemas,harus Transfusi darah lagi.


Aku menginap di Rumah sakit, tertidur di samping Pim.


***


Dia menangis sambil memeluk ku.


Terasa sekali Tulang Tangan nya yg kurus.dia tak mampu berkata kata.Hanya menangis


akupun menitikkan air mata.


Memandang muka tirusnya dengan lingkaran mata yang Tampak hitam.


Ya Tuhan, secepat ini kah perubahan kekasih hati ku yang ku sayangi.


Tahu bakal begini keadaan nya.tak ku izinkan dia menikah dahulu.


Aku berbicara dengan Dokter yang menangani Pim.Dia masih memerlukan donor darah,lalu ku tawar kan darah ku untuk segera di periksa.Dan hasil nya cocok.


***


Dia mengangkat kedua tangannya dari atas tempat nya berbaring.


Aku tersenyum sambil memeluk nya.


" Dari mana Lee..?" tanyanya lemah.


" Aku..aku baru saja membeli kopi di kantin." jawab ku berbohong.


" Lelah ya sayang,??" katanya.aku tersenyum.


" Maaf membuat mu khawatir, sampai sampai harus jauh jauh dari Hanoi ke sini." katanya lagi.


" Sudah tak perlu di besar besarkan.yang terpenting kamu pulih dulu Pim??" Kataku.


" Bibi kemana??" Tanya ku??


" Dia tadi meminta izin untuk pulang ke rumah terlebih dahulu." Aku mengangguk pelan.


" Ayo Pim,kamu harus makan dahulu supaya cepat pulih." kataku sambil menyuapinya bubur yang dibagikan oleh perawat.


Aku menatap perutnya yang membuncit kecil.


perlahan aku mengusap,dan mencium nya perlahan.


Pim meremas rambutku sambil menangis kecil.


Ku bisikan doa di perutnya Pim sambil mengelus dan mencium nya beberapa kali.


Aku menatap Pim yang masih menitikkan air mata.aku tersenyum,


" Its okey Pim, everything will be fine." kataku.


lalu aku menyuapi nya makan.

__ADS_1


__ADS_2