Dia

Dia
episode 65


__ADS_3

" Aku bilang juga apa Lee,kamu jadi demam begini kan??" Kata Anne sambil memeras kain kompres ku.


Aku terbatuk kecil,sambil mengambil tissue untuk membersihkan hidung ku.


" Aku hanya sedikit demam Anne,nanti kalau sudah minum Paracetamol pasti sembuh." Kataku meyakinkan nya.


Mukanya terlihat Sebal.mungkin ada judes judesnya.


" Lain kali kalau hujan,jangan macam-macam pake acara Hujan hujanan segala.sakit kan jadinya.!" katanya lagi sambil menekan kain kompres ke dahiku.dia sedikit menekan.


" Sudah Anne, kamu siap siap berangkat ke kantor saja.aku tak apa...Ada bibi Nguyen jika aku perlu sesuatu." Kataku.Dia berdiri dan pergi ke kamar nya.


****


Ponselku berdering, Aku meraihnya yang terletak di meja.Cukup susah sih kalau lagi sakit seperti ini.


Ternyata ada panggilan video dari Pim.Aku mengangkat nya.


" Haii Pim,apa kabar ??" Kataku sambil berbaring.


" Kamu kenapa Lee,kamu sakit??" tanya nya.


aku cuma tersenyum.


" Cuma demam biasa Pim, Kemarin aku kehujanan." kataku lagi.


" Kenapa bisa ke hujanan Lee,apa kamu main hujan hujanan??" Tanya nya.


" eee..tidak pim.kemarin aku mengangkat jemuran karena hujan tiba-tiba." kataku berbohong.


" Bukankah ada mesin cuci otomatis langsung kering di Rumah dinas yang kau tempati Lee??" Tanyanya.


" Iya sih,tapi kemarin pengering nya sedang rusak." kataku.


" Ooo.." katanya panjang.


****


" Yang membuat ku parah menjadi demam Begini karena kehujanan Rindu kamu Pim." Rayuku.Dia tersipu sambil menjulurkan lidahnya.


" Gombal??" Kata Pim .


Aku tersenyum.


" Demam ini membuat ku tak bisa bangun Pim , Tak bisa Pindah Dari senyuman mu.?"


Kataku sambil tersenyum dan menjulurkan lidah ku sedikit.


Dia tertawa.Tampak manis sekali.


aku terpejam sesaat.


" Lee..kamu kenapa??" tanyanya sedikit panik.


" Rasanya aku mulai mabuk Pim.Mabuk karena terlalu banyak menelan kerinduan kepada mu..." Dia tertawa.


" Sudah Lee , jangan gombal lagi.Nanti aku semakin rindu..?" Katanya sambil tertawa.

__ADS_1


Dan diam diam Anne memperhatikan dari Dekat.


***


" Ada apa Pim,sepagi ini kau sudah menelepon ku??" tanyaku.


" hmm, Dari tadi malam aku memikirkan diri mu saja.hanya ingin menelpon mu secepatnya.ternyata kau jatuh sakit." katanya.


" Ooh,bukankan di fikiran mu tak ada yang lain,hanya ada aku saja kan Pim??"kataku kembali tertawa.


" Sudahlah Lee..minum lah obat.beristirahat.segeralah pulih agar kau cepat kembali ke Bangkok." pintanya.


"iya ,baik nona Aphactraya." kataku..


Dia tertawa.


Tak lama kami saling menutup telpon.


Sebelum di tutup,dia memberikan ciuman virtual yang aku membalas nya...cup cup cup...


***


Aku tersadar, sudah ada Anne Yang memperhatikan ku.Aku terkejut,kapan dia masuk ke dalam kamar ?? bukankah tadi pintu nya tertutup pikir ku.jangan jangan memang dia hantu pikir ku.


Dia menyilangkan tangannya.mendekati ku.


"Ooww,, Demam karena Kehujanan Rindu ya?? Mabuk karena Menelan kerinduan yaa?? tak bisa berpaling dari senyum nya yaaa??" Ledeknya dengan nada menyindir.


Aku tersenyum kaku.


" Kapan kau masuk Anne??" Kataku sambil menunjuk pintu kamar.


Aku tertawa kaku dan garing. dan memaksakan untuk Tersenyum.


" Maaf Anne, aku tak tahu jika kau ada??" Kataku.


" Anggap saja aku sudah mati Lee ...hingga kau bebas merayu nya.." katanya Tampak kesal.


" Maaf Anne, tak sengaja untuk membuat mu Cemburu??" Kataku sedikit pelan.


Dia mendekat kan wajahnya.


" Aku tak cemburu yaa kepadanya,tetapi aku marah kepada mu !!" dengan intonasi nada pelan ke tinggi.


Dia pergi meninggalkan ku.


***


" Oh iya Sir,Maaf tak bisa menemui anda di kantor kali ini."


Kataku sambil tersenyum kaku kepada Mr Philips melalui panggilan video Skype.


kami sedang mengadakan rapat kerja dadakan.Ada Anne yg tengah di samping ayah nya dan beberapa orang di kantor Hanoi.


" Maaf mengganggu anda beristirahat Lee..Tapi sepertinya ini Harus kita bicarakan."


Kata Mr Philips.

__ADS_1


" Tadi pagi saya sampai dari bangkok.langsung menuju ke mari.saya sedikit meninjau pekerjaan, sepertinya disini sangat berantakan sekali?!"


Akupun sudah menduga nya,pikir ku.


***


" Jadi saran anda bagaimana Lee?" tanya Mr Philips ketika semuanya sudah di bicarakan.


" Saya menyarankan agar segera mendapatkan seorang pengganti seperti Mr Dong Sir." Kataku.


" Siapa orangnya kira kira??"


" Kalau saya menyarankan untuk memperkerjakan kembali Miss Katty Sir Dia lebih banyak paham dan mengerti tentang pekerjaan di Hanoi ini." kataku.


" hmm..Dari semula kamu selalu membicarakan dia Lee, menyarankan dia.sebenarnya apa kamu di pengaruhi nya??" Selidik Mr Philips.


Aku tertawa.


" Tidak Sir,saya tidak di pengaruhi nya atau siapapun untuk menyarankan Miss Katty.Terlepas dari semua.dia bisa diandalkan.Perlu Mister Philips ketahui.saya tak pernah lagi berhubungan atau bertemu dengan nya setelah kejadian itu."


Mister Philips tampak berfikir sejenak.


" Baiklah Lee..Saya setuju dengan usulan mu.Segera saja kau menemuinya." Katanya.


" Baiklah Sir kalau begitu.Tolong siapkan saja kontrak kerja yang Mister kehendaki.Nanti saya akan segera menemui nya di Chiang Mai." kataku.


Mr Philips tampak mengangguk.


***


Akhirnya aku pulang ke Bangkok. Anne tidak ikut,dia ditugaskan oleh ayahnya untuk tinggal di Hanoi Sampai aku selesai menemui Miss Katty.


Sesampainya aku di Bangkok,aku langsung minta di antar kerumahnya Pim di Chantaburi oleh pak Tong si supir yang dulu pernah mengantar aku dan Anne ke rumah nya Pim.


Hampir malam aku tiba di rumahnya Pim.


Setengah terkejut Pim menerimaku kala aku mengetuk pintu rumah nya.


Dia tampak girang tak menyangka Kedatangan ku.mungkin Dia ingin memeluk tapi tak bisa.Bibi dan kedua adiknya ada di rumah.


Aku mengutarakan maksud kedatangan ku kepada ibu sambung nya.


Meminta bantuan kepada Pim untuk mengantarkan ku ke Chiang Mai menemui Miss Katty.Mungkin dua malam kataku.


Dia sebenarnya Tampak keberatan.Karena tak ada yang mengawasi toko, sedangkan ia tak di izin kan oleh pihak keluarga ayah nya Pim.


***


" mungkin begini saja Pim,kamu berbicara lah dengan paman mu terlebih dahulu.bahwa aku meminta bantuan mu untuk mengantarkan aku ke Chiang Mai selama dua hari." kataku.


Dia mengangguk.


Pak Tong juga ikut bernegosiasi dengan paman nya Pim . Pim tak mungkin lari dari pernikahan.Sebagai jaminannya,Pak Tong akan tinggal di Chantaburi.


Ternyata ada yang ikut senang dengan negosiasi antara aku dan Paman nya Pim.


Bibi nya yang mengetahui bahwa pak Tong yang akan menjadi jaminan nya.

__ADS_1


Aku dan Pim tertawa.


__ADS_2