
*Malam hampir berlalu karena terus menangis Nadia kembali tertidur di sofa Aris hanya diam dan memperhatikan wanita malang itu, Wanita yang menjadi korban keegoisannya, kemarahannya dan ke keraskepalaannya, ia merasa kasihan kepada Nadia selama belasan tahun lamanya ia tidak pernah menganggapnya ada ia membiarkan wanita itu memendam cinta padanya dalam waktu lama setelah ia tahu cinta dan keberadaanya bukan kebahagiaan yang ia berikan tapi malah kesedihan dan ketakutan yang ia berikan. Aris pun mengingat ia membawa paksa wanita itu sejak siang tadi dan dia tahu Nadia pasti belum sempat memakan apapun*.
*Di tempat lain ibu Nadia dan pamannya yang merasa sangat cemas memikirkan Nadia sudah mulai merasa tenang kembali setelah Fajar datang dan memberitahu mereka bahwa Nadia sedang berada di suatu tempat bersama seseorang tapi mereka tidak perlu khawatir karena Nadia dalam keadaan baik - baik saja dan akan pulang dalam keadaan baik pula. Sementara itu seseorang mengetuk pintu kamar yang didalamnya ada Nadia dan Aris rupanya itu adalah penjaga vila milik keluarga Aris yang mengantarkan makanan yang dipesan oleh Aris untuknya dan Nadia*.
*Aris pun membangunkan Nadia yang sedang tertidur, dan Nadia pun terbangun ia merasa kaget karena sudah banyak makanan di atas meja dan semua makanan itu adalah makanan yang ia sukai yang selalu ia pesan saat Aris mengajaknya makan. Rupanya Aris sudah mulai mengenal wanita yang sangat mencintainya itu, Aris pun mencoba menawarkan beberapa makanan pada Nadia namun dengan ketus Nadia menolaknya. Aris pun mengatakan kalau ia juga sudah meminta Fajar untuk membawa makanan untuk ibumu dan memberitahunya kalau kau bersamaku. Nadia pun menatap Aris dan kembali meneteskan air mata mengapa ia melakukan semua ini apa yang dia mau*.
" aku sudah bertanya padamu, tapi kau terus menghindar dariku.'' jelas Aris
" apa yang harus ku katakan padamu sudah aku katakan, lalu apa yang tidak kau mengerti?'' timbal Nadia
__ADS_1
" aku sudah kau sangat mencintaiku sejak lama, tapi mengapa kau menjauh dariku sekarang? aku sudah datang padamu, kau tidak perlu melihatku diam - diam lagi, mengapa kau ingin terus hidup dalam khayalan saat kau bisa bahagia dalam kenyataan?"
*Nadia merasa tertekan dengan semua pertanyaan Aris dan ia pun mengatakan semuanya*
" aku tidak bisa bersamamu walau aku menginginkannya, aku tidak bisa mencintaimu dalam kenyataan saat orang lain tidak menginginkan itu, aku harus tetap mencintaimu dalam hatiku agar orang lain tidak terluka dan tetap bahagia ." sambil menangis Nadia mengatakan semuanya.
*Nadia menjelaskan kepada Aris betapa bahagianya ia saat orang yang selama belasan tahun ia cintai datang padanya berbicara padanya pergi bersamanya, ia lupa semuanya saat ia bersama orang yang ia cintai. Tapi kenyataan berkata lain di samping Aris sudah memiliki pasangan yang entah mau atau tidak Aris melanjutkan hubungannya orang tuanya akan tetap memutuskan mereka harus bersama dan untuk memastikan hal itu terjadi ayahnya sudah datang ke rumah Nadia dan memintanya untuk menjauhi Aris dan membiarkan pernikahan itu terjadi. Karena itu ia lebih memilih menjauh darinya dan kembali mengorbankan kebahagiaanya*.
*Dengan sabar Aris menyuapi Nadia dan dengan manja Nadia menghabiskan makanan itu suap demi suapan yang diberikan Aris tanpa tersisa. Setelah memberi Nadia minum Aris tersenyum pada Nadia , dia tidak menyangka wanita bertubuh mungil itu bisa makan begitu banyak Nadia pun tertunduk malu. Namun segera Aris memegang tangan wanita yang kini sudah mulai dia cintai dan mengatakan apapun yang terjadi sekarang dia tidak akan menyembunyikan perasaannya kepada Aris dia tidak akan mencintai Aris secara diam - diam lagi. Karena kini orang yang dia cintai sejak kecil juga sudah mulai menyayangi dan mencintainya, mendengar semua kata - kata Aris, Nadia pun merebahkan tubuh mungilnya pada pria yang ia cintai dan memeluknya erat. Aris pun mendekap tubuh mungil Nadia dalam pelukannya, tapi Nadia belum hilang rasa takut dan kecemasannya pada apa yang akan dilakukan ayah Aris jika ia tahun Aris bersamanya*.
__ADS_1
*Tapi meskipun Nadia tidak mengatakannya Aris seakan - seakan mengerti ia pun meyakinkan Nadia bahwa tidak akan ada sesuatu yang terjadi kepada Nadia dan ibunya sekarang Aris bersamanya dan mereka akan menghadapi semua bersama - sama. Nadia pun memeluk Aris dengan erat seakan tak ingin melepaskannya, Aris pun demikian. Malam itu Nadia merasakan kebahagiaan yang selama ini dia anggap hanya sebuah bayangan dan tidak akan pernah terwujud, dan Aris merasakan bahwa dia telah menemukan cintanya alasan yang akan mengubah dirinya dan dia akan melakukan apapun untuk Nadia. Dengan polosnya Nadia melepaskan pelukannya dan bertanya kepada Aris*
" apakah kau tidak akan melakukan hal buruk padaku? "
*Aris pun tersenyum dan mengatakan bahwa Nadia telah mengubah dirinya, dan dia sangat mencintai Nadia saat ia tidak akan pernah melakukan hal yang akan menyakitinya. Nadia pun tersenyum padanya. Kemudian Aris memberikan ponselnya dan menyuruh Nadia menghubungi ibunya agar ibunya tidak khawatir lagi, Nadia pun melakukannya. Setelah Nadia mendengar suara ibunya ia merasa ibunya sangat baik - baik saja bahkan tidak ada rasa cemas bahkan nada bicaranya terdengar penuh semangat dan kegembiraan sampai - sampai Nadia merasa heran bagaimana ibunya merasa senang saat anaknya tidak ada di rumah*.
*Malam itu dengan penuh kegembiraan dan tawa Nadia menceritakan kepada Aris bagaimana ia mengagumi teman masa kecilnya itu. Bagaimana ia menyimpan benda - benda yang pernah Aris berikan padanya, bahkan ia selalu mengumpulkan foto Aris yang di tempel saat pengumuman hasil ujian sekolah keluar di papan pengumuman sekolah dulu. Aris pun terus mendengarkan bagaimana seseorang bisa menyukai orang lain sampai seperti itu walaupun ia tidak tahu apakah rasa cinta dan sayangnya akan terbalas atau tidak. Malam itu mereka tertawa bercanda bersama Aris merasakan sisi lain dari Nadia malam itu Nadia tidak segan menunjukan sikap manjanya kepada Aris dan itu membuat Aris merasa bahwa Nadia tulus menyayanginya. Karena sepanjang ia menjalin hubungan dengan Nasya, Aris tidak pernah melihat Nasya bersikap seperti anak - anak yang ingin di manja seperti yang di lakukan Nadia saat ini padanya, dan Aris menyukai itu*.
__ADS_1
*Setelah lelah bercerita dan tertawa Nadia tertidur di sofa dan saat Aris memegang tangannya dan akan menggendongnya ke tempat tidur Nadia justru meminta Aris tetap duduk dan menyandarkan kepala di dada Aris dan memeluknya lalu tertidur. Saat itu Aris mengalah ia pun hanya diam dan melihat wanita itu tertidur dengan nyenyak di pelukannya lagi - lagi ia merasa tak percaya selama belasan tahun ia memendam rasa cinta yang begitu besar wanita sederhana yang baik hati dan tulis itu benar benar mencintainya. Sesekali Aris membelai rambut yang menutupi wajah Nadia dan tersenyum padanya, dan dalam hatinya ia berkata ia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Nadia*.