Dia

Dia
Sepuluh


__ADS_3

Cuaca cerah di langit venice membuat raihan memutuskan untuk menikmati segarnya udara di pagi hari menjelang siang.raihan berkeliling di garden rooftop apartemennya yang terhubung dengan 3 tower.hingga matanya terfokus pada anak laki-laki yang bermain skateboard dengan teman-teman sebayanya.


Raihan memperhatikan sekeliling sekitar anak itu namun apa yang di cari oleh matanya tidak nampak.tiba-tiba telinganya mendengar teriakan beberapa anak yang ada di sana.sekelompok anak berkerumun mengelilingi seorang anak yang duduk meringis.raihan mendekati kerumunan anak-anak itu.


Nalurinya sebagai seorang dokter anak merasa terpanggil, di saat dia melihat seorang anak terluka raihan segera mendekat menerobos kerumunan anak-anak itu.dengan cepat dia memeriksa luka pada lutut anak itu yang lumayan parah.raihan melihat sekeliling mencari keberadaan orang tua anak itu.


"Kalian lihat orangtuanya di mana ? tolong panggilkan,anak ini harus segera di bawa ke rumah sakit" ucap raihan pada kerumunan anak-anak dan kebanyakan dari mereka menggeleng.


"Huufft..oke kid,sepertinya kita tidak bisa menunggu..kita akan kabari ibumu setelah tiba di rumah sakit" helaan napas raihan terdengar sedikit cemas dan dia mulai mengangkat anak itu yang terlihat meringis menahan sakit.


"Aaww..unc..uncle turunkan aku..aku bisa jalan sendiri kok" ringis anak itu yang menatap raihan dengan airmata yang tertahan.


"Ka..kamu..kamu kenzo kan ? sorry apa kamu yakin mau jalan sendiri" ujar raihan yang terkejut ternyata anak yang terluka itu kenzo anaknya niken.dan kenzopun mengangguk menjawab pertanyaan raihan.

__ADS_1


Raihanpun menurunkan kenzo perlahan sambil memeganginya,dia sangat kagum pada kenzo untuk anak seumuran kenzo mampu menahan rasa sakit itu.


"AAWW..sa..sakitt uncle..kaki aku sakit sekali !!" ringis kenzo yang tidak dapat menahan sakit dan mulai menangis.


""Menangislah..! jika itu bisa mengurangi rasa sakitnya..jangan di tahan" tanpa basa basi raihan langsung menggendong dan membawa pergi kenzo.


"Jika di antara kalian ada yang mengenal ibunya tolong bilang anaknya di bawa ke rumah sakit pusat !!" teriak raihan sambil tetap berjalan cepat dengan kenzo dalam gendongannya.


Setiba di rumah sakit raihan langsung membawa kenzo ke emergency room beberapa dokter dan perawat mulai datang untuk memeriksa keadaan kenzo.


Raihan duduk di sisi tempat tidur,dia berharap teman-teman kenzo sudah memberitahukan pada orangtua kenzo.andainya dia punya nomor niken mungkin sedari tadi dia sudah menghubungi wanita itu.raihan mengelus rambut kenzo lembut,entah mengapa ada perasaan lebih dalam hatinya untuk anak ini.


Suara pintu yang di dorong keras dari luar membuat raihan menoleh cepat.dia melihat niken yang berjalan cepat dengan raut wajah cemas dan takut.niken memandangi anaknya yang tertidur dia membelai wajah kenzo dan menatap nanar kaki kenzo yang di balut gips dan perban.

__ADS_1


"Sayang..! maafkan mommy..maaf mommy tidak bisa menjagamu..cepat sembuh ya sayang " niken memeluk kenzo dan menciumi wajah kenzo sambil menangis.


"Kenzo sedang tidur sebaiknya biarkan dia istirahat" raihan menarik tubuh niken yang memeluk erat kenzo.


Niken yang baru menyadari ada orang lain selain dirinya berdiri tegak seperti biasa.dia menatap nyalang pada raihan dengan sorot kemarahan.


"Kamu !! apalagi yang kamu lakukan sama anakku..apa salah dia..kenapa kamu tega melukainya..kam.." maki niken pada raihan yang berdiri di hadapannya berjarak satu meter.


"Stop !! bisa kamu tenang..kalau kamu mau memaki aku sebaiknya kita keluar..untuk saat ini biarkan kenzo istirahat" ujar raihan berusaha menenangkan niken lalu berjalan menuju sofa yang ada di dalam ruang perawatan.


Niken menatap raihan yang mulai duduk santai sambil memainkan ponselnya.kemudian dia mulai menempati kursi yang tadi di duduki raihan di sisi tempat tidur.niken menggenggam erat tangan kenzo dan merebahkan kepalanya di sisi tempat tidur,dia mengusap dan mengelus rambut kenzo dengan sayang.


Raihan memperhatikan semua yang di lakukan niken di balik kepura-puraannya memainkan ponsel.

__ADS_1


"Dia ibu yang baik..seorang model dunia dengan kesibukannya yang padat namun demi anak dia bisa merelakan waktu berharganya..aku penasaran seperti apakah hidupmu..bagaimana kamu bisa bertahan sampai hari ini meski banyak rumor negatif tentang kamu..dan aku juga penasaran siapa ayah kenzo " otak raihan tidak berhenti membuat asumsi dan kesimpulan tentang niken membuyarkan obrolan pada ibunya melalui pesan di ponselnya.


__ADS_2