
Mobil kami kembali berhenti di rest area.kami berhenti sejenak karena Matt ingin buang air kecil.kemudian di susul oleh Pim dan Fah yg tampaknya ingin ke toilet juga.
aku memakai paksa sepatu ku.Tampa sepengetahuan mereka aku pun pergi ke toilet dengan tertatih.
Mereka sudah berada di dekat mobil saat aku kembali keluar dari bilik toilet.
Fah berlari menyongsong ku.
" its okey Fah,iam fine." kataku.dia megang tangan ku.
" Tangan mu hangat Lee,,?" kemudian dia meraba dahi ku.
" kamu demam,panas sekali badan mu?"
" Mari kita mencari klinik atau dokter terlebih dahulu." katanya panik.
aku menggeleng.
" Tidak usah Fah nanti saja kalau sudah sampai Bangkok."kataku. lagi lagi Pim tampak diam,matanya seperti menahan tangis.
" mari kita mencari apotik.mencari obat pereda nyeri." kata Fah ketika mobil kami mulai berjalan.
Beberapa saat mobil Matt berhenti kembali didepan sebuah apotik. pim dan Fah kemudian keluar dari mobil.
Dari dalam mobil kulihat seperti nya Fah kembali memarahi Pim,dia menunjuk nunjuk Pim.
sesekali tampaknya Pim membela diri.
mereka berdua akhirnya masuk kembali kedalam mobil.kali ini Pim yg duduk bersebelahan dengan ku.
Dia menyodorkan sebuah obat, sepertinya Paracetamol dan sebotol air mineral.
" ini Lee,, minumlah.untuk sedikit meredakan sakit mu." katanya.aku mengambil nya,lalu meminumnya.
" Terima kasih ya Pim ." kataku sambil menyodorkan sisa botol air mineral nya kepada Pim.
" Dengar itu Pim,Lee masih mengucapkan Terima kasih kepadamu karena hal sepele.padahal kau lah yg membuatnya menderita."
" Kan aku tadi bilang tak sengaja Fah mendorong nya.?!" jawab Pim sedikit keras.
" Aku tak mengerti Pim Dengan mu,apa salahnya sampai kau tega berbuat seperti itu.!" kata Fah menyalahkan.matt hanya diam sambil menyetir mobil nya.
__ADS_1
" Aku tidak sengaja fah,aku tak bermaksud menyakiti nya.aku meminta maaf kepada mu Lee." katanya sambil menangis.
"Sudahlah,nanti juga aku akan sembuh." kataku memenangkan nya.
" Kamu tak perlu menangis Pim." kataku sambil menyodorkan tissue.dia malah semakin sesegukan.
aku mendekati nya,lalu memeluk bahunya.Dia memeluk ku sambil menangis.
" maafkan aku Lee " katanya sambil mendekap erat.
" aww,," aku sedikit terkejut , karena kaki kiri ku yg terkilir ke senggol oleh Pim.
" Maaf Lee,,maaf .." katanya panik sambil mengelus Elus kakiku.
Aku berjalan tertatih menuju kamar di apartemen ku.diantar oleh mereka bertiga.Pim menopang tubuh ku.
" oke baiklah Lee, beristirahat lah.aku akan mengantarkan Fah Dahulu.Biar kamu malam ini ditemani pim." kata Matt sambil menatap ku.aku tersenyum, terima kasih matt.tapi biarlah Pim pulang dengan fah.mereka berdua kan besok harus bekerja.
" biar dia besok berangkat kerja dari apartemen mu Lee,biar malam ini dia merawat mu." kata fah.pim hanya diam
" Tidak usah Fah, kasihan pim.dia juga sepertinya sangat lelah." kataku
" Tidak usah Pim,aku bisa mengurus diri ku sendiri.kamu pulang saja.kamu terlihat lelah." kataku sambil tersenyum.
" Tak mengapa Lee ,biar aku menjagamu.sebagai permintaan maaf.aku sangat merasa Bersalah Dengan mu." katanya sedikit memohon.
Iya,malam ini Pim benar benar menjaga ku.mengompres dahi ku yg panas.aku merasakan Demam.merasakan nyeri di tulang engkel kaki ku yg sebelah kiri.kadang dia membalurkan semacam minyak di bagian kaki ku secara perlahan.
Kaki ku di gips.kata dokter sih bilang untuk seminggu.mulanya aku menolak.tetapi Pim yg menemaniku Meminta ke Dokter agar di gips saja.aku tepaksa di rawat inap di rumah sakit.aku izin tidak bisa masuk kerja.
Austin dan Mew datang ke apartemen ku untuk menengok.Katanya Seharusnya aku disuruh Mr.Philips meninjau perusahaan yg ada di vietnam.tetapi sudah digantikan oleh seseorang yg lain.
sesekali Mew mencibir Pim di hadapan ku.katanya insiden yg disengaja agar Pim dapat bersama ku karena belum puas liburan bersama.Pim tampak sedikit kesal,aku melarangnya untuk berbicara membalas Mew.
Mamah yg mengetahui aku sakit,menangis sedih saat kami melakukan panggilan video.belum lagi kakak ku yg lain yg juga menelpon ku lewat video.aku berusaha meyakinkan mereka bahwa aku baik baik saja.
" Oalah Ning,Ning kok ISO nganti koyo ngono Sikh??" kata Tante Sari.
" nek Nang kene wes di gowo meng sangkal Putung." katanya lagi.aku tertawa.tampak wajah papah yg sedikit khawatir akan keadaan ku.aku menenangkan nya.
" kamu ada yg nemenin nggak ay." kata papah.
__ADS_1
"ada pah,temen satu kantor.dia biasa membantu keperluan Ayi di kantor.dia juga di suruh kantor merawat Ayi." kataku.papa tampak mengangguk.
lalu aku berbincang dengan Kalina.
" Kamu gimana kal, karir menyanyi mu??" tanyaku.
" Ya kemarin sih aku ikutan audisi di tv swasta itu.aku masuk perwakilan Surabaya." katanya sedikit bangga.aku tersenyum.
" yg serius kalo menekuni suatu Hobbi atau pekerjaan yg kamu minati kal."
" Hooh,aku mencoba mewujudkan impian ku ay." katanya.
" Ya boleh boleh saja,tapi papah kan udah semakin tua.kamu harus bisa melanjutkan usahanya.lumayan loh bengkel las papah sama toko baja ringan allumuniun nya itu??"
" iya Sikh,tapi mosok aku Kon ngebengkel ngurusin besi besi .?" katanya melengos.aku tertawa.
" Loh itu penghasilan yg pasti kal,kamu sebulan job manggung juga belum tentu.dijalanin saja."
" Tante itu tanggungan mu juga nanti loh.masak iya,papah yg sudah renta kamu paksa terus untuk Bekerja.?" dia terdiam.
" Bukan apa-apa kal aku ngomong kayak begini.bukan berarti aku mengharapkan papah kenapa-napa juga.tapi itu juga mesti kita pikirkan?"
" Hooh Ning, nasehatin Kuwi si Kalina.Batu nek tak kandani." sahut Tante Sari tiba yiba.tampak Kalina bersungut-sungut kepada Tante sari.aku tertawa.
" Kapan kamu pulang ke Indonesia ay??" tanya Kalina.
" ya paling-paling lebaran nanti,kalau GG nanti kalau cutiku sudah turun lagi." jawab ku.
" pingin ngerti Thailand aku." katanya.
" ya udah nabung dulu." jawab ku.dia mencibir lalu aku tertawa.
Aku posting foto kaki ku yg tengah di gips.tiba tiba Anurak mengomentari status ku.kenapa tanya nya.
aku jawab insiden kecil.semoga cepat sembuh katanya lagi.aku memberikan emoji tersenyum.tampak Pim juga mengomentari sambil memberikan emoji menangis dan maaf.
Pim side:
Sehabis pulang bekerja aku langsung menemui nya.aku benar benar merasa bersalah.Rasanya ingin menjaganya saja, bekerja pun tak karuan.pikiranku tertuju pada Lee saja.
aku meletakkan piring bekas makan malamnya,aku sekalian mencuci nya.walau tinggal sendiri,dan dia sangat Tom. tetapi dia sangat rajin.Dia rajin memasak sendiri.mungkin karena dia takut akan masakan Thailand yg mengandung **** mungkin.
__ADS_1