Dia

Dia
Sembilan belas


__ADS_3

Pagi menjelang terlihat kesibukan di lobi hotel beberapa kru dan model telah bersiap untuk berangkat ke lokasi pemotretan yang berada di puncak gunung yang tertutup salju.


Ternyata selain untuk pemotretan kamipun akan melakukan syuting iklan untuk produk tersebut. Mantel tebal dan kacamata membuat tampilan ku semakin menarik karena memang itulah yang menjadi daya tarik kami sebagai model selalu dapat menjaga penampilan tetap fashionable.


"Ken..lihat tuh di sana, sepertinya dia sengaja ngikutin kamu deh. asal kamu tau aja ya fyi dia itu selain fotografer juga merangkap sutradara lho buat syuting iklan kali ini." tunjuk Emma ke arah Kiano yang sedang berbicara dengan para krunya.


"Whatt..,seriusan em ? kamu tau darimana sih ?" Niken mengernyit tak percaya.


"Ya elah Ken makanya kamu ngumpul sesama model, tuh mereka lagi ngegosip soal orang itu. terus mereka juga bilang katanya dia itu gay soalnya gak pernah ada rumor model yang tidur sama dia padahal yang mau banyak" jelas Emma setengah berbisik di telinga Niken.


Niken termangu mendengar keterangan yang baru di dapatnya dari sang assisten atau managernya Emma. sungguh dirinya tak percaya jika Keanu tak pernah mempunyai affair pada model-modelnya.


"Hei..malah ngelamun, lihat dia jalan kemari tuh" bisik Emma sambil menyenggol bahu Niken.


"Ah..issh ngapain sih dia kemari" ucap Niken setengah berbisik dan Emma hanya mengangkat bahu saja.


"Mau sampai kapan kalian di sini ? " ucap kiano sambil lalu dengan acuh.


Sontak Niken dan Emma saling tatap dan melihat sekitar, ternyata para model dan kru sudah bergegas ke depan lobi hotel menuju mobil untuk membawa mereka ke lokasi pemotretan.


Emma bergegas menyeret koper kecil milik Niken dan Niken membantu membawa perlengkapan lain dalam tasnya yang cukup besar.


"Nikeenn.." Bella datang menyapa sambil tersenyum cerah dan langsung cipika cipiki.


"Hi bel..kamu naik mobil siapa ? aku satu mobil sama kamu aja yaa" balas Niken dan langsung menanyakan keberadaan Bella nanti.


"Sorry sayang kayanya kita harus pisah, aku ikut di mobil sam dan aku rasa mobilnya sudah full deh" ringis Bella merasa tak enak hati menolak Niken.


"Terus aku sama Emma gimana ? ada 5 mobil 2 mobil untuk peralatan dan 3 mobil untuk penumpang tapi punya kamu full sepertinya yang itu isinya laki laki semua sisa satu lagi aku gak lihat mobilnya yang mana" jelas Niken.

__ADS_1


"Kamu sih kurang cepet..eh tunggu satu lagi itu mobil Mr. kean kalo gak salah tadi aku lihat dia ke arah sana. kamu numpang dia aja Ken" ucap Bella memberitahu Niken.


"Emang beneran yang lain full semua ?" tanya Emma mewakili Niken yang terlihat sedikit ragu.


Tiiiinnn


Niken, Emma dan Bella tersentak mendengar suara klakson mobil yang mendatangi mereka.


"Kalian mau rapat sampai kapan ?" tiba-tiba kiano membuka jendela mobilnya dan berteriak ke arah mereka.


"Ups sorry mr.kean..tapi masalahnya Niken gak kebagian mobil kalo saya sih ikut mobilnya sam..tau nih mereka berdua ikut siapa ?" cerocos Bella buka suara.


Kiano menatap Niken yang sengaja mengalihkan pandangannya ke arah lain. tampak kiano sedang menghubungi seseorang.


"Kalian bisa pilih siapa mau ikut siapa terserah kalian tapi hanya ada masing masing untuk satu orang. di mobil Ben satu dan..ikut sama aku satu" ucap kiano datar.


"Wow kamu ikut Ben aja Ken..isinya cowok cowok tampan semua serasa kamu jadi princess" Bella berbisik di telinga Niken.


"Kamu beruntung satu mobil sama dia sekalian kamu minta promosiin aja ke dia..hehehe" bisik Bella dengan jahil sambil berlalu menuju mobilnya sam.


Perjalanan satu jam setengah terasa lama di rasakan Niken. beberapa kali terlihat menghela napas dan itu tak luput dari perhatian kiano. untungnya di mobil ini tidak hanya mereka berdua ada Mike dan Peter yang menjadi assisten kiano juga Cecil, perempuan itu tiba-tiba ada di mobil kiano entah apa alasannya.


Niken menyadari jika Cecil ternyata ada rasa juga pada kiano meski ia mencoba tutupi dengan sifatnya yang ceria dan ramah. suasana yang ramai Senda gurau lebih banyak di lontarkan oleh mereka dan Niken akan mengeluarkan suara jika hanya di tanya selebihnya dia hanya lebih banyak tersenyum.


Drrtt drrt


Nada panggilan pada ponselnya mengalihkannya dia menatap satu nama yang tertera di sana. sesaat bibirnya menarik senyum lalu buyar ketika Cecil menggodanya.


"Hemm..ada yang kangen tuh kayanya"

__ADS_1


"Haa...oh ini mungkin Kenzo meminjam ponsel dokter Raihan"


"Ya udah cepetlah terima itu" ucap cecil mengerlingkan matanya.


Niken agak ragu untuk menerima telpon itu dia masih saja canggung terlebih ketika matanya bersitatap dengan kiano di kaca spion.


"Maaf ya kalo gitu saya terima telpon dulu..boleh di kecilkan sedikit musiknya" pinta Niken pada Cecil yang duduk di depan bersama kiano. Dan cecilpun menuruti permintaan Niken.


Genggaman tangan kiano semakin erat tatkala mendengar percakapan Niken dan sang penelepon. tanpa sadar dirinya mengumpat ketika ada sebuah kendaraan yang berlawanan arah mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya, membuatnya sedikit memutar setir.


"Shiitt..!!" umpat kiano dengan kesal.


"Rileks bro.." Peter berusaha menenangkan kiano.


Berbeda dengan Peter dan Mike yang berusaha mencairkan suasana. sementara itu Cecil justru memperhatikan sikap kiano yang sesekali melihat kaca spion menatap Niken. sedangkan niken beberapa kali membuang pandangannya ke arah jendela. Cecil semakin yakin jika ada sesuatu antara Niken dan kiano.


Akhirnya mereka tiba di sebuah villa yang besar di tengah Padang salju yang putih bersih. Kiano keluar dari mobilnya dan langsung berlalu meninggalkan teman-temannya yang justru belom keluar.


"Wah moodnya lagi anjlok bisa kena getah semuanya nih..gara-gara mobil nyalip jadi kita yang repot bakalnya nih" ucap Mike yang berdiri di samping mobil.


"Selamat yaa..boss Lo lagi pms" Cecil menepuk bahu Mike sambil meledek.


Sementara Peter hanya tersenyum dia sudah terbiasa dengan mood kiano yang naik turun berbeda dengan Mike yang belom mengetahui sifat dari kiano.


"Ekhem..kalo kalian mau kerja tenang dan nyaman coba aja minta tolong Niken buat ngomong sama kean" seloroh Cecil yang sontak membuat kedua laki-laki itu menoleh ke arah Niken.


"Apaa aku..? tapi.." ucap Niken gugup.


"Siapa tau kan.." balas Cecil santai.

__ADS_1


Peter yang menyadari kecanggungan Niken dengan segera menarik Cecil dari sana untuk menjauh membawanya masuk ke dalam villa. dan tak lama Niken pun mengikuti langkah keduanya di ikuti dengan Mike yang berjalan di belakangnya.


__ADS_2