
Raihan menggeliat dalam tidurnya,dia merasa ada yang mengusik mimpi indahnya.dia mengerjabkan matanya untuk memperjelas penglihatannya.
"Morning uncle.." sapa kenzo dengan senyum cerianya dan mirna yang berada di belakang kursi roda hanya mengangguk dan tersenyum kecil menyapa raihan.
"Morning too..apa biasanya kamu bangun sepagi ini juga" balas raihan berusaha bangun dan duduk bersandar di punggung sofa serta menyingkirkan selimut yang berada di atas tubuhnya.
"Tidak..ini pertama kalinya dia semangat bangun pagi bahkan lebih dulu dari ibunya" sambung mirna menjelaskan membuat kenzo mendongak melihat mirna yang berada di belakangnya.
"Woow..! benar begitu kah..,apa yang membuatmu begitu bersemangat pagi ini ?" tanya raihan merubah posisi duduknya menjadi tegak serta menggoda kenzo yang terlihat malu-malu.
Kenzo tampak berpikir dia merasa malu dan sungkan ingin mengutarakannya atau tidak namun semangatnya pagi ini membuat dia sedikit lebih berani.
"Aku..aku..ingin.." ucapan kenzo terhenti karena dia merasa tidak enak hati pada raihan.dan raihan menunggu kenzo melanjutkan kalimatnya.
"Apa..?" raihan mengangkat kedua alisnya memaksa kenzo meneruskan ucapannya.
"Aku ingin menagih janji uncle semalam " ucap kenzo pelan dengan kepala tertunduk.
"Janji..?" raihan mengerutkan alisnya berusaha mengingat-ingat.
"Ahh..sepertinya uncle sudah terlalu tua sampai tidak bisa mengingatnya..bisa kamu beritahu janji yang mana ?" goda raihan dengan senyum menahan tawanya merasa gemas dengan sikap bocah laki-laki yang berada di hadapannya.
"Aku tahu uncle pura-pura..! padahal uncle sudah janji mau mengajakku ke pantai hari ini kan.." ucap kenzo dengan bibir mencebik membuat raihan semakin gemas.
__ADS_1
"Begitu ya..baiklah kalau begitu uncle pulang dulu..mau mandi dan ganti baju dulu,nanti uncle kembali lagi jemput kamu" ucap raihan mengusap kepala kenzo lembut lalu berdiri dan melangkah menuju pintu,namun dia sempat melihat bayangan niken yang bersandar pada dinding pantry seperti sedang mencuri dengar pembicaraannya dengan kenzo.
Setelah terdengar suara pintu tertutup niken berjalan mendekati kenzo.dia sudah mendengar semua pembicaraan mereka.dia merasa bersalah selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga kenzo harus meminta perhatian pada orang lain.
Yang niken tak habis pikir mengapa kenzo harus meminta pada raihan bukankah ada bu mirna yang menjaganya.entah apa tujuan dan maksud kenzo melakukan ini,karena ini sungguh di luar kebiasaannya.
"Wahh..anak mommy sudah bangun yaa..tumben ada angin apa nih" sapa niken yang mendekati kenzo mencium pipinya lalu berjongkok di hadapan kursi rodanya.
"Mom..aku mau minta ijin boleh.." tanya kenzo ragu lalu melihat pada mirna meminta bantuan dan niken pun ikut melihat ke arah mirna.
"Apa..? ada apa sih bu..? pagi-pagi kok main rahasia segala " tanya niken pura-pura tidak tahu dengan tatapan penuh tanya pada kenzo dan mirna.
"Begini nak niken..mas kenzo ini mau minta ijin jalan-jalan ke pantai dengan dokter raihan" ucap mirna menjelaskan menyebut sebutan kenzo dengan panggilan mas begitupun kenzo menyebut mirna dengan panggilan nenek seperti permintaan niken di awal bekerja dulu.
"Tapi nenek juga ikut kok mom..iya kan nek ?" balas kenzo cepat sambil mengedipkan mata pada mirna.dan di sambut mirna dengan anggukkan kepalanya.
"Ayolah mom..aku bukan anak kecil lagi jangan pasang muka sedih seperti itu..kalau mommy mau ikut tentu aja aku seneng banget " timpal kenzo yang memasang senyum cerianya.
"Rupanya anak mom sudah besar..baiklah kalian boleh pergi..bersenang-senanglah..sayang sekali hari ini mom ada pemotretan nanti siang mungkin lain kali kita bisa pergi lagi " ucap niken dan berdiri dari hadapan kenzo.
"Kamu sudah sarapan ?" lanjut niken lagi pada kenzo sambil berjalan menuju pantry untuk sarapan pagi.
Bagi niken kebahagiaan anaknyalah yang terpenting.biasanya dia akan mengatur ulang jadwal demi bisa mewujudkan keinginan sang anak.entah mengapa dia merasa percaya menyerahkan kenzo berada dalam pengawasan raihan saat ini hingga dia tidak perlu mengorbankan jadwal pekerjaannya.
__ADS_1
Niken teramat bersyukur kenzo bukanlah seorang anak yang banyak menuntut padanya.dia termasuk anak yang penurut meski terkadang niken menyadari jika banyak hal yang ingin di lakukan kenzo terbentur dengan ijinnya.dan semata niken lakukan sebagai bentuk perlindungan dari rasa sayangnya
Di tempat lain kegaduhan justru terjadi perdebatan antara ibu dan anak tak terelakkan.raihan sangat terkejut ketika dia membuka pintu apartemennya ternyata sang ibu sudah berada di dalam dan sedang menunggunya.
"Mom..ada apa pagi-pagi sudah datang ke apartemen aku ?" raihan terkejut melihat keberadaan sang ibu.
"Bocah kurang ajar..apa mom tidak boleh mengunjungi rumah anak sendiri..lagian darimana kamu baru pulang pagi ?" ucap rossa mama raihan dengan penuh selidik.
"Hehehe..ada deh..rahasia donk" sahut raihan menggoda rossa yang tampak penasaran lalu menghampiri memeluk dan mencium pipi sang ibu.
"Ihh badan kamu bau asem..emang di rumah teman kamu gak ada kamar mandi buat di tumpangi mandi dulu" sindir rossa pada raihan yang duduk dengan malas di sofa.
"Aku semalam lembur di rumah sakit mom.." raihan memberi alasan dan mengambil bantal kursi lalu meletakkannya di atas pahanya.
"Kamu pikir mom bisa kamu bohongi begitu..dasar kamu ini !" rossa mencubit gemas lengan raihan.
"Auch..sakit mom" raihan merajuk dan mengusap lengan pada bekas cubitan sang ibu lalu beranjak menuju kamarnya.
"Mau kemana rey ?...terus kapan kamu bawa anak kamu buat nemuin mommy dan daddy ?" ucapan rossa mampu membuat langkah raihan terhenti dia berbalik menatap sang ibu dengan senyum penuh makna.
"Secepatnya..untuk saat ini aku cuma minta mom doain aja semua lancar..ini aku lagi usahain" ucap raihan meninggalkan rossa yang bingung dengan ucapan anaknya.
"Issh anak itu selalu main-main bikin geregetan..sepertinya aku harus bertindak lebih cepat" batin rossa dengan senyum liciknya.
__ADS_1
"MOM..JANGAN COBA-COBA LAKUKAN APAPUN !" raihan berteriak dari dalam kamar seolah dapat membaca pikiran rossa.
Rossa tersenyum lebar mendengar teriakan raihan yang memahami jalan pikirannya.sepertinya hanya raihan yang mengerti tentang dirinya.