Dia

Dia
aepisode 34


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju ke Bandara Suvarnabhumi kami Terdiam tak saling Berbicara.Sampai Diatas kapal dan duduk berdampingan pun ,dia tak sedikit pun menoleh kepada ku.


Tiba-tiba pesawat mengalami turbulensi beberapa kali.membuat tubuh kami terguncang.entah bagaimana, dirinya sedikit bergeser ke arah ku.mengenai Kaki kiri ku yg masih terasa nyeri.Aku memegang tangan nya dia menoleh segera menarik tangan.mulutku ternganga menahan sakit.Dia tersadar, tetapi seperti dengan sengaja malah menginjak kaki ku.


mukaku memerah menahan sakit.Benaran terasa sakit.aku hampir hampir menitikkan air mata.


Aku tertatih sambil sesekali berhenti ketika menarik koper baju ku ketika sudah sampai di lobby parkiran Bandara Tan son Nhat Hanoi menunggu jemputan untuk segera ke Kantor milik Mr.Dong.Kaki ku semakin nyeri.


Sedikit perlahan ketika aku meninjau Produksi di Pabrik Milik Mr.Dong.


untung tak kutemui adanya masalah pada pakaian yg tengah di jahit.


kemudian aku membuka buka laporan produksi perusahaan menyamakan dengan kontrak dari pusat.


aku merasakan Tak enak badan.sesegera setelah semuanya selesai aku meminta izin untuk kembali ke Rumah yg kali ini disediakan untuk ku dan Aphactraya beristirahat.


Aku merendam kaki ku yg sakit segera dengan air hangat.dan meminta Dokter perusahaan untuk segera datang ke Tempat ku beristirahat.Rasanya aku Rindu mamah, seketika Hatiku pilu mengingat nya.


Dahulu aku sering bermanja manja kepadanya padahal cuma karena Flu saja.


Andaikan aku dekat dengan mamah. kemudian aku mengingat papah juga, seperti merasakan sakit yg dideritanya.selama aku bekerja di Thailand ,papa sudah dua kali masuk ruangan ICU.aku menangis kecil mengingat keduanya.


Tampa ku ketahui,Pim mengintip sedikit dari balik pintu kamar ku.


Aku rupanya tertidur di sisi ranjang.mungkin karena menahan sakit lelah dan rindu kepada kedua orang tua ku.


aku terbangun ketika dia sedang mengangkat kaki kanan ku yg menjuntai ke lantai perlahan lahan ke atas Ranjang.


Aku terkejut.


" jangan Pim,kaki ku Beneran Sakit." kataku pelan.Dia tak bergeming.malah mengoleskan minyak serai ke kaki kiri ku yg sakit.


" Tenanglah Lee,aku tak kan menyakiti mu." katanya. aku hanya diam.


tak lama Dokter perusahaan Datang,dia meriksa kaki ku, mengecek suhu tubuh ku yang sedikit hangat.Dia memberikan aku obat.sepertinya parasetamol lagi dan obat penahan nyeri dosis menengah.

__ADS_1


Setelah Si Dokter pergi.Pim mendekati ku.


Dia menawarkan aku makan,lalu segera minum obat.Aku hanya tersenyum.


Dia Hendak menyuapi ku.aku menolaknya,Lalu ku tarik tubuh ku ke atas untuk menyandar di bantal.


" Pim kamu sudah makan malam?" tanyaku padanya.dia menggeleng.


" kenapa,? makanlah dulu.maaf tak bisa menemani mu makan di meja." kataku.


" Nanti setelah kau makan,aku akan makan.kau makan dahulu sajalah dahulu dan segera minum obatnya." katanya pelan.


Aku menyodorkan piring yg selesai aku gunakan.lalu Pim menyodorkan obat yg akan ku minum.


" Terima kasih ya Pim.?" kataku lagi.tiba tiba


Dia memelukku sambil menangis.


" Maaf kan aku ya lee.aku selalu menyakiti mu." katanya sambil terisak.aku berusaha mendorong tubuh nya.


" Menyakiti apa Pim.sudahlah jangan menangis,?" kataku.


" Sudah lah pim.jangan kau sesali.cukup jangan kau ulangi kalau begitu." kataku.aku mengangkat wajahnya yg masih berlinang air mata dan Aku menatap nya sambil tersenyum,lalu mengusap air mata nya yg tak berhenti berlinang.


Dia kembali memeluk ku.


" Sudah lah Pim,Aku mampu melewati ini.sekarang kau makan dahulu,lalu pergi bersama istirahat." ujar ku.


" Baiklah,mari aku temani kamu makan.tetapi pertama Tama kamu harus berhenti menangis." kataku.


" aku tak suka kamu menangis,aku tak kuasa ingin mengusap air mata mu dengan Lidah ku." kataku sambil tertawa.dia memukul tangan ku dengan manja...😁😁


Malam ini dia kembali tidur bersamaku.sesekali meraba kening ku yg hangat.Dia memeluk ku.aku tak tahu harus bagaimana lagi.


Hari ini aku kembali mengenakan Ankle support penunjang tumit kaki kiri ku.dan sebuah kruk penyangga yg ku kenakan di kaki kanan ku.Aku berkeliling ke area produksi milik Mr Dong tetapi di lokasi yg berbeda.Pim berada di belakang ku.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel ku bergetar.ada panggilan dari mas koko.aku menepi sambil meminta izin ke mister Dong.


" assalamualaikum mas,iya ada apa?? sekarang sih masih di Vietnam mas.baru nanti sore kembali ke Bangkok.kenapa mas??


aku menahan diri untuk tidak Menangis.


Pim memperhatikan ku,lalu menghampiri ku.


" Ada apa ??" tanya nya sambil memegang tangan ku.aku menatap nya sambil sedikit berkaca kaca.


Setelah semuanya selesai.Aku berpamitan kepada mr.Dong untuk segera kembali ke Thailand.dia sempat menanyakan keadaan ku kepada Pim.Mungkin dia berkata kalau ayah ku dirawat kembali di ICU.kondisinya kritis.


Aku menelpon Austin untuk segera mengurus tiket ku ke Jakarta.Aku izin kepada perusahaan untuk tidak bekerja dahulu sekembalinya dari Hanoi.Aku harus pulang, menemui papah di Surabaya.


Pim hanya memenangkan ku ketika aku tiba-tiba menangis.


Kaki ku yg sakit pun aku abaikan.


sepanjang perjalanan ke Suvarnabhumi aku lebih banyak diam.mataku kosong, pikiran ku kemana mana.aku memikirkan semua.


sesekali Tubuh ku bergetar seperti hendak menangis.Pim segera memegang lengan ku dan mengusap nya.aku menangis di pelukannya.


Aku memerlukan Bahu nya.dia mengusap Rambut ku perlahan-lahan.


" Pim terima kasih ya, tolong pekerjaan aku kau bantu dahulu.semoga semuanya baik baik saja." kataku sambil memegang tangan nya.


Dia memelukku.


" Hati hati ya Lee,salam untuk seluruh keluarga mu di indonesia.segeralah kembali,aku merindukan mu." katanya pelan.


aku tersenyum,dia mencium pipi ku.dan memeluk ku sekali lagi.


lalu dia melambaikan tangannya.


Jam menunjukan pukul setengah satu malam ketika aku sampai di Bandara Sukarno Hatta.Aku segera menuju pemeriksaan fisik dan mengambil Tiket pesawat ku yg akan terbang ke surabaya.pesawat yg paling pagi berangkat pukul empat pagi.masih terlalu lama menunggu pagi pikir ku

__ADS_1


tubuh ku lelah,tak karuan rasanya.tetapi aku harus kuat.


kakak Kakak ku sudah tiba semua di surabaya.katanya mamah juga ikut menjenguk papah di Surabaya.semoga tak terjadi apa-apa pikir ku.


__ADS_2