
Sudah hampir seminggu lebih aku berada di Hanoi.Pekerjaan ku di sini terasa semakin sulit.betapa tidak,aku harus memberikan arahan yang benar kepada para pengawas Quality di perusahaan ini,Kadang terjun langsung ke produksi mengawasi bagaimana mereka para pekerja melakukan pekerjaan nya dengan benar.
Belum lagi mengajarkan Anne cara menghandle perusahaan jika begini begitu.
Akhh,, terkadang stress sendiri.
Aku merasakan lelah Tak berkesudahan.
***
Pim mengabarkan kepadaku bahwa dia tak kembali bekerja di Bangkok.dia harus melanjutkan usaha mendiang ayahnya.sebuah toko Bahan bangunan Di Chantaburi.
Ada sedikit perasaan Terpisah kepada nya.
Bangkok dan Chantaburi memiliki jarak yang lumayan jauh untuk di tempuh.
Tak mengapa lah.kapan kapan aku akan mengunjungi nya.Pikir ku.
***
Minggu sore ini turun hujan.aku sendirian di Rumah yang ku tempati di Hanoi.
Anne sedang pulang ke Bangkok sejak dua hari kemarin.
Aku dan Ditemani secangkir teh hangat duduk di teras belakang rumah.aku sedikit melamun.
Aku membuka akun Instagram ku.melihat postingan Pim sebuah Cincin.aku sedikit bertanya, Cincin dari siapa pikir ku.
Postingannya tak ku komentari ataupun ku like. Mungkin saja itu cincin dari seseorang,ah biar saja nanti pun dia akan mengabari nya.
***
Aku mengangkat ponsel ku yang berdering.
Telepon dari mamah.
" hallo, assalamualaikum mah.gimana kabarnya.?? Syukur lah kalau begitu."
" kenapa mah,pulang??" aku tertawa.
" Belum tahu mah kapan? sekarang pun Ayi masih di Hanoi.masih belum tahu kapan akan ke Bangkok." " Kenapa sih mah,ada apa??"
" kenapa,Ayi mau dikenalin sama anak temen mama yang di malang itu??" aku tertawa...
"Nafsu amat mah mau jodohin Ayi??" Kataku sambil tertawa.
" Ooo.. mereka sudah pernah main kerumah mamah??"
" Kan baru main ke rumah mah, emangnya sudah ada lamaran??"
" Baru secara tak langsung kan mahh??"
" jangan main terima terima saja mah.kan Ayi juga perlu penjajakan dulu??" Kataku tertawa lagi.
" Oo,kalau mau nomer telepon Ayi kasih aja mah,gag apa apa." kataku lagi.
" Namanya Ridwan mah??katanya tau Ayi? Dimana?? jakarta.masa sih.ayi gag kenal.ngaku ngaku kali mah??" kataku sambil tertawa panjang.
" Iya mah Ayi serius.mamah sih ngomong begitu jadi kan Ayi penasaran ."
__ADS_1
" iya mah iya,,selalu gag ninggalin sholat.insyaallah.." kataku sambil tertawa kecil.
" Mamah jaga kondisi kesehatan.salam buat mbak Jani sama mas Hanif."
" Oiya, adiknya Davinka siapa namanya?? Davidi?? Cowok toh ma.kok mirip Ayi..." Kataku tertawa lagi
***
" Telepon dari siapa Lee.." suara Anne tiba tiba mengagetkan ku.
" ehh,Nona Philips.kapan datang??" Kataku sambil bercanda.
Dia hanya menatapku sedikit datar.Aku langsung menarik senyum ku.
" Bagaimana keadaan pabrik yang di Hanoi Lee..apa sudah membaik proses nya.?" tanya nya.
Aduhh,kenapa sih datang datang langsung menanyakan produksi.Langsung pusing aku memikirkan nya.
" eee...Masih ada kendala sih Miss ,tapi saya pantau terus menerus." kataku sambil memberikan beberapa data yg ku perlihatkan lewat laptop kerja ku.
Aku menerangkan satu persatu kepadanya.
" Harusnya kamu lebih tegas lagi Lee menekankan Quality produksi kepada mereka." katanya Sedikit tegas.
" saya sudah berusaha Miss, Bahwa harus begini begitu.." jelas ku.
***
Tiba-tiba ponsel ku kembali berbunyi.kali ini dari Pim.
Anne melirik ke ponsel ku juga.dia langsung memandang ku.Aku biarkan saja sambil terus membahas mengenai pekerjaan kepada Anne.
Lagi, ponselku berdering berkali kali.
" Aku sedang Lembur." kataku.
" Angkat saja,atau mau aku yang mengangkat nya.?" Kata Anne sinis.
Aku mengangkat telepon dari Pim.
Pembicaraan nya ku potong, bahwa aku sedang bersama relasi kerja dari Vietnam.Nanti aku akan menelpon nya saja jika sudah selesai.
Aku hendak melanjutkan pembicaraan tadi dengan anne.tapi tampaknya dia sudah enggan.
" Besok saja Lee dibahas nya di perusahaan.aku sudah malas." jawab nya ketus.Aku Menatap nya sedikit jengkel,dan berdiri meninggalkan nya.
Aku masuk kedalam kamar sambil membanting pintu.
***
Me: " Ada apa Pim, Bagaimana keadaan mu??"
Pim: " Baik Lee.. bagaimana perkejaan mu di Hanoi?apakah baik juga."
me: " eee..sejauh ini masih bisa ku Handle Pim." jawab ku.
" Maaf jarang menghubungi mu,aku sibuk."
kataku lagi.
__ADS_1
Pim:" tak mengapa Lee aku mengerti...Lee ada yang akan ku bicarakan dengan mu??" katanya serius.
me: " Ada apa sih??"
Pim: " Lee, kemarin paman ku datang ke Chantaburi.adik dari mendiang ayah ku?"
me : " Lalu??"
Pim: " aku dijodohkan dengan seseorang."
me: "Wah, selamat ya Pim ?" Kataku dengan sedikit sesak.
Pim : " Lee,aku serius?!" katanya.
me : " iya ,aku juga serius Pim. selamat yaa?"
Pim: " Lee...!?" Katanya mulai menangis. Rasanya mulai sesak dada ku mendengar tangisnya yg sedih.
Me: " Lalu ,aku harus bagaimana Pim ??" Tanyaku pelan.
Pim : " aku tidak mau Lee..Tetapi paman ku memaksa.jika tidak usaha ayahku akan dia ambil alih.Bagaimana nasib adik adik yg masih sekolah ??" Katanya sambil terisak.
Pim :" Kata paman ku,Kalau usaha ayahku bibi yang pegang dia tidak mau.Dia tak percaya kepada ibu sambung ku."
kalau aku yang pegang,sarat nya aku disuruh menikah dengan anak buahnya yang paham usaha itu.?"
Aku masih terdiam mendengarkan nya.
Pim: " Aku harus bagaimana Lee..??""Aku tak sanggup jika menanggung hidup bibi dan kedua adikku sendiri?" Katanya sambil terus menangis
me: " Lalu aku harus bagaimana Pim??" kataku pelan.
Pim: " Aku ingin bersamamu lee.tolong bawa aku pergi." Katanya terisak Isak.
Aku menarik nafas.dada ku pun sesak.hati ku remuk.aku menahan tangis.
****
Me: " Maaf Pim,Aku tak bisa." Kataku singkat.
Dia semakin menangis terisak-isak.
Me: " Aku tak bisa Pim,bukan karena aku tak memihak mu atau tak sayang kepada mu.sungguh,aku tak bisa.maaf kan aku Pim." Bibir ku Bergetar,dan aku meneteskan air mata.
Me: " Aku harap,kau mau menjalankan Takdir mu. paman mu memilih kan seseorang yang baik pasti nya untuk mu.untuk hidup mu?"
Me: " Menikah lah Pim. Dan Berbahagia lah."
Kataku sedikit tertahan.aku Menangis.Aku sangat hancur.
****
Sepanjang malam aku menangis.memanggil manggil namanya kecil sambil menatap foto Pim .Ada perasaan tak Rela, seperti tercabik cabik.
Dada ku sesak.Sepertinya aku ingin mati saja dan menyalakan diri sendiri yang begitu lemah.tidak bisa berbuat apa-apa.
Begini sakit nya kah mempunyai Cinta yang salah.Perasaan yang seharusnya di kubur dalam-dalam.harusnya tak kubiarkan perasaan ini hidup.
Berkali-kali aku menyalahkan diri sendiri.Meratapi Nasib ku.
__ADS_1
Inikah arti kiasan - Beginilah Cinta,Deritanya tak pernah Berakhir.-
Sialan,kenapa aku mesti mengalami nya sih.