Dia

Dia
episode 82


__ADS_3

Aku menatap Pim yang Tampak nya marah besar.


" Aku mohon Pim.aku ingin melihatnya.!" kata Pree.


" Pim melunak lah Sedikit untuk nya." kataku merayu Pim.dia tampak melotot melihat ku.urat lehernya tampak.


" Khun ,aku mohon kembalikan lah anak dan istri ku.??!" katanya kemudian.


" heii Pree apa Maksud mu berbicara seperti itu??" potong Pim cepat.


Pree tampak memohon kepada ku sambil menelungkup kan tangan nya.


Aku menatap Pim,lalu kepadanya.


" Pree,aku sudah memberikan nya dahulu Kepada mu sewaktu kalian menikah??"


" Aku percaya kan Kepada mu untuk membahagiakan nya."


" tetapi kau malah berbuat seperti itu??"


"aku tak pernah menahan Pim untuk berada di samping ku Pree,aku tak pernah menahan Hatinya untuk terus mencintai ku.Tubuh dan hati nya miliknya sepenuhnya. Aku tak berhak mengatur ini dan itu terhadap nya.semua terserah kepada nya saja." kataku.


" dan seandainya Pim memilih kembali kepada mu,aku akan membiarkan nya." kataku.


" Aku tak mungkin kembali kepada mu Pree.!!" kata Pim keras.


" Pim tolonglah aku, maafkan aku.berilah aku kesempatan sekali lagi. aku akan berubah.?" kata Pree memelas.


" omong kosong,kau seperti itu Pree,tak kan pernah berubah.kau pikir aku tak tahu siapa kamu!!? tukang mabuk,judi,berhutang dan main perempuan!!?" katanya keras.


Dia terdiam sedikit tertunduk.


" Jika kau tak memberikan aku kesempatan, setidaknya aku tahu seperti apa rupa anak ku, dan memberikan nya sebuah nama?!"


" Tak perlu susah susah Pree,namanya jauh lebih indah dari nama yang akan kau berikan!!" hardik Pim.


" ijinkan aku melihatnya Pim.?" pintanya.


Aku berdiri, berjalan menuju kamar. Pim berlari menyusul ku.


" apa yang akan kau lakukan Lee.. katanya sambil menarik tangan ku.


" lepaskan Pim,dia berhak tau anaknya..kataku


" Tidak,tidak akan ku ijinkan kau memperlihatkan kepadanya!!" teriak Pim padaku.Aku menatap nya tajam.sambil meraih Andhara yang tengah tertidur.


" Biarkan dia melihat nya.." kataku sambil berteriak memanggil Pree. Pim berusaha menghadang Pree masuk ke dalam kamar.


Pree terhenti, Anne dan Miss Katty tampak berdiri diam memperhatikan.


Pim menutup pintu kamar dan menguncinya lalu kuncinya di lempar.


Aku dan Pim berada di dalam kamar.


aku menatap Pim dan mendekati nya.


" Pim, tolong lah.beri dia kesempatan untuk melihat anaknya." kataku


" Dia bukan anak nya,dia anak mu.??!" teriak Pim menggila.Aku tertawa

__ADS_1


" heii,jangan bodoh.apa yang kau omongkan sudah di luar nalar.pree ayah dari andhara.ayah biologis nya!!Apakah kau tak mempelajari nya di sekolah!?" kataku.


" Mungkin saja dia ayah biologis nya tapi itu tak berarti apapun.kaulah yang memberikan nya kesempatan untuk hidup.kau menjaga dan memenuhi seluruh kebutuhan nya.!!"


Aku tertawa kecil.


" sudahlah Pim ,dia hanya ingin melihat anaknya sekali saja.hentikan omong kosong ini.dia ber hak atas itu.melunak lah sedikit!!" bentak ku sambil mencari kunci yang Pim buang.


Pim menahan tubuh ku.berusaha menghalang halangi aku mencari kunci.


" Hentikan Pim, hentikan keras kepala mu.aku capek ingin semuanya cepat selesai.aku mau istirahat!!" bentak ku keras.


" jika kau masih saja keras kepala,aku akan benar benar memulangkan kau kembali kepada nya.memulankang kan mu ke Chantaburi!!"


Dia terdiam, mungkin melunak.lalu aku mencari kunci nya.ku gendong Andhara yang masih terlelap.lalu membuka pintu kamar.


Pim Tampak mengekori ku.


****


Aku berikan Andhara kepada pree.dia menangis Sambil memeluk nya.Berujar maaf kepada Andhara kecil.


Lalu menatap ku mengucapkan terima kasih.


" Namanya Andhara, semoga kau memperbolehkan nama itu di pakaikan kepadanya.!?" kataku.


" Terima kasih Khun, kau memberikan nya nama yg cantik,indah,dan anggun.Lebih bermartabat dari hidup ku yang begini.." katanya sambil menangis.


Aku tersenyum.


Tak lama Andhara menangis,merasa tak nyaman di ganggu. Pim segera merebut nya,namun tangis Andhara tak berhenti.


Menenangkan nya dalam pelukan ku.meski tak tertidur,dia tampak tenang dan nyaman terhadap ku.


***


jam sudah menunjukkan pukul satu pagi.Aku menyuruh bibi memberikan nya minum.sedari tadi Pree tak di berikan minum oleh Pim.


tak lama Pree berpamitan kepada ku yang masih menggendong Andhara.


" Khun, terima kasih atas semua kebaikan mu terhadap ku dan anak ku." kata nya sambil menitikkan air mata. Aku tersenyum.


" Maaf kan aku Pree..aku tak bisa membujuk nya kembali kepada mu.??" kataku.


Dia menatap ku lekat.


" Benar katamu Khun,dia berhak atas hati dan dirinya sendiri.untuk siapa akan di berikan."


" Aku tahu kamu kecewa Pree dengan kenyataan ini??":Kataku.


" Tidak Khun aku yang salah telah mensia siakan dia.aku jadi tahu kualitas diri ku berbanding dengan mu??"


" Aku akan membebaskan nya memilih, dengan siapa dia nyaman dan bahagia."


" tapi perkenankan lah aku jika aku ingin menemui anak ku." katanya.aku tersenyum.


" Aku sih memperbolehkan nya Pree, tetapi yang berhak adalah Pim sepenuhnya."


Dia mengangguk.

__ADS_1


" Berhati-hatilah di jalan Pree.." kata ku sambil membekalinya sesuatu.


" Pakailah ini, sebagai modal kau membangun kehidupan mu lagi.bekerjalah sungguh sungguh apapun itu.agar suatu saat Andhara tak merendahkan mu seperti Ibunya. aku harap kau mau memaafkan Pim . Pree?" kataku.


dia mengangguk dan mengucapkan terima kasih sekali lagi dan memberikan salam perpisahan. Dia mencium dan memeluk Andhara yang diambil dari tangan ku sebentar.


Dia menangis terharu,lalu pergi meninggalkan kami.


****


" Seharusnya kamu tak terlalu baik terhadap nya Lee.. ocehan Pim sesaat Pree pergi


" arrgghhtt... sudahlah.ayo tidur,aku capek.


" oiya Pim, berkemas lah.Besok kita akan ke Hua Hin atau ke KOH Samui untuk dua hari.?" kataku kepada nya.


" Jangan lupa, tolong sekalian persiapkan untuk ku juga yaa??" kataku sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi ku.


Padma terbangun dan menangis.dia langsung menuju ke arah ku.aku jongkok sambil menggendong Andhara yg belum tidur lagi.


Miss Katty tampak membujuk padma.tapi dia tak mau lepas dari tubuh ku.


Aku menggendong nya di satu tangan ku.disatunya lagi Andhara.


" Lee..kenapa banyak pasir di bekas celana yang kau kenakan ??!" tanya Pim saat merapikan baju yang habis kupakai.


aku dan Anne saling pandang dan membuang muka.


Tetapi Pim tetap melanjutkan packing nya untuk besok.


aku berbaring di kasur ku bersama mereka.


kamar yg biasa ditempati Pim sedang dipakai oleh Miss Katty.


kamar bibi terlalu kecil dan panas gerutu Pim.


" oke baiklah aku tidur di sofa saja atau bersama Phi.." kataku


" Tidak..." kata Pim


" Jangan.." kata Anne berbarengan.aku menatap keduanya. mereka saling pandang


" okelah,kita berlima di sini sekarang ??" kataku. mereka saling tatap lagi.


" Nanti setelah Padma dan Andhara tidur.bisa kita letakkan di boks nya." kataku.lagi- lagi mereka saling pandang.


Kami tidur satu ranjang.aku yang ditengah.


Kadang Anne yang memeluk ku, atau Pim kemudian.


satu memeluk di dadaku,satu di pinggang ku.


Lampu ku matikan.


mereka bergantian mencium ku.


Apa ini..


" sudah lah,,aku ingin tidur.jangan mengganggu ku." kataku kemudian.

__ADS_1


__ADS_2