
Aku mengantarkan Pim kembali ke apartemen.aku tak mengizinkan nya untuk mengantar ku ke Suvarnabhumi.Bisa bisa tak jadi pulang ke Indonesia aku karena nya.
Aku mengantarkan nya menggunakan mobil dinas yg baru.dan aku menitipkan nya di apartemen Pim.
Dan sekarang akuTinggal menunggu taksi datang menjemput.
***
" Berhati-hatilah dalam Bekerja Pim,jaga kondisi kesehatan mu.jangan malas makan siang dan selalu sarapan pagi." kataku.dia tersenyum seraya mengangguk pelan.Duhh gemasnya pikir ku.aku mengacak rambutnya.dia cemberut manja.aku hanya tersenyum.
lalu ku peluk dia,ku cium rambutnya yg wangi.
" Bau kamu Pim .apakah kamu tak pernah keramas selama ditinggal kan aku." kataku bercanda di sertai senyum.
Dia menggerutu, memonyongkan bibirnya.
" Malas.." katanya..
" Jorok." kataku.
" Biarlah,buat apa aku bersih dan wangi kalau tak ada kamu..." katanya manja..
" helehh, Rayuan mu tak mempan bagi ku..." kataku sambil tertawa,dia memelukku.
" Rindu kan aku ya Lee..?" pinta nya manja.
" Malas." kataku.dia merajuk,aku tertawa.
" salamkan aku kepada keluarga mu ya Lee.." katanya lagi.aku mengangguk.
" Nanti aku sempatkan kamu berkenalan dengan ibu ku.nanti aku Vidio call dengan mu." Kataku.dia mengangguk.
Tak lama sopir taksi menelpon.katanya sudah di lobby apartemen.aku mengiyakan segera kesana.
" Lee.." katanya manja.aku Menatap nya
" masih Rindu.." katanya lagi.aku tak bergeming dan meninggalkan nya.
" Sudah ya..daaa.." kataku sambil pergi.Dia merajuk manja seperti anak kecil.aku tertawa sambil mendekati nya.
" Sudahlah Pim..??" pintaku.
***
Akhirnya pesawat ku mendarat di Jogja.Aku sedang menunggu koper ku turun dari pesawat diruangan Bagasi.
Waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi.aku harus kemana dulu ya ini pikir ku karena mengantuk.padahal aku sekarang sudah di Jogja.Aku mending ke kafe untuk sekedar meminum kopi dan pergi ke toilet.
__ADS_1
aku cuci muka dan gosok Gigi dulu disana.kalau nyawaku sudah kumpul,baru aku memanggil taksi pikir ku.
hampir setengah jam aku berdiam di kafe yg ada di Bandara.Aku lupa memberi tahu mamah kalau aku akan pulang ke Indonesia.
Aku berencana akan ke Surabaya, menjenguk Tante Sari dan juga berziarah ke makam papah.
***
Aku tak memberi tahu Kalina aku pulang ke indonesia.dia tengah tanding di kontes dangdut di salah satu stasiun televisi swasta.posisinya sekarang sudah delapan besar.Aku sengaja ingin memberikan surprise kepadanya.mau dia menang atau kalah aku akan mensupport nya.
Aku ingin Tante Sari ke Jakarta bersama ku,sama sama memberikan surprise untuk Kalina.
***
pukul setengah tujuh pagi,aku Memesan taksi.tak lama taksi pun datang.aku meminta diantar kan ke alamat rumah mamah.
Tak sabar aku melihat Ekspresi wajah nya.
taksi ku berhenti di depan rumah mamah.rumahnya tampak tertutup sepi.mungkin ada di dapur pikir ku.
Aku memencet bel di depan pintu masuk.
Tak lama ada suara seseorang dan suara anak kecil yg menangis.
***
" ya Allah.kamu toh yi..kenapa pulang gag bilang bilang kata mbak Jani sambil menggendong Davinka keponakan ku yg sedang menangis.aku memeluk nya.mencium tangan nya.
" dia sedang belanja ke pasar." katanya lagi.
aku masuk kedalam rumah.sebentar ku rebahkan tubuhku ke sofa sebelum pergi menuju ke kamar tidur ku.
" Mbak gag usah bilang kalo aku pulang ya.?" pintaku pada mbak Jani.dia cuma tersenyum.
***
Aku segera ke kamar dilantai atas.membawa semua barang bawaan ku.Karena merasakan lelah,aku akhirnya tertidur.
Sayup ku dengar suara mamah berceloteh dengan Davinka di dapur.aku berdiri, melihat keluar jendela, Tampak mbak Anjani sedang menjemur pakaian.dia mengenakan Daster,yahh..memang mbak Jani tengah hamil anak yg ke dua.mungkin usia kandungan nya sudah lima bulan.
***
" Aku kok tiba-tiba pingin masak makanan kesukaan nya Ayi yah Jan.." kata mamah di dapur.
" ini tadi aku beli terong mau tak penyet sama ikan.pinginya tak bakar."
" iya aku beli Pete tadi,kok kayaknya mentes tua tua betul.menggoda.." kata mamah sambil tertawa.
__ADS_1
" Padahal Yo aku gag suka banget sama ikan bakar, kayaknya lembek lembek gimana gitu.tapi kok ya tiba tiba pengen."
Suara mbak Jani tak kudengar.Karena aku duduk di atas tangga.
" Anak itu sih apa aja mau,pemakan segala dia.." kata mamah sambil tertawa.
" iya dia itu kalo udah napsu makanya keluar,makan pake terasi digoreng juga mau.padahal kan bau.." kata mamah menceritakan kebiasaan ku sambil tertawa.
" pas dia kecil,kan diasuh sama mbok yayung.kalo disuapin katanya mau walaupun cuma pake Terasi.. Senengannya makan Pete pake sambel terasi, padahal pas kelas lima SD dia masih sering ngompol.Bau lah kasurnya..mbok yayung Sampe marahin dia katanya..ya tau lah wong mbok yayung cerita ke mamah..." katanya tertawa.
" Gag tau mamah kenapa dia ngompolan banget,anak mamah yg lain gag ada yang ngompolan, apalagi Sampe kelas lima SD."
aku menutup mukaku sambil tertawa,aib ku sedang dibicarakan mamah.
" Ayahmene ya dia sibuk , jangan di telpon lah.nanti ganggu." kata mamah.aku turun kebawah pelan pelan.
ku intip mamah tengah mempersiapkan masakannya.aku mendekati mamah perlahan.sayang Davinka malah menangis melihat ku.mamah menoleh...
****
" ya Allah,,yaa Allah katanya sambil memeluk ku.dia menangis sambil menciumi aku.
" ya Allah ay..mamah kok kayaknya batin kamu seperti ada di rumah.kok ya Beneran ada kamu..ya Allah bungsuku sing elek Dewe.." katanya sambil memegang kepalaku dengan kedua tangannya.dia masih menangis rasa tak percaya.aku menyeka tangis nya.
" wes toh mah,,lihat si Davinka malah ikutan nangis kejer.." kataku.Davinka memang tambah menangis melihat mamah menangis,mbak Jani lantas menggendong nya.
" kamu juga Jan,kok gag bilang kalo Ayi pulang??" kata mamah.
mbak Jani yg tengah membuatkan susu Davinka menoleh.
" Ayi yang minta mah, surprise katanya.." jawab mbak Jani sambil tersenyum.
aku masih bergelayut manja dengan mamah.
" Mah,besok ikut Ayi yuk ke Korea.??" kataku
" Ngapain ke Korea ay..?" tanya mamah.
" Oprasi plastik yuk mah.mamah biar muda dan cantik lagi." kataku sambil tertawa...mamah dan mbak Jani pun tertawa.
" sembarangan kamu kalo ngomong.." katanya sambil memukul ku pelan.
" Nanti kalo mamah cantik lagi kan bisa nikah lagi..??" canda ku sambil tertawa terbahak-bahak.
" Kurang ajar bocah.." katanya sambil memukul badanku dengan serbet.
" Kamu aja yg menikah ay..sudah waktunya." kata mamah.aku kemudian pura pura tak mendengar nya dan beranjak ke rak piring.
__ADS_1
" Makan ahhh...makan mah." tawarku.
" heh bocah di ajak bicara malah begitu.?" kata mamah.Aku hanya tertawa.