Dia

Dia
Lima belas


__ADS_3

Senyum ceria itu tak pernah surut dari wajah kenzo meski ruang geraknya terbatas namun semangatnya untuk hari ini tetap ada.begitupun dengan raihan yang menemani kenzo bermain di pantai layaknya seorang ayah pada anaknya.


Antusiasme kenzo akan pantai membuat raihan ingin lebih mengajak kenzo untuk lebih menikmati pantai.dia mengajak kenzo berjalan di tepian dermaga,banyak jejeran jet ski dan boat yang menjadi perhatian kenzo.


"Apa kamu mau mencobanya ?" tanya raihan yang berjongkok di samping kenzo.


"Iya uncle " kenzo mengangguk cepat dengan mata berbinar.


"Sekarang..atau setelah kita main pasir dan lihat ombak " tunjuk raihan ke arah pantai dengan banyak orang di sana.


"Sekarang uncle..lagi pula di sana terlalu banyak orang dan aku juga belum bisa berjalan uncle..mungkin lain kali lagi " ucap kenzo dengan sendu.


"Baiklah..ayoo!!!" dengan bersemangat raihan berdiri dan mendorong kursi roda itu.mirna yang melihat keakraban antara raihan dan kenzo tersenyum bahagia, 'mereka terlihat seperti ayah dan anak' batin mirna.


Sementara di sisi lain sekali lagi pria itu merutuki kebodohannya.dia terbangun pagi ini di tempat yang dia kenali yaitu rumah sahabatnya cecil.'bodoh' rutuk kiano dalam hati.kiano menggoyangkan kepalanya untuk menghilangkan rasa pening sisa mabuk semalam.


Semalam dia ingat dirinya berada di sebuah bar menemani cecil dan peter bersenang-senang.bahkan dia yang menyuruh cecil untuk berhenti minum tapi sialnya justru dirinyalah yang mabuk.mungkin cecil juga yang telah membawa dirinya pulang ke tempatnya.


Kiano membuka pintu kamar dan melangkah menuju lemari pendingin di sana dia melihat cecil yang sedang membuat sarapan.dan lagi-lagi dia merutuk untuk pemandangan yang ada di hadapannya.


"Oh god ceciliaa!! tidak bisakah kau berpakaian dengan layak " ujar kiano yang merasa risih dengan tampilan cecil yang hanya mengenakan croptee dan celana dalam saja.


"Hahaha..kenapa bukankah justru ini yang di sukai oleh para lelaki " ledek cecil dengan sedikit menggoyangkan pinggulnya menari di depan kiano.


"Dasar perempuan gila !" acuh kiano sembari membuka lemari es dan mengambil botol air minum langsung meneguknya.


"Oh yaa..asal kamu tahu yang kamu sebut perempuan gila ini adalah perempuan yang kamu jadikan guling semalam " cecil menggoda kiano yang masih berdiri di depan lemari es dengan menyusuri punggung kiano dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


Tubuh kiano menegang dan dia berbalik menghadap cecil.dia menatap mata cecil dengan alis berkerut,bagaimanapun dia hidup di negeri orang namun dirinya berusaha untuk selalu menjalankan adat budaya negeri sendiri.


"Apa maksudmu ? apa semalam kita tidur seranjang ? " tanya kiano datar.


"Menurutmu..??" cecil balik bertanya dan mengangkat bahunya lalu meletakkan dua piring hasil masakannya.


"Entahlah !! sayang sekali aku tidak ingat " balas kiano santai.


"Ya ya ya..akhirnya kamu menyesal tidak mengingatnya kean" ucap cecil lalu menarik kursi makan dan memulai sarapannya,yang di ikuti kiano dengan menarik kursi dan duduk di seberangnya.


"Heemm..lain kali lakukan itu ketika aku sadar, biar aku tidak menyesalinya " kiano membalas ucapan cecil dengan santai sambil mengunyah sarapannya.


"Hahahaa..maka aku cuma bisa bermimpi" tawa renyah cecil membuat kiano tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis di hadapannya ini.


"By the way kean..hari ini mungkin aku datang telat ke studio atau mungkin bisa jadi aku gak akan ke sana,kamu bisa minta bantuan pete saja untuk hari ini" lanjut cecil tiba-tiba di sela makannya.


"Hari ini aku ada pekerjaan untuk pemotretan di acara amal yang diadakan di pantai.jika tidak salah bukankah aku sudah pernah menberitahumu?" terang cecil dan berusaha mengingatkan kiano.


"Yah mungkin aku lupa..baiklah hari ini kau bebas..tapi ingat jangan mengenakan bikini !"sindir kiano dan hanya di tanggapi cecil dengan tawa renyahnya.


Suara debur ombak dan mesin motor boat serta tiupan angin kencang menjadi satu kesatuan yang harmonis.teriakan kegembiraan dari suara anak laki-laki yang berada di atas boat menjadi back sound yang indah.


Sudah dua jam raihan membawa kenzo mengitari laut dengan boat,selama itu pula senyum di wajah kenzo tak pernah surut.bahkan beberapa kali mirna berusaha membujuk kenzo untuk kembali namun selalu mendapat penolakan dari kenzo.


Akhirnya mau tak mau raihan pula yang harus turun tangan membujuk kenzo.sampai mirna pun di buat tak percaya,karena selama dirinya bekerja pada niken belum pernah dia melihat sikap kenzo yang seperti ini.biasanya kenzo adalah anak yang penurut dan tidak pernah banyak menuntut padanya maupun niken.


"Oke ini putaran terakhir setelah itu kita menepi dan cari makan..setuju" ucap raihan membujuk kenzo.

__ADS_1


"Iyaa uncle !"


Mirna dan raihan saling pandang melihat sikap kenzo yang ternyata sangat mudah di bujuk oleh raihan.


Raihan pun menepikan boatnya dan menggendong kenzo turun dari boat lalu mendudukannya di kursi roda dengan hati-hati,dan semua itu tak luput dari pandangan mirna yang melihatnya dengan kagum.raihan mendorong kursi roda itu memasuki sebuah restoran di dekat dermaga dengan pemandangan pantai yang indah.


Setelah mereka memesan makanannya raihan pamit ke toilet sambil menunggu pesanannya datang.raihan berjalan lurus memasuki bagian dalam restoran itu.tiba-tiba bahunya bertabrakan dengan seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.


"Upps sorry..!"


"Tidak apa-ap..kamu !!" ucap raihan yang tampak kaget sekaligus senang.


"Yup..apa kabar dokter raihan ? senang bertemu anda kembali"


"Dasar kamu ! senang juga ketemu kamu lagi cecil " balas raihan dengan senyum ramahnya.


"Ya ya..lebih baik kamu selesaikan urusan mu dulu,nanti kita lanjutkan lagi aku tunggu kamu di depan" ucap cecil dan mengerlingkan matanya pada raihan.


"Hahaha..oke kamu tunggu ya" balas raihan dan mengacak rambut cecil dan berlari masuk ke dalam toilet pria.


"Issh pak dokter !" cecil setengah berteriak karena kesal rambutnya yang di tata rapi di dalam toilet tadi harus berantakan kembali.


Tak lama kemudian raihan pun selesai dia melihat cecil yang menunggu berdiri tak jauh darinya.raihan mengajak cecil untuk bergabung dengannya karena sebelumnya raihan mengatakan pada cecil jika dirinya tidak datang sendirian melainkan bertiga.


Cecil menatap bolak balik antara raihan dan kenzo begitu dirinya tiba di depan meja tempat raihan.cecil sudah mengenali wajah kenzo dari berita yang selama ini beredar namun dia tidak menyangka jika rumor selama ini kemungkinan menjadi kenyataan.dan raihan pun menyadari arti tatapan cecil seperti biasa raihan hanya menanggapi dengan senyuman.dan senyumnya semakin bertambah lebar ketika cecil membisikkan sesuatu di telinganya.


"Semoga usahamu tidak sia-sia untuk mendapatkan jackpot wanita sexy seasia" bisik cecil pada raihan yang membuat raihan semakin tersenyum lebar.

__ADS_1


"Semoga !" dan mempersilakan cecil duduk lalu dia duduk di samping kenzo setelah sebelumnya mengenalkan sosok cecil pada mirna dan kenzo.


__ADS_2