Dia

Dia
episode 74


__ADS_3

" Docter, how is her health condition now??"


Tanya ku kepada dokter.


"So far is good, but she still need tranfusion blood.Maybe one or two more bag." Jawab sang dokter.


" Thanks doc, I hope the hospital will provide maximum care to her." kataku sambil menyalami nya.


" You're welcome.and I make sure that." katanya sambil tersenyum,lalu pergi meninggalkan ku.


Aku kembali kepada Pim.mataku sudah terasa berat.rasanya aku ingin tidur.Untunglah tak berapa lama Bibi nya Datang.


Aku meminta izin untuk beristirahat di hotel yang dekat dengan rumah sakit ini.


" Pim aku istirahat sebentar ya di Hotel,katakan kepada bibi mu jika ada apa apa hubungi aku segera." Dia tersenyum,masih terlihat manis di kondisi nya yang pucat.


***


Aku terbangun dari tidur.sudah pukul dua siang rupanya.Aku segera mandi untuk kembali lagi ke rumah sakit.


Ku aktif kan ponselku.Sesaat banyak panggilan yang masuk, semuanya dari Anne. beberapa pesan dari Miss Katty dan selebihnya dari Anne yang menanyakan aku ada dimana,bahkan marah marah.terserahlah pikir ku.


Miss Katty sudah memberi tahu Anne bahwa aku pergi ke jakarta.tetapi Anne tidak percaya.


Aku meminum kopi yang ku pesan serta memakan nasi dan kari ayam.Kemudian bergegas pergi ke Rumah Sakit yang jaraknya dekat.aku berjalan kaki.


Ketika aku sampai di pintu kamarnya Pim. terlihat Pree yang sedang menangis,mungkin meminta maaf kepada Pim.


ada beberapa orang dalam ruangan.termasuk bibi dan paman nya Pim.Aku mengetuk pintu, Sambil memberikan salam.Semua yg ada di ruangan tampak melihat ku.


Aku Beranikan berjalan menuju Pree.Kutatap wajahnya.


" I think,you can make her happy after marriage.Look what you did, you almost killed her!!" bentak ku.


"iam sorry Khun,I didn't mean to hurt her." katanya terputus putus.


***


Bibi nya memberikan penjelasan kepada pamannya Pim ,siapa aku.


Aku adalah orang yang peduli terhadap nasib Pim selama ini. menyayangi Pim secara tulus Tampa meminta dan menginginkan apapun dari Pim.dan membiarkan Pim menikah dengan Pree.


Dia tak kan pernah mau menikah dengan Pim meskipun di restui oleh siapa pun.karena kepercayaan yang mengikat nya.


Awalnya , pamannya Pim Tampak begitu marah terhadap ku.Tapi Bibi nya Pim menjelaskan semua kebutuhan Pim Selama di rumah sakit aku yang penuhi.


Pim meminta Pree meninggalkan nya jika Pree tak ingin di laporkan ke polisi dan dituntut ganti rugi.

__ADS_1


Pim berkata kepada pamannya.


" Jika karena harta kau mengatur hidup ku,maka aku akan memberikan nya semuanya Kepada mu.kau tak berhak mengatur kebahagiaan ku.Kami bisa hidup tanpa uang mu ."


****


" Pim, apakah kau tak mau memberi kesempatan kepada Pree untuk kembali kepada mu??" kataku.


Dia membuang pandangannya.


" Aku tak akan pernah bisa bersama mu Pim,aku tak akan selau ada untuk mu.kau butuh pendamping."


" sudah lah Lee..aku tak ingin dia di hidup ku.selama empat bulan ini kami menikah dia selalu kasar kepada ku,judi,marah marah terhadap adik ku dan ternyata dia masih punya pacar.belum lagi hutang nya banyak karena berjudi."


" Apa yang mesti ku pertahankan.?"


Aku hanya diam.


ponselku berdering.tampaknya dari Anne.


" Hallo..kataku


" Lee kamu ada dimana, bagaimana bisa kamu meninggalkan tanggung jawab pekerjaan!" katanya.


" Aku ada urusan mendadak Miss, aku pulang ke Jakarta." kataku lagi


" eee Nanti kalau urusan ku sudah selesai aku segera kembali Miss,saya pastikan itu." kataku sambil menutup ponsel ku.


" Anne??" tanya Pim . aku tersenyum.


" Maaf Lee membuat mu susah??" kata Pim kemudian.


" Tak mengapa Pim, mungkin ini jalan hidup ku." kataku sambil tersenyum kembali.


Aku bercanda dengan Pim, membuat nya tertawa.mengelus rambut dan kandungan nya.


" Lee,kalau anak ini lahir mau kau beri nama siapa??" tanya Pim.aku memandang nya sambil menarik Bibir ku.


" Dia kan anakmu? terserah kamu akan menamainya siapa??" kataku.


" aku ingin Nama nya pemberian dari mu, sebagai ungkapan rasa terima kasih ku Lee..


aku tertawa,dan menyarankan nama nama yang lucu..dia kadang menolak tak mau sambil tertawa dan bercanda..


" Jangan kau sisipkan nama ku di nama nya Pim. aku tak mau nanti kejelekan ku tertular kepadanya."


"Nanti,Rawat lah ia dengan sepenuh hatimu Pim. jangan sampai dia nanti nya mempunyai kekurangan seperti aku atau diri mu."

__ADS_1


" Dia harus menjadi perempuan atau lelaki seutuhnya.!"


" Aku ingin jika dia terlahir perempuan berilah nama Andhara.kalau dia lelaki Nama nya Satvabhumi."


Dia mengangguk.


***


Sudah tiga hari lamanya aku menunggui Pim di rumah sakit Chantaburi ini.besok dia sudah di perbolehkan pulang.


Aku membuat kesepakatan kepadanya agar selalu berhati-hati.meminta bibi untuk selalu menjaga Pim.


Mungkin aku tak akan sering menelepon nya.tetapi aku akan terus memantau nya.jika ada segala sesuatu, cepat lah menelpon ku. fokus kan ke kesehatan Pim.


Ketika aku akan pulang. Pim sudah Tampak makin segar.


" Terima kasih ya Lee, untuk semuanya." Kata Pim sedikit menangis. aku menghapus air mata nya, lalu aku tersenyum.


" Selama aku bisa Pim,aku berusaha membantu mu." kata ku.


Lalu aku mencium rambutnya yang masih wangi seperti dahulu.menyentuh muka nya dengan tangan ku.


mengusap kandungan nya.dan membisikkan doa.


" Lee..kau tak mencium ku??" katanya.aku tertawa.


" Jangan lah,aku malu dengan bayi mu." kataku.


mukanya menjadi masam.aku tertawa kecil.


Aku mendekat kan lagi diri ku dengan nya.kudekap tubuh kecilnya itu.aku memandang nya sambil tersenyum.Aku Mencium nya sambil mengelus perutnya.


Maaf sayang,kuharap kau tak meniru kelakuan ku kelak..doa ku.


***


Ketika aku akan sampai ke Bangkok.aku mendapatkan pesan dari mister Philips.


Dia menanyakan keberadaan ku.


Aku mengatakan Bahwa aku pulang ke Jakarta dan sekarang sudah ada di Bangkok.


Dia meminta aku menemui nya di rumah nya,ada beberapa berkas yang harus aku bawa jika akan ke Hanoi.


Taksi ku sampai di depan gerbang rumah mister Philips.


Mungkin di dalam sudah ada Anne juga pikir ku.akupun bersiap untuk menjawab setiap pertanyaan nya nanti.

__ADS_1


Aku melangkahkan kakiku. aku di suruh Keruangan kerja Mr Philips di lantai dua, disuruh menunggu sebentar oleh seorang pelayan.


__ADS_2