
mister Philips mendekati tempat tidur ku.
" Lee,,aku minta maaf atas segala kejadian yang terjadi.maaf aku telah keliru tentang mu,maaf jika aku kasar dan menggertak mu."
Katanya.
Aku hanya tersenyum simpul.
" mungkin apa yang terjadi,memanglah harus terjadi Khun??" kataku.
Miss Katty menatap ku.
" eee... Katty aku ingin bicara sebentar dengan mu ??" katanya.
Phi memandang ku,aku mengisyaratkan nya untuk menuruti perintah Khun Philips.
Mereka berdua keluar Ruangan.
Aku Dan Padma tampak bercengkrama bersama Pim.
Anne yang sedari tadi di pojokan akhirnya mendekati ku.
Aku meminta bibi agar membawa Padma bermain sebentar.untunglah Padma kecil mau Bersama bibi.
***
" Lee,,aku minta maaf atas semua nya kepada mu Lee ." katanya mulai menangis.
Pim tampak sinis mendengarkan.
" Aku tak menyangka perbuatan ku akan mengakibatkan mu seperti ini."
" Aku minta maaf atas sikap kasar ku.sungguh aku tak berniat mencelakai mu lee."
" Aku minta maaf atas kata kataku yg menyakiti mu.semua terlontar karena aku sangat kesal kepada mu.!?"
" Aku tak bermaksud mendorong mu dari tangga waktu itu Lee.." katanya terisak Isak.
" Jadi kamu yang mendorong hingga dahi nya di jahit??? Sungguh tega kamu.
sudah kata katamu kasar kelakuan mu juga bar bar.??!" kata Pim Tiba tiba menyemprot Anne sambil berdiri.
" Apa sih kesalahan nya yg membuat mu sampai tega berbuat seperti itu.aku tak terima kau perlakukan Lee seperti itu?!" Katanya sambil mengelus perutnya.
kemudian dia merintih.tampaknya Pim mengalami kontraksi.
Anne kembali panik,aku segera memintanya untuk memanggil dokter.Sedangkan aku memegang tubuh nya sekuat tenaga.
" Sadar lah Pim, tunggu Dokter datang." kata ku Panik.
" Sakit Lee.." teriaknya.
Cairan ketuban sudah mulai mengucur di lantai..aku tambah panik.
Tak lama Dokter datang.
tetapi Pim sudah tak tahan untuk melahirkan.
Dia melahirkan di kamar ku.
Di saksikan aku dan Anne.
Suasana Terasa mencekam.aku memegangi tangan Pim Tampa berani melihat ke bawah.
Sampai akhirnya terdengar suara bayi.
aku lemas ketika melihat bayi nya Pim yang baru saja lahir.lemas melihat darah.
Aku kembali pingsan.
***
Aku membuka mataku, Rasanya tak percaya atas kejadian tadi.
__ADS_1
Anne tersenyum kepada ku sambil mendekat. Aku mendatarkan ekspresi wajah ku.
Sedangkan Pim dan bayi nya sedang di pindahkan keruangan lain.
" Bayi nya perempuan Lee..matanya mirip kamu??" kata Anne sambil tersenyum.Aku menjawabnya dengan ekspresi daftar.
" Mana mungkin Anne, anaknya Pim ya akan mirip dengan orang tuanya??" jawab ku singkat.
Dia hanya tersenyum kaku.
"Apakah aku belum kau maafkan Lee??? Tanyanya.aku meliriknya sebentar.
" aku tadi pingsan berapa lama Anne??" tanyaku.
" setengah jam saja.??" jawab Anne.
" Kemana yang lain??" tanyaku lagi
" Bibi sedang mendampingi Pim,lalu Phi serta Padma sedang pergi bersama ayah ku." jawab nya. aku memandang Anne.
" Kau harus mengijinkan mereka untuk menikah Anne??" Dia memandang ku.
" Tampak nya ,kau pun akan segera mempunyai adik Baru Anne??" kataku bercanda,mencoba mencairkan suasana.
" Mungkin satu lagi, sebagai adiknya Padma.."
Kataku sambil tertawa.
Anne hanya tersenyum yang kali ini pertama kulihat lagi manisnya sama seperti dulu.
Kemudian Aku menatap nya lekat,dia seperti salting terhadap ku.
" Apa Lee??" katanya sambil membetulkan rambutnya.
" kau jauh terlihat lebih Lembut jika begini Anne??" kataku. dia memandang ku dan tertawa kecil.
" Maafkan aku ya Lee..aku..??" katanya tertunduk.
Dia menatap ku Tajam.Seolah menginginkan sesuatu.
Perlahan dia mendekat kan wajahnya kepada ku. Dengan cepat aku mengelak.
" Maaf Anne,aku tak mau di bilang perebut pacar orang??" kataku sambil tersenyum kecil
" Aku bukan pacar siapa siapa Lee, kecuali Milik mu.??" katanya manja.
" Dan aku belum selesai dengan mu.??" Katanya lagi.
" Ooo.. seperti itukah??" kataku sambil melirik nya.
kemudian kami berdua tertawa,lalu saling terdiam dalam ciuman yang dalam.
Entahlah,,
****
Dua Ranjang dengan satu bayi dikamar Rumah sakit yg ku inapi.
Pim menolak di rawat di ruangan lain.
Tak mengapa lah,aku juga bukan sakit yang menular dan baru awalnya saja.
Tetapi sakit ini aku rahasia kan dari mereka.
Aku menggendong pelan Bayi mungil yang Baru saja hadir di Dunia,aku tersenyum memandang wajah nya yg tak berdosa.Dia menggeliat lucu dan tampak anteng di dekapan ku.
Pim tersenyum Dari atas ranjangnya Sambil melihat Anne yang Ada di samping ku.
" Kira kira siapa namanya ya Lee..?" Tanya Anne kepada ku. aku hanya tersenyum
" Namanya Andhara, Anne." Sahut Pim Singkat. Anne menatap Pim.
Pim tersenyum sedikit malas.
__ADS_1
" Terdengar asing,siapa yg mengusulkan??" tanya Anne.
" Aku meminta kepada nya sewaktu itu??" Kata Pim sambil melihat ke arah ku.
" Lucu nya.." kata Anne sambil mengacak rambut ku seraya tertawa.
" Hanya Andhara kah nama nya Lee??" tanya Anne sambil di iyakan pim.aku menatap mereka berdua.Mereka Menatap ku.
Aku memandang wajah mungil di pelukan ku.
" DuanAyyodhia Andharash...
" Aphactraya.." Sambung Pim
Aku menatap wajah nya.
" Sudah aku tak mau debat Lee,,katanya.
Aku memandang Anne.
" Apa ?" katanya kecil.
" Aku menunggu Bayi mu.?" Kataku sambil tersenyum.
Dia melotot menatapku, sedikit kesal yang di buat buat..
****
Aku masih di Bangkok.sedangkan phi sudah kembali ke Hanoi. Padma tinggal bersama ku dan Pim .Masih ada bibinya Pim untuk membantu menjaga merawat Padma dan Andhara kecil.
Pim belum kembali ke Chantaburi.
Sore ini kami di kunjungi oleh Matt dan Fah.mereka datang bersama putra mereka, Andrew yg selisih satu tahun dengan Andhara.
" Bagaimana mana Caranya kau bisa langsung mendapatkan dua anak yang cantik Lee??" tanya Fah bercanda dengan ku.aku tersenyum.
" Entahlah, mereka datang bagaikan kupu-kupu yg menempel pada bunga??" kataku .lalu disoraki oleh Pim.
Tak lama Anne datang sambil menggendong Padma.
" Lee,,mengapa kau biarkan Padma bermain di halaman seorang diri.." Katanya terhenti sambil menatap Fah dan Matt.
Mereka saling memberikan salam.
" lalu bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan Dua orang gadis yg sangat mencintai mu Lee dan terlihat akur??" bisik Matt pelan.
" entahlah,yg pasti Tuhan mengirimkan nya untuk ku." kataku pelan.
" Heii,,kalian berbisik apa?" tanya Fah keras.
Aku dan Matt tertawa.
****
Pim side:
Kenapa kamu sangat keren sekali sih Lee.. pikir ku sambil menatap nya yang tengah tertidur dengan Padma yang ada di atas dadanya.Lalu Tangan nya seakan melindungi Andhara di samping nya.
Anak dua ini bisa tak rewel jika di dekat mu.Aku kadang iri kenapa bisa begitu.
Aku kan ibunya Andhara.
" Lee bangun lah,,kataku pelan sambil mengangkat Padma memindahkan nya ke samping.
" Kau harus bekerja,sudah pukul tujuh pagi." kataku.
Dia terbangun sedikit linglung,menatap kesekitar.aku hanya tersenyum.
kemudian dia duduk sambil menatap Andhara dan mencium nya berkali kali.herannya Andhara masih Tampak anteng tak merasa di ganggu.
" Lee.. sudah!" kataku kemudian sambil menyodorkan nya Handuk.
Sesaat aku berfikir,kami adalah sebuah keluarga yang utuh tetapi ???
__ADS_1