
*Hari sudah pagi Nadia terbangun, tiba - tiba ia sudah di tempat tidur dan betapa terkejutnya Nadia melihat banyak orang yang sedang duduk di sofa menatapnya. Ada pula yang sedang menata lampu - lampu besar di meja rias, dan ada juga yang sedang memasang seperangkat kamera di sana. Nadia hanya melihat ke sekeliling dan masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi apakah dia sedang bermimpi atau bagaimana ia berusaha memahaminya. Sampai akhirnya salah seorang dari mereka mengatakan padanya bahwa sebaiknya ia segera membersihkan diri karena sudah 2 jam lamanya mereka menunggu dirinya bangun*.
" siapa kalian, dan sedang apa kalian disini dengan semua benda - benda ini?" tanya Nadia pada orang - orang yang masih sibuk dengan pekerjaan mereka.
" Aris.....Aris...., tolong ke apa kamu meninggalkanku bersama mereka '' Nadia memanggil Aris
*Namun Aris tak kunjung datang sampai orang yang sama memintanya untuk segera membersihkan diri karena mereka tidak memiliki banyak waktu. Nadia terus bertanya untuk apa, dan kenapa orang - orang itu ada di sana dan apa yang mereka lakukan. Salah seorang yang lain menghampiri Nadia dan mengatakan bahwa dia tidak menurut maka tuan akan marah pada mereka*.
" Tuan siapa, kenapa dia akan marah?" tanya Nadia kembali
" Tuan Aris meminta kami datang kemari dan melakukan ini semua nona ."
*Nadia pun mengerti pasti mereka orang - orang yang disuruh Aris meski masih bingung dengan semuanya Nadia pun pergi ke kamar mandi. Setelah 20 menit akhirnya dia keluar dan wanita dengan tas penuh kuas di pinggangnya langsung menuntun tangan Nadia an memintanya duduk di depan meja rias Nadia pun hanya diam dan menurut meski dalam hatinya muncul banyak pertanyaan. Sang perias melakukan tugasnya ia menyulap gadis sederhana itu menjadi wanita yang sangat cantik dengan sentuhan tangan ajaibnya. Saat perias meminta Nadia membuka mata setelah ia selesai memasang perona di mata Nadia, ia pun merasa kaget dan tidak percaya bahwa ia sedang melihat dirinya di cermin*.
__ADS_1
*Nadia terus menatap cermin seakan ia sedang melihat orang lain di dalamnya, kemudian si perias memintanya berdiri dan sudah ada orang lain lagi yang menunggunya di belakang membawa sebuah gaun putih yang sangat cantik lengkap dengan semua perhiasan sepatu dan semuanya mereka membantu Nadia dan mengubah Nadia menjadi seorang putri dari negri dongeng yang sangat cantik. Setelah penampilannya berubah begitu cantik Nadia masih belum mengerti bahwa dirinya tidak kurang dari seorang pengantin wanita yang akan segera menikah*.
Tiba - tiba pintu di ketuk dari luar kemudian seseorang membukanya dan betapa terkejutnya Nadia melihat orang yang mengetuk pintu masuk dan berteriak sambil memeluknya.
" Nadia sahabatku akhirnya kamu akan segera menikah ........!" ucapnya dengan gembira
*Rupanya dia tidak lain adalah Irma teman Nadia, tapi Nadia hanya berdiri kaku mematung di pelukan sahabatnya itu. Matanya melotot sangat lebar dan ia tidak bisa berkata apa - apa Nadia hanya diam, Irma temannya menuntunnya keluar dari kamar dan berjalan di sebuah lorong Nadia masih terdiam dan terbayang malam tadi ia dan Aris masih berbicara bercanda bahkan saat itu ia sempat menangis ketakutan karena Aris membawa paksa pergi dirinya. Sampai mereka berjalan hendak menuruni anak tangga mata Nadia semakin terbelalak menatap semuanya di sana ada ibunya, pamannya, Fajar, ibu Aris, beberapa penjaga dan orang yang merawat vila itu mereka semua melihat ke arah Nadia yang berjalan menuruni setiap anak tangga dengan cantik dan anggun didampingi sahabatnya Irma*.
*Aris berbalik dan menatap ke arah Nadia, terlihat jelas kebingungan, namun kebahagiaan lebih terlihat jelas di mata wanita sederhana yang kini berubah menjadi seorang pengantin wanita yang sangat cantik itu. Sampai saat ya mereka berhadapan Irma memberikan tangan Nadia pada Aris dan Aris pun menyambutnya, Aris membantu Nadia duduk di kursi persis di sampingnya. Kemudian di susul oleh Fajar yang duduk di sebelah Aris dan Paman Nadia yang duduk di sebelah Nadia, ternyata mereka akan bertindak menjadi saksi pernikahan Nadia dan Aris saat itu*.
__ADS_1
*Rupanya pernikahan ini direncanakan oleh Aris setelah ia mendengar perkataan ayahnya bahwa pernikahannya dengan Nasya telah ditentukan. Dalam keadaan mabuk dan marah saat itu Aris keluar dari rumah tanpa sepengetahuan ayah, ibu dan orang - orang yang ada di rumahnya. Saat itu ia memaksa Nadia untuk ikut pergi bersamanya, namun sebelum melakukan itu ia terlebih dahulu menyusul Fajar yang lebih dulu keluar dari rumahnya ia meminta Fajar untuk membawa ibunya dan ibu serta pamannya Nadia ke vila milik keluarganya yang ada di luar kota besok pagi. Dan Aris tidak membuat pilihan pada Fajar selain membawa ibu Aris dan keluarga Nadia, rupanya Aris sudah berpikir keras ia ingin menikahi gadis yang sudah jelas mencintainya. Aris sudah tahu bukan keinginan Nadia menjauh darinya, ia sudah melihat sendiri cinta Nadia pada dirinya*.
*Dan ibunya Aris pun tidak menolak kali ini ia bertekad tidak akan menghalangi kebahagiaan putranya demi menghindari kemarahan suaminya. Dan begitu pula ibu dan paman Nadia setelah Fajar menjelaskan panjang lebar duduk persoalannya mereka memilih menghadapi kemarahan ayah Aris apapun resikonya asalkan Nadia bersama orang yang dia cintai dan bahkan saat ini orang itu mungkin lebih mencintai Nadia. Itulah sebabnya saat Nadia menghubungi ibunya dia mendengar nada kebahagiaan dari ibunya, ia berbicara penuh semangat. Aris terlahir dan dibesarkan dalam keadaan orang tua yang sukses dan berhasil jadi bukan hal yang sulit baginya untuk mengatur semuanya hanya dalam satu malam*.
*Dalam hatinya ia sudah bertekad akan memberikan kebahagiaan yang selama ini hanya ada dalam khayalan Nadia saja. Dan tentu saja tanpa sepengetahuan ayahnya karena Fajar dan ibu Aris sudah sepakat untuk menyatukan Nadia dan Aris fan mereka mengatur acara dan jadwal kepergian bisnis ayah Aris agar mereka mempunyai banyak waktu untuk melakukan semuanya dalam satu malam dan tidak ada gangguan sedikitpun. Setelah bayangannya tentang semua rencananya itu Aris pun menatap pengantinnya dan memegang tangan Nadia dan mengatakan bahwa semua kebahagiaan kecil ini baru saja akan dimulai. Mata Nadia berkaca - kaca dan ia pun menarik nafas panjang*.
*Disaksikan oleh kedua ibu, saudara, sahabat dan beberapa orang yang aya di sana Aris mengucapkan janji suci ikrar pernikahannya pada Nadia di depan penghulu, dan sejak saat itu mereka berdua telah sah menjadi pasangan suami istri. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka berdua. Kemudian Nadia mencium tangan Aris dan Aris pun melayangkan kecupan pertamanya di dahi Nadia, air mata jatuh dari mata Nadia betapa ia merasa tak percaya akan semua yang terjadi. Dan merasa sangat bahagia, air mata itu adalah air mata kebahagiaan bahkan sepertinya ia tidak akan berani bermimpi tentang hal ini sekalipun*.
__ADS_1
*Ibu Nadia memeluk Nadia, begitu pun ibu Aris memeluk Aris dengan erat, setelah itu semua orang bersalaman memberikan selamat pada Aris dan Anda. Saat Aris melihat Nadia menangis tersedu - sedu Aris pun memeluk Nadia, dan mengatakan bahwa dia tidak akan menangis lagi sekarang. Dan dia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Nadia*.